Gemini Agent Resmi Hadir Bisa Booking dan Belanja Sendiri

Gemini Agent Resmi Hadir Bisa Booking dan Belanja Sendiri

Google resmi meluncurkan Gemini Agent, fitur AI otonom yang bisa menjalankan tugas-tugas kompleks dari awal sampai selesai tanpa campur tangan pengguna. Ditenagai Gemini 3 Pro, AI agent ini mampu browsing web secara langsung, membandingkan opsi dari berbagai situs, melakukan booking dan reservasi, mengelola inbox Gmail, bahkan berbelanja online. Fitur ini mulai bergulir untuk pelanggan Google AI Ultra di Amerika Serikat dan menandai langkah paling agresif Google dalam perang AI agent melawan OpenClaw, Claude Cowork, dan ChatGPT Operator.


Dari Chatbot Jadi Asisten yang Bertindak Nyata

Selama bertahun-tahun, AI chatbot hanya bisa menjawab pertanyaan dan memberikan saran. Gemini Agent mengubah paradigma itu secara fundamental. Alih-alih sekadar merespons, Gemini kini bisa membuat rencana, lalu mengeksekusi rencana tersebut secara mandiri menggunakan kombinasi live web browsing, deep research, dan integrasi langsung dengan aplikasi Google.

Cara kerjanya sederhana. Pengguna cukup mendeskripsikan tugas atau tujuan dalam bahasa sehari-hari. Misalnya, "Carikan penerbangan termurah ke Bali minggu depan dan bandingkan hotelnya." Gemini Agent akan membuat rencana aksi, membuka berbagai situs travel, membandingkan harga dan opsi, lalu menyajikan hasilnya lengkap dengan rekomendasi.

Yang membedakan Gemini Agent dari AI agent lain adalah integrasinya yang mendalam dengan ekosistem Google. Agent ini terhubung langsung ke Gmail, Google Calendar, Google Drive, Keep, Tasks, serta layanan Google Maps dan YouTube. Pengguna bisa meminta Gemini untuk membuat task dari email penting, mengarsipkan pesan yang tidak relevan, bahkan membuat draft balasan email untuk direview sebelum dikirim.

Google menekankan bahwa pengguna tetap memegang kendali penuh. Gemini Agent dirancang untuk meminta konfirmasi sebelum mengambil tindakan kritis seperti mengirim email atau melakukan pembelian. Pengguna bisa menghentikan proses kapan saja atau mengambil alih kendali secara manual. "Supervision Anda penting untuk mencegah tindakan yang tidak diinginkan," tulis Google di halaman resmi Gemini Agent.

Auto Browse di Chrome Jadi Senjata Utama

Bersamaan dengan peluncuran Gemini Agent, Google juga mengumumkan fitur auto browse di Chrome yang ditenagai Gemini 3. Fitur ini tersedia untuk pengguna Chrome di MacOS, Windows, dan Chromebook Plus, menghadirkan pengalaman browsing yang sepenuhnya baru.

Auto browse memungkinkan Gemini menjalankan workflow kompleks secara otonom di dalam browser. AI bisa mengunjungi beberapa situs sekaligus, mengekstrak informasi, membandingkan opsi, dan bahkan menyelesaikan proses booking atau pembelian. Semuanya berjalan di side panel Chrome sehingga pengguna bisa tetap melakukan aktivitas lain.

Google juga mengintegrasikan Personal Intelligence ke dalam pengalaman browsing, yang memungkinkan Gemini memahami konteks personal pengguna dari data Gmail, Photos, dan aplikasi Google lainnya. Kombinasi auto browse plus Personal Intelligence menciptakan asisten yang tidak hanya bisa bertindak, tapi juga memahami preferensi dan kebiasaan pengguna.

Sundar Pichai menyebut integrasi ini sebagai "era baru dalam web browsing." Chrome kini bukan sekadar browser, melainkan platform AI agent yang bisa menjalankan tugas-tugas nyata atas nama pengguna. Bagi industri teknologi, ini adalah sinyal bahwa browser akan menjadi battleground utama dalam perang AI agent.

Perang AI Agent Makin Panas

Peluncuran Gemini Agent tidak terjadi dalam ruang hampa. Persaingan AI agent sedang memanas di seluruh industri. Anthropic baru saja meluncurkan Claude Cowork yang memungkinkan AI agent bekerja pada file dan tugas kompleks secara proaktif. OpenAI memiliki ChatGPT Operator untuk otomasi web. Dan OpenClaw, AI agent open-source yang viral, sudah menarik jutaan pengguna meski dihantui masalah keamanan serius.

Keunggulan Google terletak pada ekosistem. Tidak ada perusahaan lain yang memiliki kombinasi browser terpopuler dunia (Chrome), email terbesar (Gmail), kalender paling banyak digunakan (Google Calendar), dan mesin pencari dominan (Google Search). Semua itu kini terhubung langsung ke satu AI agent.

Namun keunggulan ini juga membawa risiko. Semakin banyak akses yang diberikan ke AI agent, semakin besar potensi penyalahgunaan data. Google mengakui bahwa Gemini Agent masih dalam tahap "experimental" dan "early development." Fitur ini saat ini hanya tersedia untuk pelanggan Google AI Ultra di AS yang berusia 18 tahun ke atas dengan bahasa Inggris. Akun Workspace dan Student belum bisa mengakses.

Di tengah kekhawatiran global soal keamanan AI agent, langkah Google menunjukkan bahwa perusahaan teknologi besar tidak mau ketinggalan dalam perlombaan membangun asisten AI yang benar-benar bisa bertindak di dunia nyata. Pertanyaannya bukan lagi apakah AI agent akan mengambil alih tugas-tugas harian kita, tapi seberapa cepat transisi itu terjadi.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek. Mohon maaf apabila terdapat ketidakakuratan pada data aktual.


Berita Terkait Google Gemini dan AI Agent

🤖 Google Bawa Gemini AI Langsung ke Chrome Browser

🔥 2026 Tahun Kematian Chatbot: Era AI Agent Dimulai dengan Claude Cowork

🔒 Gemini Personal Intelligence: AI yang Kenal Kamu Lewat Gmail, Photos, dan Google Apps

🚨 OpenClaw Jadi Mimpi Buruk Keamanan AI Agent


Sumber dan Referensi

[1] Gemini Agent - AI automation for daily tasks & multi-step work

[2] Gemini 3: Introducing the latest Gemini AI model from Google

[5] Gemini Enterprise release notes - Google Cloud