Meta Borong Chip AMD $100 Miliar Tantang Nvidia

Meta Borong Chip AMD $100 Miliar Tantang Nvidia

Raksasa media sosial Meta resmi meneken kesepakatan strategis senilai hingga $100 miliar dengan AMD untuk memasok 6 gigawatt GPU AI. Langkah agresif ini bukan hanya mengguncang dominasi Nvidia di pasar chip AI, tapi juga memaksa seluruh ekosistem AI integrator Indonesia dan pengembang solusi AI memikirkan ulang strategi infrastruktur mereka. Dengan pengiriman batch pertama dijadwalkan semester kedua 2026, Meta mengunci posisinya sebagai pelanggan AI terbesar dunia sekaligus menjadi pemegang 10% saham AMD.


6 Gigawatt GPU dan Saham 10% AMD

Meta dan AMD pada 24 Februari 2026 mengumumkan kemitraan multitahun yang mengubah lanskap industri chip AI secara fundamental. Kesepakatan ini mencakup deployment hingga 6 gigawatt GPU AMD Instinct untuk pusat data AI Meta. Skala ini setara dengan kapasitas daya beberapa kota kecil, menunjukkan betapa masifnya kebutuhan komputasi AI di era ini.

Chip yang akan digunakan adalah AMD Instinct MI450 versi custom, dirancang khusus untuk beban kerja AI Meta. Pengiriman batch pertama yang mendukung deployment 1 gigawatt pertama dijadwalkan dimulai pada semester kedua 2026. Chip ini akan dipasangkan dengan CPU AMD EPYC generasi keenam berkode nama "Venice" dan berjalan di atas arsitektur rack-scale AMD Helios.

Sebagai bagian dari kesepakatan, AMD menerbitkan warrant berbasis performa kepada Meta untuk mengakuisisi hingga 160 juta saham AMD. Jika seluruh warrant dieksekusi, Meta akan menguasai sekitar 10% total saham AMD. Ini bukan sekadar kontrak pembelian chip, ini adalah aliansi strategis yang menyatukan dua raksasa teknologi.

CEO AMD Lisa Su menyatakan bahwa pasar CPU sedang membara. "Ada permintaan signifikan yang terus tumbuh, dan ini benar-benar hasil dari deployment infrastruktur AI ketika inferencing dan agentic AI berkembang pesat," ujar Su dalam briefing investor.

Diversifikasi dari Ketergantungan Nvidia

Langkah Meta ini terjadi hanya beberapa hari setelah perusahaan yang sama mengumumkan kemitraan serupa dengan Nvidia untuk menggunakan jutaan chip Blackwell dan Rubin. Dengan meneken dua kesepakatan raksasa dalam waktu berdekatan, Meta secara strategis mendiversifikasi rantai pasok chip AI-nya.

Bagi AI integrator Indonesia dan pengembang solusi AI, sinyal ini sangat penting. Ketika raksasa seperti Meta memilih untuk tidak bergantung pada satu vendor chip saja, ini menciptakan ekosistem yang lebih kompetitif dan berpotensi menurunkan biaya akses infrastruktur AI di masa depan. Kompetisi AMD versus Nvidia akan menguntungkan seluruh industri integrasi AI.

AMD sendiri sudah meneken kesepakatan serupa dengan OpenAI pada Oktober 2025, menegaskan bahwa chipmaker ini serius menantang dominasi Nvidia. Target jangka panjang AMD adalah mencapai pertumbuhan pendapatan data center AI lebih dari 80% CAGR dan menghasilkan lebih dari $20 earnings per share dalam tiga hingga lima tahun.

Meta menyebut visinya adalah mencapai "personal superintelligence", sebuah ambisi untuk menghadirkan kecerdasan buatan yang dipersonalisasi untuk miliaran pengguna di platform-nya. Ambisi ini membutuhkan infrastruktur komputasi dalam skala yang belum pernah ada sebelumnya.

Era Perang Chip AI Baru Dimulai

Kesepakatan Meta-AMD ini menandai babak baru dalam perang chip AI global. Nvidia yang selama ini mendominasi pasar GPU untuk AI kini menghadapi tekanan serius dari AMD yang berhasil mengamankan kontrak-kontrak bernilai fantastis secara beruntun.

Analis melihat langkah ini sebagai validasi bahwa pasar chip AI cukup besar untuk menampung lebih dari satu pemain dominan. Saham AMD melonjak 8,8% setelah pengumuman ini, menunjukkan kepercayaan pasar terhadap strategi perusahaan. Bagi ekosistem teknologi Indonesia, kompetisi ini berarti lebih banyak pilihan dan harga yang lebih kompetitif untuk infrastruktur AI.

Tren diversifikasi vendor chip AI juga relevan bagi perusahaan-perusahaan Indonesia yang sedang membangun kapabilitas AI. Adopsi teknologi AI di Indonesia yang sudah mencapai 92% membutuhkan infrastruktur yang andal dan terjangkau. Dengan kompetisi yang semakin ketat di level global, peluang integrasi AI untuk bisnis Indonesia menjadi semakin terbuka lebar.

Pertanyaannya sekarang bukan lagi siapa yang akan memenangkan perang chip AI, melainkan seberapa cepat manfaatnya akan sampai ke pasar-pasar berkembang seperti Indonesia. Satu hal yang pasti, era monopoli chip AI sudah berakhir.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek. Mohon maaf apabila terdapat ketidakakuratan pada data aktual.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait AI dan Chip

🤖 Meta Borong Jutaan Chip Nvidia dan Guncang Wall Street

ByteDance Garap Chip AI SeedChip, Gandeng Samsung

🔥 17 Startup AI AS Raup $55 Miliar dalam 7 Pekan 2026

💡 Anthropic Kantongi $20 Miliar, Investor Berebut Masuk


Sumber dan Referensi

[1] AMD and Meta Announce Expanded Strategic Partnership to Deploy 6 Gigawatts of AMD GPUs

[2] Meta strikes up to $100B AMD chip deal as it chases personal superintelligence - TechCrunch

[3] Meta strikes AI chip deal with AMD days after committing to deploy millions of Nvidia GPUs - CNBC

[4] Meta agrees $60bn deal with chipmaker AMD despite AI bubble fears - The Guardian

[5] Meta and AMD Partner for Longterm AI Infrastructure Agreement - Meta

[6] AMD Expands Meta AI Partnership With A Massive 6 Gigawatt GPU Win - Forbes