Peta Jalan AI 2029 Diproses Jadi Perpres; Komdigi Soroti Listrik dan Air

Pemerintah tengah memproses buku putih Peta Jalan Kecerdasan Artifisial hingga 2029 menjadi peraturan presiden, sambil menyiapkan regulasi etika AI. Di saat yang sama, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengingatkan bahwa pembangunan AI menuntut kesiapan pasokan listrik dan air, bukan sekadar tambahan megawatt pusat data. Pesan itu disampaikan Kemkomdigi dalam rangkaian acara di Jakarta pada 12 sampai 16 Oktober 2026, di tengah upaya Indonesia menarik investasi pusat data dan AI.
Buku Putih Peta Jalan AI Menuju Peraturan Presiden
Kemkomdigi telah menyusun buku putih Peta Jalan Kecerdasan Artifisial hingga 2029 yang kini diproses menjadi peraturan presiden, demikian dilaporkan ANTARA pada 14 Oktober 2026. Pemerintah juga menyiapkan regulasi etika AI untuk mendorong pengembangan dan penggunaan AI yang bertanggung jawab. Belum ada informasi kapan perpres tersebut terbit.
Informasi itu disampaikan saat Kemkomdigi menerima Jurnalis Hukum Bandung dan PWI Jawa Barat pada 13 Oktober 2026 untuk memperkuat literasi AI dan keamanan digital. "Pengguna harus tahu output dari AI itu tidak selalu benar," kata Said Mirza Pahlevi, Direktur Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru Kemkomdigi.
Kerja sama dengan kedua organisasi jurnalis itu diwadahi lewat inisiatif Bandung Digital Safety Forum. "Kemkomdigi siap berpartisipasi untuk memperkuat literasi digital," kata Nezar. Selain peta jalan AI, kementerian juga menyiapkan perluasan konektivitas, investasi infrastruktur digital, pengembangan talenta, dan kemitraan internasional yang setara.
Listrik dan Air di Dasar Tumpukan AI
Dalam BMP Digital Infrastructure Summit 2026 di Jakarta pada 12 Oktober 2026, Nezar Patria menyebut satu prompt di platform AI generatif bisa memakai energi sekitar 0,24 sampai 3 watt-jam. "Target kita bukan sekadar menambah megawatt, tetapi memastikan kapasitas itu menjadi pusat data yang andal," ujarnya. Kerangka infrastruktur digital pemerintah mencakup empat lapisan yang dikembangkan terpadu: komputasi, energi, konektivitas, dan adopsi.
"Listrik dan air ini berada di basis paling bawah dari AI full stack," kata Nezar. Ia juga menyinggung mineral kritis seperti nikel, timah, tembaga, bauksit, dan pasir silika yang bisa menopang industri semikonduktor jika dipadukan dengan energi, komputasi, dan sumber daya manusia. Pada 14 Oktober 2026, CEO Indonesia Investment Authority Oki Ramadhana juga menegaskan ambisi Indonesia menjadi pusat AI dan pusat data regional dengan Batam sebagai salah satu tujuan utama investasi.
Perlindungan Anak dan Kesiapan Industri AI Lokal
Isu AI juga menyentuh keluarga. Saat meluncurkan Kelas Pengasuhan Digital di Jakarta Selatan pada 16 Oktober 2026, Nezar mengingatkan sekitar 70 juta anak Indonesia akan tumbuh di ekosistem digital yang makin kompleks. "Jangan sampai anak kita menjadi tergantung dengan artificial intelligence," katanya, merujuk pada PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang pelindungan anak di sistem elektronik.
Bagi pengembang dan perusahaan AI di Indonesia, rangkaian pesan ini memberi sinyal arah regulasi yang akan datang: tata kelola dan etika AI, efisiensi energi komputasi, dan pelindungan pengguna anak. Menyiapkan dokumentasi model, pengukuran pemakaian energi, dan fitur keamanan untuk pengguna muda sejak sekarang akan memudahkan penyesuaian ketika perpres dan regulasi etika AI resmi berlaku.
Foto sampul: Jeromi Mikhael, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)
⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.
🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.
Berita Terkait AI Indonesia
🏛️ Komdigi Siapkan Dua Regulasi AI Besar Oktober 2025
☁️ Data Center AI Menjamur di Asia Tenggara, Karawang Jadi Sorotan
💡 Indonesia Resmikan AI Centre of Excellence
📊 92% Perusahaan Indonesia Adopsi AI, Tertinggi di ASEAN
Sumber dan Referensi
[1] Kemkomdigi gandeng jurnalis perkuat literasi AI dan keamanan digital - ANTARA News
[2] Wamen Komdigi: Pengembangan AI Butuh Kesiapan Pasokan Listrik dan Air - Niaga.Asia
[3] Anak Berisiko Bergantung pada AI, Komdigi Ingatkan Pentingnya Pendampingan - JawaPos
[4] Indonesia Targets AI Infrastructure Growth as INA Scales Data Centre Investment - The Tech Capital
