FuriosaAI Raih $620 Juta Seri D; Valuasi Chip Inferensi Tembus $2,9 Miliar

FuriosaAI Raih $620 Juta Seri D; Valuasi Chip Inferensi Tembus $2,9 Miliar

FuriosaAI, perusahaan chip AI asal Korea Selatan, menutup pendanaan Seri D senilai 620 juta dolar AS atau sekitar 820 miliar won. Pengumuman pada 28 Oktober 2026 di Seoul itu membawa valuasi pasca-pendanaan perusahaan ke kisaran 2,9 miliar dolar AS, sekitar empat kali lipat dari Juli 2025. Putaran ini menandai makin besarnya modal yang mengalir ke chip khusus inferensi, segmen yang selama ini dikuasai GPU Nvidia.

Berapa Besar Pendanaan Seri D FuriosaAI dan Siapa Investornya?

FuriosaAI mengumpulkan 620 juta dolar AS dalam putaran Seri D dengan valuasi pasca-pendanaan sekitar 2,9 miliar dolar AS. Investor terbesar adalah National Growth Fund Korea Selatan dengan 280 juta dolar AS (sekitar 370 miliar won), menurut rilis FuriosaAI tanggal 28 Oktober 2026.

Investor internasional menyetor total 110 juta dolar AS. Infinitum dari Amerika Serikat menjadi investor asing terbesar, disusul QUDA Capital Partners dari Singapura, Cisco Investments, NeoFort Holding dari Abu Dhabi, serta Jericho Capital dan Worldline Capital. Pendiri QUDA, Charlie Foo, pernah menjabat Vice President dan General Manager Asia Pasifik untuk bisnis enterprise di Nvidia dan Mellanox, dan kini menjadi penasihat utama FuriosaAI.

Pemegang saham lama menambah 125 juta dolar AS. Korea Development Bank menyuntik tambahan 22 juta dolar AS, United Asset Management Company (UAMCO) masuk dengan 30 juta dolar AS, dan Export-Import Bank of Korea melakukan investasi langsung pertamanya ke sebuah startup. Ketiga investor tahap awal, yaitu NAVER, DSC Investment, dan KDB Capital, kembali ikut serta.

"Pendanaan Seri D ini menjadi tonggak penting bagi FuriosaAI dan mencerminkan kepercayaan investor di seluruh dunia pada teknologi dan kemampuan eksekusi kami," kata June Paik, Co-Founder dan CEO FuriosaAI. Jon Peddie Research mencatat tiga kategori investor yang disebut rilis berjumlah 515 juta dolar AS, sehingga sisa 105 juta dolar AS tidak dirinci per nama.

Apa Itu Chip RNGD dan Kenapa Disebut Hemat Daya?

RNGD adalah akselerator inferensi generasi kedua FuriosaAI berbentuk kartu PCIe 180 watt dengan pendingin udara. Chip ini dirancang menjalankan model AI yang sudah dilatih, bukan melatih model baru, dan masuk produksi massal pada Januari 2026, menurut blog resmi FuriosaAI.

Delapan kartu RNGD membentuk satu NXT RNGD Server berukuran 4U dengan daya 3 kilowatt, kemampuan 4 petaFLOPS pada presisi FP8, dan memori HBM3 384 GB. FuriosaAI menyebut server ini bisa masuk ke rak dan anggaran listrik yang sudah dimiliki perusahaan tanpa perlu memasang pendingin cair.

Perusahaan mengklaim RNGD menyamai throughput Nvidia RTX PRO 6000 pada jumlah kartu yang sama dan melayani dua kali lebih banyak pengguna per kilowatt. Jon Peddie Research mengingatkan rilis tidak menyebut model, ukuran batch, presisi, maupun target latensi pembanding, sehingga angka itu sebaiknya diperlakukan sebagai klaim vendor sampai ada uji independen.

Inti teknologinya adalah arsitektur Tensor Contraction Processor (TCP). Bila GPU memecah operasi model menjadi perkalian matriks dua dimensi berukuran tetap, TCP menjadikan kontraksi tensor berdimensi lebih tinggi sebagai unit kerja dasar. Rilis SDK 2026.4 bulan ini, menurut FuriosaAI, menaikkan jumlah token per watt hingga 138 persen untuk model gpt-oss-120B.

Untuk Apa Dana 620 Juta Dolar AS Itu Dipakai?

FuriosaAI memakai dana Seri D untuk tiga hal: menambah produksi RNGD, memperkuat ekosistem perangkat lunak, dan mempercepat chip generasi ketiga. Perusahaan menargetkan produksi 20.000 kartu RNGD pada 2026 dan lebih dari 40.000 unit pada 2027, sesuai rilis Business Wire 28 Oktober 2026.

Chip generasi ketiga dikembangkan bersama Broadcom dan mitra lain. Menurut blog FuriosaAI, chip ini tetap memakai arsitektur TCP dengan desain multi-die 2 nanometer dan memori HBM4 atau HBM4E, ditujukan untuk model agentic kelas frontier di klaster besar. Tanggal tape-out dan spesifikasi lengkapnya belum diumumkan.

RNGD sudah dipakai pelanggan berbayar. LG Group menjalankan model EXAONE di atas RNGD, Upstage memakainya untuk ringkasan pencarian bagi jutaan pengguna, dan Samsung SDS meluncurkan layanan komersial NPU-as-a-Service berbasis RNGD pada Juli 2026. "Membawa chip AI canggih dari desain ke produksi massal adalah pekerjaan yang sangat sulit," kata John Yetimoglu, Chief Investment Officer Infinitum.

Dampaknya bagi Pasar Chip AI dan Perusahaan Indonesia

Pendanaan FuriosaAI menunjukkan investor mulai bertaruh besar pada chip inferensi hemat daya sebagai alternatif GPU. Menurut Tech Startups, FuriosaAI dan Upwind Security menyumbang sekitar 78 persen dari 1,3025 miliar dolar AS yang tercatat di 10 putaran pendanaan pilihan pada 29 Oktober 2026.

Peran negara juga terlihat jelas. National Growth Fund masuk sebagai investor terbesar untuk mendukung program Korea Selatan memperluas infrastruktur komputasi AI dan memperkuat ekosistem semikonduktor dalam negeri. Pola ini mirip langkah banyak negara yang kini memperlakukan chip AI sebagai aset strategis nasional.

Bagi perusahaan di Indonesia yang ingin menjalankan model open-weight di server sendiri karena alasan kedaulatan data, kartu 180 watt berpendingin udara bisa menjadi opsi menarik untuk data center yang dayanya terbatas. Namun klaim performa RNGD masih perlu diuji sendiri, dan ketersediaan distributor serta dukungan teknis lokal belum diumumkan, sehingga tim IT sebaiknya menguji beban kerja nyata sebelum memutuskan pembelian.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait Chip AI

⚡ FuriosaAI Rebut Pasar LLM dengan Chip Hemat Daya

📊 Laba Samsung Tembus 107 Triliun Won; Melonjak 783 Persen Berkat Chip AI

🧠 Google Buka Kode TorchTPU; PyTorch Kini Jalan Native di Chip TPU

🚀 Danantara Gelar DTIIF 2026; Kadin Dorong RI Jadi Pusat Komputasi AI


Sumber dan Referensi

[1] FuriosaAI closes $620 million Series D to scale efficient, production-ready AI inference - FuriosaAI

[2] FuriosaAI Secures $620 Million Series D to Meet Surging Enterprise AI Inference Demand and Accelerate Next-Gen Silicon - Business Wire via Yahoo Finance

[3] FuriosaAI raises $620 million for RNGD - Jon Peddie Research

[4] Startup Funding News Today, October 29, 2026 - Tech Startups

    FuriosaAI Raih $620 Juta Seri D; Valuasi Chip Inferensi Tembus $2,9 Miliar | Burung Hantu Infratek