Komdigi Ajak Mahasiswa Garap Proyek AI Nyata Lewat AI Talent Factory

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melibatkan mahasiswa tingkat akhir dalam proyek kecerdasan buatan nyata milik kementerian, pemerintah daerah, dan industri lewat program AI Talent Factory (AITF). Penjelasan itu disampaikan Kepala BPSDM Kemkomdigi Boni Pudjianto pada Kamis, 22 Oktober 2026, ketika program ini sudah menggandeng empat kampus mitra. Program ini menjadi salah satu cara pemerintah menutup jarak antara kompetensi lulusan kampus dan kebutuhan perusahaan yang mulai serius memakai AI.
Apa Itu AI Talent Factory Komdigi?
AI Talent Factory adalah program pelatihan AI intensif dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemkomdigi bersama perguruan tinggi. Mahasiswa tingkat akhir dibekali data science, machine learning, dan deep learning, lalu dibagi ke tim kecil untuk menyelesaikan kasus nyata dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan industri.
Menurut Boni Pudjianto, keunggulan program ada pada keterlibatan langsung mahasiswa dalam pekerjaan sungguhan. "Keunggulan program ini adalah mahasiswa yang sudah berada di tahap akhir kuliah atau sedang mengerjakan tugas akhir langsung terlibat dalam proyek nyata yang kami siapkan. Mereka bekerja dalam tim untuk mencari solusi atas persoalan yang dihadapi," kata Boni seperti dikutip ANTARA.
Setiap tim didampingi tiga lapis pembimbing, yaitu mentor teknis Komdigi, mentor dari pemilik use case, dan dosen pembimbing dari kampus masing-masing. Kampus mitra yang disebut Kemkomdigi pada Oktober 2026 adalah Universitas Brawijaya (UB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Politeknik Negeri Padang (PNP).
Di UGM, program ini dibagi ke tiga jalur belajar, yaitu Data Science, Deep Learning, dan LLM Practitioner, yang ditutup dengan Demo Day dan wisuda program. Halaman resmi AITF di UGM mencatat durasi sekitar 4 sampai 6 bulan, dari Agustus sampai Desember 2026, dengan konversi 6 sampai 20 SKS sesuai kebijakan kampus.
Berapa Peserta AITF 2026 dan Bagaimana Seleksinya?
Menurut laporan pembukaan di Universitas Brawijaya pada 11 Maret 2026, AITF 2026 diikuti 98 peserta dari tiga kampus, yaitu 38 dari UB, 20 dari UGM, dan 40 dari ITS. Seleksinya cukup ketat. Di UB saja tercatat 108 pendaftar, dan hanya 38 orang yang dinyatakan lolos.
Angka seleksi UB itu disampaikan Said Mirza Pahlevi, yang saat itu menjabat Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Komdigi, dalam rapat koordinasi di Malang pada 11 Februari 2026. Menurut rilis BPSDM Komdigi, jumlah peserta tersebut meningkat dibandingkan batch sebelumnya, dan proyek di UB melibatkan enam tim dengan fokus pengembangan yang berbeda.
Beban akademik peserta juga diakui kampus. Rapat koordinasi Komdigi dan UB merencanakan pembagian tugas akademik yang setara 20 SKS, sehingga kerja proyek dihitung sebagai bagian dari studi. Skema ini membuat AITF lebih mirip magang riset terstruktur dibanding kursus singkat yang selesai dalam beberapa hari.
Untuk AITF Batch 2, PNP ikut menjadi mitra perguruan tinggi vokasi dan menggelar workshop pertamanya pada 8 sampai 9 Oktober 2026. Masuknya politeknik ini memperluas jangkauan program dari kampus riset besar di Jawa ke Sumatra Barat, sesuai rencana awal Kemkomdigi untuk melibatkan lebih banyak perguruan tinggi di berbagai daerah.
Proyek AI Apa Saja yang Dikerjakan Mahasiswa?
Use case AITF Batch 2 berasal dari program prioritas pemerintah. Tim di Universitas Brawijaya membangun prototipe AI untuk Sekolah Rakyat bersama Kementerian Sosial, sementara tim di Politeknik Negeri Padang mengembangkan solusi AI untuk mendeteksi, memantau, dan menangani konten judi online di ruang digital.
Untuk Sekolah Rakyat, BPSDM Komdigi menyebut beberapa modul teknis yang dikerjakan pada workshop 5 sampai 6 Oktober 2026. Modul itu meliputi guru virtual 2D atau 3D dengan kloning suara guru, materi ajar berbasis Kurikulum Merdeka untuk SD dan SMP, retrieval augmented generation (RAG) atas bahan ajar guru, sistem peringatan dini lewat CCTV, dan chatbot pendamping belajar.
Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital BPSDM Kemkomdigi Gunawan Hutagalung menjelaskan bahwa modul pengawasan berasrama itu masih berupa prototipe. "Batch II ini kamu membangun modul seperti boarding management system yang akan melakukan deteksi dini untuk menghindari perilaku yang tidak baik di Sekolah Rakyat," kata Gunawan di Malang pada 21 Oktober 2026, seperti dikutip ANTARA.
Di Padang, kebutuhannya datang dari skala masalah yang besar. Direktur Pengendalian Ruang Digital Kemkomdigi Safriansyah Yanwar Rosyadi menyebut kementerian sudah memblokir dan menindak kurang lebih 9 juta konten judi online sejak 2017 hingga Oktober 2026. Promosi judi kini memakai bahasa slang, simbol khusus, dan bot di kolom komentar media sosial.
Dampaknya bagi Perusahaan dan Talenta AI Indonesia
AITF menunjukkan pola pengembangan talenta yang langsung terikat pada kasus nyata, bukan sekadar sertifikat pelatihan. Bagi perusahaan, lulusan program semacam ini datang dengan pengalaman membangun model, menguji sistem, dan bekerja dengan pemilik masalah, tiga hal yang biasanya baru dipelajari karyawan baru setelah berbulan-bulan bekerja.
Gunawan Hutagalung juga menekankan sisi biaya. "Implementasi AI tidak harus mahal. Dengan memanfaatkan potensi yang ada di perguruan tinggi, kita dapat menghasilkan prototipe yang berdampak langsung bagi masyarakat dan layanan publik," ujarnya dalam workshop di Universitas Brawijaya, menurut rilis BPSDM Komdigi.
Sekretaris BPSDM Kemkomdigi I Nyoman Adhiarna menyebut AITF sebagai program intensif selama kurang lebih satu semester. Ia menegaskan bahwa AI bukan tujuan akhir, melainkan alat bantu untuk memberi nilai tambah dalam menyelesaikan masalah nyata. Pesan ini relevan bagi perusahaan yang masih menilai proyek AI dari teknologinya, bukan dari masalah yang diselesaikan.
Bagi perusahaan dan pengembang di Indonesia, program ini membuka dua peluang. Pertama, kolam talenta AI yang sudah terbiasa dengan use case lokal seperti pendidikan dan moderasi konten akan bertambah tiap batch. Kedua, perusahaan bisa menawarkan use case sendiri lewat kemitraan kampus, sehingga prototipe dan calon karyawan lahir dari kebutuhan bisnis yang sama.
(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)
⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.
🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.
Berita Terkait AI Indonesia
🧠 Kemkomdigi Ungkap Empat Kunci Kedaulatan AI; Riset Baru 0,23 Persen PDB
💡 SKB 7 Menteri soal AI di Pendidikan: Aturan Baru bagi Sekolah, Kampus, dan Edtech
🚀 Peta Jalan AI 2029 Diproses Jadi Perpres; Komdigi Soroti Listrik dan Air
📊 AI untuk UMKM Indonesia: Data Adopsi 2026 dan Cara Memulainya
Sumber dan Referensi
[1] Kemkomdigi siapkan talenta AI siap kerja melalui AI Talent Factory - ANTARA News
[2] Komdigi-UB siapkan prototipe modul berbasis AI untuk Sekolah Rakyat - ANTARA News
[7] Komdigi x UGM AI Talent Factory (AITF) Batch 2 2026 - UGM AI Center
