ByteDance Garap Chip AI SeedChip, Gandeng Samsung

ByteDance, induk perusahaan TikTok, tengah mengembangkan chip AI buatan sendiri dengan nama kode SeedChip dan sedang bernegosiasi dengan Samsung Electronics untuk produksi massal. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap pembatasan ekspor chip AS ke China dan meningkatnya kebutuhan komputasi AI yang masif. Dengan target produksi 100.000 unit tahun ini dan rencana peningkatan hingga 350.000 unit, ByteDance bergabung dalam gelombang raksasa teknologi China yang berlomba membangun ekosistem chip AI independen dari dominasi NVIDIA.
SeedChip: Ambisi ByteDance Lepas dari Ketergantungan NVIDIA
Menurut laporan eksklusif Reuters, ByteDance sedang mengembangkan chip AI yang dirancang khusus untuk tugas inferensi AI. Perusahaan menargetkan sampel chip sudah tersedia pada akhir Maret 2026, dengan produksi awal minimal 100.000 unit di tahun yang sama. Dalam skenario optimis, ByteDance berencana meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap hingga 350.000 unit.
Negosiasi dengan Samsung tidak hanya mencakup jasa foundry untuk memproduksi chip, tetapi juga akses ke pasokan memory chip yang saat ini sangat langka di tengah pembangunan infrastruktur AI global. Kombinasi ini menjadikan kesepakatan dengan Samsung sangat strategis bagi ByteDance.
Proyek chip ini bukan langkah baru. Upaya ByteDance di bidang semikonduktor sudah dimulai sejak 2022 ketika perusahaan mulai merekrut insinyur chip secara agresif. Pada 2024, Reuters melaporkan ByteDance bekerja sama dengan Broadcom untuk merancang prosesor AI canggih yang rencananya akan diproduksi di TSMC. Kini dengan SeedChip, ByteDance tampaknya beralih ke Samsung sebagai mitra manufaktur.
Menariknya, juru bicara ByteDance menyebut informasi tentang proyek chip in-house ini "tidak akurat" tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Samsung juga menolak berkomentar. Namun sumber yang mengetahui langsung proyek ini menegaskan bahwa negosiasi sedang berjalan aktif.
Investasi $23 Miliar dan Perang Chip AS-China
ByteDance dikabarkan mengalokasikan anggaran $23 miliar untuk investasi AI di 2026. Sekitar separuh dari anggaran tersebut, atau CNY 85 miliar (sekitar $12 miliar), dialokasikan untuk pengadaan prosesor AI. Skala investasi ini menunjukkan betapa seriusnya ByteDance membangun infrastruktur AI mandiri.
Konteks geopolitik menjadi faktor penentu di balik langkah ini. Pembatasan ekspor chip canggih AS ke China telah mempersulit perusahaan teknologi China untuk mengakses GPU NVIDIA terbaru. Meski pemerintahan Trump dilaporkan telah menyetujui penjualan chip H200 NVIDIA ke ByteDance, proses negosiasi terhambat oleh persyaratan Know-Your-Customer (KYC) yang dinilai terlalu ketat oleh NVIDIA sendiri.
ByteDance saat ini menghabiskan miliaran dolar untuk menyewa data center di luar negeri agar bisa menggunakan hardware NVIDIA secara legal untuk melatih model AI dan melayani pengguna internasional. Biaya operasional yang besar ini menjadi pendorong kuat untuk mengembangkan solusi chip sendiri yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik layanan ByteDance, mulai dari video pendek hingga chatbot Doubao.
China Berlomba Bangun Ekosistem Chip AI Mandiri
ByteDance bukan satu-satunya raksasa teknologi China yang mengambil jalur ini. Alibaba pada Januari 2026 meluncurkan chip AI Zhenwu 810E untuk mengurangi ketergantungan pada NVIDIA. Baidu sudah memiliki roadmap lima tahun untuk lini chip Kunlun, dimulai dengan M100 di 2026 dan M300 di 2027. Baidu bahkan sudah menjual chipnya ke operator data center pihak ketiga dan berencana membawa unit chip Kunlunxin ke bursa saham.
Tren ini menandakan fragmentasi rantai pasok AI global yang semakin nyata. Di satu sisi, raksasa teknologi Barat seperti Google, Amazon, dan Microsoft juga mengembangkan chip AI sendiri untuk mengurangi ketergantungan pada NVIDIA. Di sisi lain, perusahaan China membangun ekosistem hardware AI yang sepenuhnya terpisah.
Bagi AI integrator Indonesia, perkembangan ini membawa peluang menarik. Semakin banyak pemain di pasar chip AI berarti kompetisi yang lebih ketat, yang pada akhirnya bisa menurunkan biaya komputasi AI secara global. Pengembang solusi AI Indonesia yang saat ini bergantung pada infrastruktur cloud berbasis GPU NVIDIA mungkin segera memiliki alternatif hardware yang lebih beragam dan terjangkau dari berbagai vendor, termasuk dari ekosistem China.
(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)
⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek. Mohon maaf apabila terdapat ketidakakuratan pada data aktual.
Berita Terkait Chip AI & Geopolitik Teknologi
🚫 China Tolak Nvidia H200 Meski Trump Sudah Izinkan Ekspor
⚠️ Jensen Huang Peringatkan AS: China Bisa Menang Perang AI Lewat Open Source
💾 DRAM Mahal Sampai 2028 Gegara Samsung dan SK Hynix Pilih Cuan
🏭 Samsung Supply 2nm GAA Chips ke Dua Perusahaan Mining Crypto China
Sumber dan Referensi
[1] Exclusive: ByteDance developing AI chip, in manufacturing talks with Samsung - Reuters
[2] China's ByteDance In Talks With Samsung To Manufacture AI Chips - Benzinga
[3] ByteDance said to be developing AI chip, in talks with Samsung - TechNode
[4] ByteDance reportedly develops AI chip, in talks with Samsung - Tech in Asia
[5] Nvidia's AI chip sale to ByteDance hinges on conditions set by Trump administration - Reuters
[6] Exclusive-ByteDance Developing AI Chip, in Manufacturing Talks With Samsung - US News
[7] ByteDance Develops AI Chip in Talks with Samsung for Production - Mezha
