Danantara Gelar DTIIF 2026; Kadin Dorong RI Jadi Pusat Komputasi AI

Danantara Gelar DTIIF 2026; Kadin Dorong RI Jadi Pusat Komputasi AI

Danantara Indonesia menutup Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta, forum teknologi pertamanya yang menempatkan kecerdasan buatan sebagai satu dari enam sektor prioritas. Forum yang berlangsung 26 sampai 28 Oktober 2026 di Fairmont Jakarta itu dihadiri lebih dari 1.500 peserta dan diisi rangkaian nota kesepahaman riset. Di panggung yang sama, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie meminta Indonesia tidak berhenti sebagai lokasi pusat data, tetapi juga menjadi pusat komputasi AI.

Apa Isi Forum DTIIF 2026 Danantara?

DTIIF 2026 adalah forum investasi teknologi pertama Danantara Indonesia yang mempertemukan pemerintah, BUMN, kampus, dan investor global selama tiga hari. Forum ini memilih enam sektor prioritas, termasuk AI, infrastruktur digital, dan telekomunikasi, dengan target mengubah inovasi menjadi proyek industri yang bisa didanai.

Menurut siaran pers Danantara Indonesia pada 14 Oktober 2026, forum ini mengundang 170 inovator global, 131 CEO perusahaan teknologi global, 67 pusat riset dan inovasi, serta lebih dari 50 BUMN. Panitia juga menyebut kehadiran perwakilan Google dan Microsoft. Lima sektor lain yang dibahas adalah energi; pertanian, pangan, dan kesehatan; material maju dan semikonduktor; transportasi dan infrastruktur; serta keuangan dan perbankan.

Pada pembukaan 26 Oktober 2026, Danantara menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Perindustrian, serta BRIN. Kesepakatan itu menyelaraskan agenda riset, pengembangan talenta, pendanaan, dan peluang investasi. Dua peraih Nobel Ekonomi, Peter Howitt (2025) dan Thomas J. Sargent (2011), ikut hadir sebagai pembicara.

"Kami tidak akan berhenti pada MoU, tetapi menindaklanjutinya menjadi proyek-proyek konkret," kata Sigit Puji Santosa, Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, seperti dikutip Investortrust. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menambahkan, "Indonesia harus mampu menciptakan, menguasai, dan memproduksi teknologi sendiri."

Kadin Minta Indonesia Naik Kelas Jadi Pusat Komputasi AI

Kadin Indonesia menilai Indonesia berpeluang memperbesar perannya di rantai nilai AI. Menurut Ketua Umum Kadin Anindya Novyan Bakrie di DTIIF 2026, Indonesia tidak cukup hanya menyediakan lahan, listrik, air, dan gedung pusat data, tetapi juga harus mengolah data, melatih model AI, dan menjalankan layanan digital sendiri.

"Kita tidak boleh hanya menjadi penyedia pusat data, tetapi juga harus menjadi pusat komputasi," kata Anindya dalam sesi panel DTIIF 2026 di Jakarta, seperti dilaporkan ANTARA pada 28 Oktober 2026. Ia menyebut arah ekonomi perlu bergeser dari menjual sumber daya alam ke menjual energi, daya komputasi, dan token, yaitu satuan pemrosesan yang menjadi dasar tarif layanan AI.

Anindya juga melihat dua sisi AI bagi dunia usaha. Teknologi ini bisa membuat pekerjaan lebih cepat, lebih berkualitas, dan lebih hemat biaya, tetapi juga berpotensi menggeser pekerjaan yang menuntut keterampilan khusus. Menurutnya, keputusan bisnis tetap berada di tangan manusia, termasuk membangun relasi serta menjaga tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Data yang dikutip ANTARA memperlihatkan jarak yang perlu dikejar. Kementerian Komunikasi dan Digital pada 22 Oktober 2026 menyebut kapasitas pusat data Indonesia sekitar 580 megawatt, dengan target 1,3 gigawatt pada 2027 sampai 2028. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai pertumbuhan itu perlu diimbangi kemampuan komputasi, riset, dan teknologi strategis.

MoU ITB dan Danantara, AI Masuk Sektor Prioritas Riset

Hari kedua DTIIF 2026 diisi penandatanganan kerja sama dengan kampus. Pada 27 Oktober 2026, Institut Teknologi Bandung dan Danantara meneken dua nota kesepahaman yang memasukkan kecerdasan buatan dan infrastruktur digital sebagai salah satu sektor prioritas riset, berdampingan dengan energi, mineral, semikonduktor, dan material maju.

Nota pertama tentang pengembangan dan hilirisasi teknologi diteken Rektor ITB Tatacipta Dirgantara dan Sigit Puji Santosa. Nota kedua tentang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat diteken Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB Lavi Rizki Zuhal bersama Managing Director Strategic Technology Initiatives Danantara Ricardo Irwan Rei, menurut laporan ANTARA pada 28 Oktober 2026.

Ruang lingkupnya mencakup riset terpadu, pengembangan talenta, pemakaian bersama laboratorium, kajian strategis, dan pertukaran pengetahuan lewat seminar. Hasil riset ITB akan dipakai Danantara sebagai dasar ilmiah keputusan investasi. Tatacipta menyebut kerja sama ini dirancang untuk menjembatani kepakaran akademik dan fasilitas laboratorium kampus dengan ekosistem pembiayaan investasi Danantara.

Dampaknya bagi Perusahaan dan Pengembang AI Indonesia

Bagi pelaku usaha, DTIIF 2026 memberi sinyal bahwa dana investasi negara mulai diarahkan ke proyek AI yang punya mitra riset dan jalur industri yang jelas. Peluangnya ada pada layanan komputasi, model lokal, dan aplikasi sektoral, bukan hanya penyewaan ruang pusat data.

Ukuran keberhasilannya baru akan terlihat setelah forum selesai. "Keberhasilan DTIIF yang sesungguhnya diukur dari apa yang terbangun setelah forum berakhir," kata Sigit kepada ANTARA pada 24 Oktober 2026. Danantara, yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025, menjadikan DTIIF bagian dari rangkaian menuju New Asia Forum pertama di Bali pada 3 sampai 4 Desember 2026.

Kebutuhan talenta menjadi tantangan berikutnya. ANTARA mencatat Kadin Indonesia Institute meluncurkan Kadin AI Academy pada 20 Mei 2026 untuk melatih pekerja, pelaku usaha, dan UMKM. Laporan Future of Jobs 2025 dari World Economic Forum memperkirakan sekitar 39 persen keterampilan inti pekerja akan berubah atau usang pada periode 2025 sampai 2030.

Bagi perusahaan dan pengembang di Indonesia, langkah praktisnya adalah memetakan beban kerja AI yang bisa dijalankan di infrastruktur dalam negeri, menyiapkan data internal yang rapi, dan melatih tim sebelum kapasitas komputasi lokal bertambah. Kemitraan dengan kampus dan integrator AI lokal bisa mempercepat perusahaan masuk ke proyek yang lahir dari forum seperti DTIIF.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait AI Indonesia

💸 Danantara Bidik Rp30 Triliun dari Pusat Data AI, Tak Cuma Sewa Lahan

⚡ BKPM Catat 9 Investor Data Center Incar Indonesia; Butuh Listrik 2,7 GW

🧠 Kemkomdigi Ungkap Empat Kunci Kedaulatan AI; Riset Baru 0,23 Persen PDB

🚀 Komdigi Ajak Mahasiswa Garap Proyek AI Nyata Lewat AI Talent Factory


Sumber dan Referensi

[1] Danantara Opens DTIIF 2026 in Jakarta - Danantara Indonesia

[2] DTIIF 2026 Connects Global Tech, Innovation, and Capital - Danantara Indonesia

[3] Kadin: RI berpotensi tingkatkan peran dalam komputasi AI - ANTARA

[4] ITB-Danantara kerja sama riset-pendidikan guna pembangunan nasional - ANTARA

[5] Danantara: DTIIF 2026 dorong investasi teknologi global di Indonesia - ANTARA

[6] Danantara Resmi Buka DTIIF 2026: Genjot Kolaborasi Global hingga Perkuat Hilirisasi Riset Nasional - Investortrust

    Danantara Gelar DTIIF 2026; Kadin Dorong RI Jadi Pusat Komputasi AI | Burung Hantu Infratek