Danantara Bidik Rp30 Triliun dari Pusat Data AI, Tak Cuma Sewa Lahan

Danantara Bidik Rp30 Triliun dari Pusat Data AI, Tak Cuma Sewa Lahan

BPI Danantara membidik nilai ekonomi lebih dari Rp30 triliun, atau sekitar 1,7 miliar dolar AS, dari pengembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan di Indonesia. Target itu disampaikan dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, pada 19 Oktober 2026, menjelang forum investasi DTIIF 2026 pada 26 sampai 28 Oktober. Danantara ingin Indonesia tidak lagi sekadar menyewakan lahan untuk pusat data asing, tetapi ikut menguasai rantai nilai teknologinya.

Sewa Lahan Dinilai Terlalu Kecil Hasilnya

Chief Technology Officer Danantara, Sigit Puji Santosa, membandingkan dua model bisnis. Jika Indonesia hanya menyediakan lahan, investasi yang masuk memang besar, tetapi pendapatan yang tertinggal di dalam negeri relatif kecil. Danantara ingin ikut membangun lewat kemitraan strategis, termasuk dalam urusan chip dan sistem pengendali berbasis AI.

"Kalau kita hanya menyewakan lahan untuk setiap 100 megawatt data center, investasinya memang USD3 miliar sampai USD4 miliar, tetapi pendapatan kita hanya sekitar USD100 juta sampai USD150 juta," kata Sigit, seperti dikutip IDX Channel. Menurut dia, keterlibatan dalam pembangunan dan teknologi bisa melambungkan penerimaan hingga di atas 1,5 miliar dolar AS. IDX Channel dan Okezone mengutip kisaran 1,5 sampai 1,7 miliar dolar AS, sedangkan Warta Ekonomi menulis hingga 7 miliar dolar AS.

Chip, Arm, dan Forum DTIIF 2026

Sigit menyebut industri pusat data sangat sarat teknologi. Danantara sudah bekerja sama dengan perusahaan semikonduktor asal Inggris, Arm, untuk mendukung enam sektor industri prioritas. "Kita ada enam sektor industri yang akan kita bangun, salah satunya adalah data center," ujarnya, dikutip Warta Ekonomi. Ia juga menyebut antrean pasokan chip dan pengendali di pasar global bisa mencapai 16 hingga 48 bulan.

Investasi ini diharapkan terwujud lewat Danantara Technology, Innovation, and Investment Forum (DTIIF) 2026 di Fairmont Jakarta. Menurut siaran pers resmi Danantara, forum perdana itu menargetkan lebih dari 1.500 peserta, termasuk 170 inovator global dan 131 CEO teknologi dunia. Sektor AI, infrastruktur digital, dan telekomunikasi menjadi salah satu fokus, bersama energi, semikonduktor, dan keuangan.

Langkah ini melanjutkan sinyal yang sudah diberikan sebelumnya. Pada 7 Oktober 2026, Managing Director Global Relations and Communications Danantara, Pahala Nugraha Mansury, mengatakan pusat data adalah sektor yang momentumnya sedang sangat baik. Danantara juga menyiapkan skema investasi bersama dengan hyperscaler global dan menyelaraskan aturan bersama Kementerian Investasi.

Peluang dan Pekerjaan Rumah bagi Ekosistem Lokal

Permintaan pusat data di Indonesia memang tinggi. Pada Agustus 2026, Sigit mengatakan kepada ANTARA bahwa kapasitas baru langsung terserap pasar dan waktu tunggu kapasitas bisa mencapai enam bulan hingga setahun. Namun ia juga mengakui tantangan seperti keterbatasan daya, proses yang rumit, dan regulasi.

Bagi perusahaan dan pengembang di Indonesia, arah kebijakan Danantara bisa membuka akses komputasi AI yang lebih dekat dan berpotensi lebih murah dibanding menyewa GPU di luar negeri. Peluang juga terbuka bagi system integrator dan penyedia jasa teknologi lokal untuk masuk ke rantai pasok, mulai dari integrasi sistem hingga operasional. Hasil nyatanya baru akan terlihat dari kesepakatan yang benar-benar diteken di DTIIF, karena angka Rp30 triliun masih berupa target.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait AI Indonesia

🚀 Nvidia Jajaki Investasi USD4,5 Miliar di Batam untuk Pusat Data AI

☁️ Data Center AI Menjamur di Asia Tenggara, Karawang Jadi Sorotan

📊 Peta Jalan AI 2029 Diproses Jadi Perpres; Komdigi Soroti Listrik dan Air

🛡️ Komdigi Kaji Aturan Label Konten AI untuk Bendung Deepfake


Sumber dan Referensi

[1] DTIIF 2026 Connects Global Tech, Innovation, and Capital - Danantara Indonesia

[2] Danantara Bidik Nilai Ekonomi Pengembangan Data Center hingga Rp30 Triliun - IDX Channel

[3] Danantara Bidik Sektor Data Center Rp30 Triliun, Bukan Sekadar Sewa Lahan - Okezone

[4] Danantara Bidik Pendapatan US$7 Miliar dari Industri Data Center - Warta Ekonomi

[5] Danantara Percepat Pengembangan Data Center, Buka Peluang Investasi Global - detikFinance

[6] Danantara siap perluas investasi pusat data seiring permintaan tinggi - ANTARA

    Danantara Bidik Rp30 Triliun dari Pusat Data AI, Tak Cuma Sewa Lahan | Burung Hantu Infratek