Google Gelontorkan $15 Miliar Bangun Pusat AI India

Raksasa teknologi Google menggemparkan dunia dengan pengumuman investasi senilai $15 miliar di India, lengkap dengan proyek kabel bawah laut lintas empat benua yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di panggung AI Impact Summit 2026 New Delhi, CEO Sundar Pichai tidak hanya membawa janji, tapi blueprint konkret untuk mengubah India menjadi pusat AI global. Langkah ini menandai salah satu investasi infrastruktur AI terbesar dalam sejarah, sekaligus mempertegas ambisi Google mendominasi lanskap kecerdasan buatan dunia.
Investasi $15 Miliar dan Kabel Bawah Laut Lintas Benua
Google resmi mengumumkan inisiatif America-India Connect pada 18 Februari 2026, sebuah proyek infrastruktur digital monumental yang ditopang investasi $15 miliar selama lima tahun. Inisiatif ini mencakup pembangunan tiga jalur kabel bawah laut baru yang menghubungkan India ke Singapura, Afrika Selatan, dan Australia, serta empat rute serat optik strategis antara Amerika Serikat, India, dan Belahan Bumi Selatan.
Yang paling menarik perhatian adalah pengembangan Visakhapatnam (Vizag) sebagai gerbang kabel bawah laut internasional baru di pesisir timur India. Selama ini, pendaratan kabel bawah laut India terkonsentrasi di Mumbai dan Chennai. Dengan hadirnya Vizag, India mendapatkan diversitas geografis yang krusial untuk ketahanan infrastruktur digitalnya.
"Ini adalah Revolusi Industri, tapi 10 kali lebih cepat," kata Sundar Pichai di sela-sela summit. Pernyataan ini menarik karena dua bulan sebelumnya, Pichai sendiri pernah memperingatkan adanya "elemen irasionalitas" dalam booming investasi AI. Kini, dengan Alphabet mengalokasikan capex hingga $185 miliar untuk 2026 - hampir dua kali lipat prediksi analis - ia balik membela besarnya skala investasi tersebut.
Google menegaskan bahwa infrastruktur ini bukan sekadar memindahkan data. Jalur kabel bawah laut ini mengubah rute perdagangan maritim historis antara "Dunia Baru" dan India menjadi jalur perdagangan digital modern yang mendekatkan ekonomi kedua negara.
DeepMind Gandeng ANRF, 20 Juta PNS India Dilatih AI
Di luar infrastruktur fisik, Google juga mengumumkan serangkaian kemitraan strategis yang menyasar riset dan sumber daya manusia. Google DeepMind menjalin kemitraan dengan Anusandhan National Research Foundation (ANRF) untuk memberikan akses ke model AI mutakhir, termasuk AlphaGenome untuk genomika, AI Co-scientist untuk percepatan riset ilmiah, dan Earth AI untuk pemodelan iklim dan bumi.
Kemitraan ini juga mencakup hackathon, program mentorship, dan dukungan riset yang lebih luas bagi mahasiswa serta peneliti di seluruh India. Sebagai tambahan, Google menggelontorkan $60 juta untuk dua program besar: AI for Government Impact Challenge dan AI for Science Impact Challenge.
Tidak berhenti di situ, Google Cloud dan Karmayogi Bharat berkolaborasi untuk melatih lebih dari 20 juta pegawai negeri sipil India melalui platform iGOT (Integrated Government Online Training). Platform ini akan mendukung pembelajaran dalam lebih dari 18 bahasa India, menjadikannya salah satu program pelatihan AI terbesar yang pernah dijalankan di sektor publik mana pun di dunia.
Sinyal untuk Indonesia di Tengah Perlombaan AI Global
Investasi $15 miliar Google di India bukan kejadian terisolasi. Ini adalah bagian dari perlombaan investasi AI global yang semakin memanas di 2026. Dalam beberapa bulan terakhir, Meta menandatangani kesepakatan chip mega dengan Nvidia, Microsoft mengucurkan $80 miliar untuk infrastruktur AI, dan Alibaba merilis Qwen 3.5 yang diklaim mengungguli GPT dan Gemini.
Bagi pengembang solusi AI Indonesia, langkah Google di India menjadi sinyal penting. Sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, Indonesia berpotensi menjadi destinasi investasi AI serupa. Apalagi, salah satu rute kabel bawah laut America-India Connect melewati Singapura - tetangga terdekat Indonesia.
Yang jelas, era di mana AI hanya soal model dan algoritma sudah berlalu. Kini, pertarungan sesungguhnya ada di level infrastruktur fisik, kabel bawah laut, data center, dan yang paling krusial, kesiapan sumber daya manusia. Google telah menempatkan taruhannya. Negara-negara yang lambat bergerak berisiko tertinggal dalam revolusi yang, menurut Pichai, bergerak 10 kali lebih cepat dari Revolusi Industri.
(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)
⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek. Mohon maaf apabila terdapat ketidakakuratan pada data aktual.
Berita Terkait Google
🤖 Gemini Agent Resmi Hadir Bisa Booking dan Belanja Sendiri
🔥 Google Translate Jadi Chatbot Gara-Gara Upgrade Gemini
⚡ Google Sematkan Gemini di Status Bar Android Desktop
💡 Apple dan Google Umumkan Kemitraan: Gemini Jadi Otak Baru Siri
Sumber dan Referensi
[1] Announcing America-India Connect - Google Blog
[2] India AI Impact Summit 2026: Everything that Google announced - Times of India
[3] Google Commits $15 Billion To Boost AI Infrastructure In India - Benzinga
[4] Sundar Pichai defends AI investment boom - Times of India
