Pat Gelsinger Dukung Z2RAM Nagare Labs; Klaim 5 Kali Lebih Padat dari SRAM

Mantan CEO Intel Pat Gelsinger mendukung Nagare Labs, startup memori yang mengembangkan Z2RAM untuk mengatasi hambatan memori pada chip AI. Dalam wawancara dengan The Register pada 26 Oktober 2026, Gelsinger menyebut Z2RAM menggabungkan sifat terbaik DRAM, SRAM, dan flash, dengan target kepadatan lebih dari 5 kali SRAM. Teknologi ini masih berupa prototipe laboratorium, tetapi menyentuh salah satu masalah terbesar AI saat ini: memori yang lambat dan mahal.
Apa Itu Z2RAM dan Siapa Nagare Labs
Nagare Labs didirikan oleh dua profesor dan peneliti Georgia Institute of Technology, Suman Datta dan Shimeng Yu. Startup ini lahir dari riset bertahun-tahun tentang memori generasi berikutnya, seperti memori feroelektrik dan resistive RAM. Produk utamanya, Z2RAM, dibangun di atas semikonduktor oksida dan dirancang untuk ditumpuk langsung di atas chip logika memakai teknologi 3D hybrid bonding.
Berbeda dengan DRAM yang memakai satu transistor dan satu kapasitor per sel, Z2RAM memakai dua transistor tanpa kapasitor. "DRAM is one transistor, one capacitor, one passive physical capacitor. Z2RAM is actually two transistors, but ... we are using the gate capacitance of the second transistor to store the charge," kata Suman Datta, salah satu pendiri Nagare Labs, kepada The Register.
Karena muatan disimpan di transistor, pembacaan data tidak merusak isinya. Pada DRAM, kapasitor kosong setiap kali dibaca sehingga data harus ditulis ulang. Menurut Datta, cara kerja ini membuat latensi Z2RAM lebih baik dari DRAM. Nagare juga mengembangkan proses untuk menumpuk sel secara vertikal, mirip cara NAND flash dibangun berlapis, sehingga secara teori lebih murah dan mudah diproduksi.
Target 5 Kali Lebih Padat dari SRAM
Z2RAM menjanjikan kepadatan bit lebih dari 5 kali SRAM pada generasi pertamanya, dengan bandwidth yang sebanding dengan SRAM. The Register memberi contoh: AMD menumpuk tile SRAM 64 MB di atas atau di bawah chiplet CPU lewat teknologi 3D V-Cache. Tile Z2RAM dengan luas yang sama diklaim bisa menampung 320 MB.
Kapasitas itu memang kecil dibanding akselerator berbasis HBM seperti Nvidia Rubin dengan 288 GB atau AMD MI455X dengan 432 GB. Namun, Z2RAM ditujukan untuk menggantikan SRAM, bukan HBM secara langsung. Chip Groq 3 LPU milik Nvidia, misalnya, membawa sekitar 500 MB SRAM per chip, sehingga butuh ribuan akselerator untuk melayani LLM kelas atas. Menurut The Register, Z2RAM bisa memangkas jumlah chip yang dibutuhkan hingga 5 kali atau lebih.
TrendForce, mengutip Semicon Leaders Asia, menambahkan bahwa teknologi ini dirancang memakai proses back-end-of-line standar. Beberapa lapisan memori bisa dibentuk dengan satu kali paparan litografi tanpa mesin EUV, sehingga berpotensi menaikkan kepadatan sekaligus menekan kerumitan dan biaya produksi.
Mengapa Gelsinger Ikut Bertaruh
Gelsinger, yang menjadi partner di firma investasi Playground Global sejak tahun lalu, menilai inovasi memori sudah lama mandek. "Essentially, we've had no major forms of innovation in memory for three decades," kata Gelsinger kepada The Register. Menurutnya, SRAM, DRAM, dan flash masih menjadi satu-satunya jenis memori yang dipakai secara luas sampai sekarang. Playground Global ikut mendanai pengembangan Nagare.
Ia juga membandingkan Z2RAM dengan HBM, memori yang kini menjadi tulang punggung chip AI. Menurut Gelsinger, HBM punya banyak keterbatasan dari sisi daya, kepadatan, dan bandwidth di tepi chip, tetapi kombinasi kepadatan dan kinerjanya masih yang terbaik saat ini. Ia menyebut Z2RAM menawarkan nilai serupa dengan kepadatan, kecepatan, dan efisiensi daya yang lebih baik.
Gelsinger mengaitkan minat investor dengan ledakan permintaan AI. Ia menyebut AI sebagai beban kerja yang dibatasi memori, sehingga kini ada minat dan modal yang besar untuk terobosan yang menjawab masalah bandwidth dan kapasitas memori.
Masih di Lab, Apa Dampaknya bagi Indonesia
Jalan Nagare masih panjang. Startup ini baru mengantongi pendanaan awal 5 juta dolar AS, jumlah yang kecil untuk ukuran industri semikonduktor. "Where we are is literally lab prototypes," kata Datta. Nagare kini mencari mitra fab riset untuk memproduksi di luar ruang bersih kampus, dengan target sampel tile Z2RAM yang berfungsi dalam empat tahun dan pengiriman produksi dalam sepuluh tahun ke depan.
The Register juga mengingatkan bahwa sejarah industri penuh dengan teknologi memori baru yang gagal. Artinya, klaim kepadatan dan kecepatan Z2RAM masih perlu dibuktikan di silikon nyata dan diuji keandalannya sebelum bisa dipakai di chip komersial.
Bagi perusahaan dan pengembang di Indonesia, Z2RAM belum mengubah keputusan belanja infrastruktur dalam waktu dekat. Namun, kabar ini menunjukkan bahwa memori kini menjadi titik paling mahal dan paling sempit dalam rantai AI. Selama krisis memori berlangsung, harga GPU dan server AI kemungkinan tetap tinggi, sehingga strategi seperti memakai model yang lebih kecil, kuantisasi, dan sewa GPU di cloud tetap relevan untuk menekan biaya.
Foto sampul: TechCrunch, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons
(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)
⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.
🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.
Berita Terkait Chip AI
📉 Pengiriman PC Anjlok 21 Persen saat Memori Tersedot Data Center AI
🔥 Hape RAM 4GB Bakal Comeback Gegara Krisis Memori Parah
🚀 FuriosaAI Raih $620 Juta Seri D; Valuasi Chip Inferensi Tembus $2,9 Miliar
💡 Intel Incar Bisnis ASIC ala Broadcom Tinggalkan Perang GPU
Sumber dan Referensi
[1] Former Intel CEO Pat Gelsinger bets on Nagare Labs to vault the memory wall - The Register
[4] Память будущего: Z2RAM объединит лучшее от DRAM, SRAM и NAND - 3DNews
