Raksasa Teknologi Siapkan $650 Miliar untuk AI di 2026

Raksasa Teknologi Siapkan $650 Miliar untuk AI di 2026

Empat raksasa teknologi Amerika, Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft, diperkirakan menggelontorkan dana kolektif sekitar $650 miliar untuk infrastruktur AI sepanjang 2026. Angka ini melonjak tajam dari $410 miliar tahun lalu, memicu peringatan keras dari Bridgewater Associates bahwa boom AI telah memasuki fase yang "lebih berbahaya". Bagi AI integrator Indonesia dan pengembang solusi AI, gelombang investasi ini akan menentukan arah industri teknologi global untuk dekade mendatang.


$650 Miliar dan Fase Berbahaya

Bridgewater Associates, salah satu hedge fund terbesar dunia, merilis analisis yang mengungkap skala investasi AI yang belum pernah terjadi sebelumnya. Empat hyperscaler, Alphabet (induk Google), Amazon, Meta, dan Microsoft, secara kolektif akan menginvestasikan sekitar $650 miliar untuk memperkuat infrastruktur AI mereka di 2026.

Angka ini naik drastis dari $410 miliar yang dikeluarkan pada 2025. Lonjakan sebesar 58% dalam satu tahun menunjukkan bahwa perlombaan AI semakin intensif dan tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Setiap perusahaan berlomba membangun pusat data, membeli chip AI, dan mengembangkan model kecerdasan buatan yang semakin canggih.

Namun, Greg Jensen, Co-Chief Investment Officer Bridgewater, memperingatkan bahwa boom AI telah memasuki "fase yang lebih berbahaya". Dalam surat kepada klien, Jensen menjelaskan bahwa investasi yang tumbuh eksponensial dalam infrastruktur fisik dan ketergantungan yang meningkat pada modal eksternal menciptakan risiko downside yang signifikan.

"Tidak lagi mungkin bagi pemimpin AI untuk memenuhi ekspektasi investor mereka tanpa menciptakan risiko eksistensial bagi sektor lain seperti software," tulis Jensen dalam analisisnya.

Dampak ke Ekonomi dan Industri Software

Bridgewater memperkirakan bahwa investasi teknologi berkontribusi sekitar 50 basis points terhadap pertumbuhan GDP Amerika Serikat pada 2025. Tahun ini, kontribusi tersebut diperkirakan meningkat menjadi sekitar 100 basis points. Artinya, belanja AI raksasa teknologi secara langsung mendorong pertumbuhan ekonomi terbesar dunia.

Namun, ada sisi gelap dari boom investasi ini. Kekhawatiran bahwa tools AI, terutama dari Anthropic, bisa menggantikan perusahaan software tradisional telah menghapus $300 miliar market value dari sektor software. Investor mulai mempertanyakan apakah perusahaan software yang selama ini mendominasi pasar bisa bertahan di era AI.

Boom investasi juga berpotensi mendorong inflasi pada peralatan teknologi dan komunikasi serta menaikkan harga listrik di beberapa wilayah. Jensen memperingatkan bahwa koreksi pasar saham yang parah bisa mengikis pertumbuhan dan membatasi kemampuan perusahaan untuk menggalang modal.

Bagi AI integrator Indonesia dan pengembang solusi AI, tren ini membawa peluang sekaligus tantangan. Investasi masif di level global berarti teknologi AI akan semakin matang dan terjangkau. Namun, disrupsi terhadap industri software tradisional juga bisa berdampak pada model bisnis integrasi AI di Indonesia.

Pelajaran dari Era Dot-Com

Jensen membandingkan situasi saat ini dengan era dot-com, namun menekankan bahwa skala pasar saat ini masih jauh lebih kecil dibandingkan bubble teknologi tahun 2000. Meski demikian, pola investasi yang agresif dan ekspektasi yang tinggi terhadap return AI mengingatkan pada episode serupa dalam sejarah.

Yang membedakan era AI dari dot-com adalah bahwa investasi saat ini mengalir ke infrastruktur fisik nyata, seperti pusat data, chip, dan jaringan listrik, bukan sekadar valuasi perusahaan berbasis hype. Ini berarti bahkan jika terjadi koreksi, aset fisik yang telah dibangun tetap memiliki nilai.

Untuk Indonesia yang tingkat adopsi AI-nya sudah mencapai 92%, gelombang investasi global ini bisa menjadi katalis. Semakin banyak infrastruktur AI yang dibangun secara global, semakin mudah dan murah bagi perusahaan Indonesia untuk mengakses teknologi AI kelas dunia. Pertanyaannya adalah apakah Indonesia siap memanfaatkan momentum ini sebelum jendela peluang tertutup.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek. Mohon maaf apabila terdapat ketidakakuratan pada data aktual.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait Investasi AI

🤖 Meta Borong Jutaan Chip Nvidia dan Guncang Wall Street

17 Startup AI AS Raup $55 Miliar dalam 7 Pekan 2026

🔥 Anthropic Kantongi $20 Miliar, Investor Berebut Masuk

💡 Google Gelontorkan $15 Miliar Bangun Pusat AI India


Sumber dan Referensi

[1] Big Tech to invest about $650 billion in AI in 2026, Bridgewater says - Reuters

[2] Big Tech to boost AI spending to $650 billion in 2026, Bridgewater warns of risks - Storyboard18

[3] Big Tech's AI bond binge shatters unspoken contract with investors - CNBC

[4] Big Tech to invest about $650 billion in AI in 2026 - Economic Times

[5] The Macro Implications of the AI Capex Boom - Bridgewater Associates