Saham AI China Ambrol 40 Persen; Nilai $480 Miliar Lenyap

Saham AI China Ambrol 40 Persen; Nilai $480 Miliar Lenyap

Saham perusahaan AI dan semikonduktor China ambrol sekitar 40 persen dari puncaknya pada Juli, menghapus nilai pasar sekitar 480 miliar dolar AS dalam waktu kurang dari empat bulan. Indeks STAR50 di Bursa Shanghai kembali turun 4,8 persen pada 27 Oktober 2026 ke level terendah dalam tujuh bulan, sebelum memantul 2,45 persen sehari kemudian. Kejatuhan ini menjadi peringatan bahwa euforia AI di pasar modal bisa berbalik jauh lebih cepat dibanding adopsi teknologinya.

Indeks STAR50 Turun 40 Persen, Saham Unggulan Terpangkas Separuh

STAR50 adalah indeks yang berisi perusahaan teknologi unggulan di papan STAR Market Bursa Shanghai, termasuk pembuat chip dan pemasok AI. Menurut laporan Reuters yang dikutip The Daily Star, indeks ini sudah turun sekitar 40 persen dari puncaknya pada Juli 2026, sementara indeks saham unggulan China yang lebih luas turun sekitar 20 persen dari puncaknya pada Juni.

Saham yang paling dielu-elukan justru jatuh paling dalam. Pembuat robot Unitree kehilangan separuh nilainya sejak melantai pada Agustus, padahal penawaran sahamnya diserbu investor ritel sampai 8.000 kali lipat. Pembuat GPU MetaX dan Moore Threads masing-masing anjlok sekitar separuh sejak Juli, pemasok komponen optik Zhongji Innolight dan Eoptolink turun sekitar 60 persen, dan pembuat chip memori CXMT kehilangan lebih dari seperempat nilainya dalam sebulan.

Valuasi Kelewat Tinggi dan Tekanan dari Washington

Para pelaku pasar menyebut tidak ada satu pemicu tunggal. Valuasi STAR50 sempat menyentuh hampir 250 kali laba, dan setelah koreksi pun masih sekitar 100 kali, jauh di atas Nasdaq 100 yang berada di kisaran 30 kali. Di saat yang sama, muncul kekhawatiran soal permintaan AI, beban pajak investor, dan ancaman Amerika Serikat serta negara lain melarang peralatan buatan China dipakai di pusat data.

"Pasar saham kemudian berubah menjadi bull yang spekulatif dan gila. Dan sekarang kita melihat gelembungnya pecah," kata Dong Baozhen, manajer investasi asal Beijing, kepada Reuters. Wang Zhuo, mitra di Shanghai Zhuozhu Investment Management, menilai produsen chip dan pemasok AI China pada akhirnya akan terseret perang harga seperti produsen China lainnya. Pemerintah China sendiri sedang menekan penggunaan dana pinjaman dan perdagangan frekuensi tinggi, sementara investor milik negara disebut ikut menjual saat harga naik.

Dampaknya bagi Pasar AI Global dan Indonesia

Menurut estimasi Goldman Sachs, saham terkait AI mencakup 42 persen kapitalisasi pasar dan 57 persen nilai transaksi di saham China daratan dan Hong Kong, sehingga koreksi ini terasa ke seluruh bursa. Hong Hao, Chief Investment Officer Lotus Asset Management di Hong Kong, memperkirakan banyak perusahaan akan menunda rencana IPO. Pantulan pada 28 Oktober didorong laporan laba SK Hynix yang melonjak lebih dari tujuh kali lipat, tanda sentimen AI global masih rapuh tetapi belum padam.

Bagi investor di Indonesia yang memegang reksa dana atau ETF bertema teknologi Asia, kejadian ini menjadi pengingat untuk mengecek seberapa besar porsi saham AI China di portofolionya. Bagi perusahaan Indonesia, koreksi harga saham tidak membuat teknologi AI China berhenti dipakai, tetapi bisa memperketat pendanaan startup dan memicu perang harga yang justru menurunkan biaya chip dan layanan AI.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)

Foto sampul: 螺钉, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait AI China

📉 Saham Nvidia Anjlok 16%: Kapitalisasi Pasar Terhapus 800 Miliar Dolar AS

📊 Wall Street Rebound Kuat Setelah Sell-off Saham AI

⚔️ Blok AI AS dan China Makin Tajam; Indonesia Ingin Ikut Keduanya

🚫 China Tolak Nvidia H200 Meski Trump Sudah Izinkan Ekspor


Sumber dan Referensi

[1] In China, the AI bubble has already burst - The Daily Star (Reuters)

[2] Investors Who Piled Into China's AI Boom Just Watched About $480 Billion Vanish in Under Four Months - 24/7 Wall St.

[3] China's AI Stocks Rebound After $480 Billion Loss: Is Recovery Sustainable? - Open Magazine

[4] "The AI bubble has burst in China"... CMXT plunges 25% in a month - Financial News

    Saham AI China Ambrol 40 Persen; Nilai $480 Miliar Lenyap | Burung Hantu Infratek