LG CNS Rampungkan Data Center AI 30 MW di Jakarta; Siap Naik ke 400 MW

LG CNS Rampungkan Data Center AI 30 MW di Jakarta; Siap Naik ke 400 MW

LG CNS, afiliasi teknologi informasi LG Group, merampungkan pembangunan pusat data AI hyperscale berkapasitas 30 megawatt (MW) di Jakarta untuk KMG, perusahaan patungan Sinar Mas Group dan Korea Investment Real Asset Management. Upacara peresmian digelar pada 1 November 2026, dan seluruh kapasitas fasilitas sudah tersewa sebelum konstruksi selesai. Proyek ini penting karena menjadi pusat data AI pertama yang dibangun perusahaan Korea Selatan untuk klien luar negeri, dan tahap berikutnya dirancang menaikkan kapasitas total hingga 400 MW.

Apa yang Dibangun LG CNS di Jakarta?

LG CNS membangun pusat data AI hyperscale 30 MW di Jakarta yang dirancang untuk komputasi berbasis GPU generasi baru. Menurut pengumuman LG CNS pada 2 November 2026, fasilitas tahap pertama ini sudah mengantongi penyewa untuk seluruh kapasitasnya sebelum rampung. Pemesannya adalah KMG, perusahaan patungan Sinar Mas Group dan Korea Investment Real Asset Management.

Peresmian berlangsung di Jakarta pada 1 November 2026 dengan nama SMX01 Jakarta. CEO LG CNS Hyun Shin-kyun dan Chairman Sinar Mas Group Franky Oesman Widjaja hadir bersama jajaran Korea Investment Real Asset Management dan SM+ Holdings. LG CNS menyebut proyek ini sebagai pertama kalinya perusahaan Korea Selatan membangun pusat data AI di luar negeri untuk klien setempat.

Kontrak konstruksi proyek ini diumumkan pada Agustus 2025. Saat itu RCR Wireless melaporkan nilainya sekitar 100 miliar won atau 72 juta dolar AS, dengan rencana gedung 11 lantai seluas 46.281 meter persegi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Rencana awal menyebut fasilitas mampu menampung lebih dari 100.000 server dan bersifat netral operator, sehingga penyewa bebas memilih penyedia jaringan.

Spesifikasi Teknis, 300 Kilowatt per Rak dan Pendingin Hibrida

Pusat data ini memakai sistem daya yang sanggup melayani lebih dari 300 kilowatt per rak, sekitar 60 kali kebutuhan rak pusat data biasa, menurut LG CNS (2026). Pendinginnya hibrida: tahap pertama memakai pendingin udara, lalu pendingin cair ditambahkan pada tahap berikutnya untuk server AI berkepadatan tinggi.

Kepadatan daya setinggi itu dibutuhkan karena satu rak AI kini bisa berisi banyak GPU yang menghasilkan panas besar. Pendingin udara cukup untuk tahap awal, tetapi rak GPU generasi baru umumnya menuntut pendingin cair agar suhu tetap terkendali. LG CNS juga memasang jalur daya ganda dan daya cadangan sehingga fasilitas tetap beroperasi 24 jam meski pasokan listrik utama terganggu.

Proyek ini memakai pendekatan yang LG sebut One LG. LG CNS memegang desain, konstruksi, dan operasi (DBO), LG Electronics memasok sistem pendingin udara, dan LG Energy Solution menyediakan baterai. Pola ini memberi LG satu paket infrastruktur daya, pendingin, dan energi yang bisa ditawarkan ulang ke klien pusat data lain di kawasan.

Kapasitas Naik ke 400 MW dan Ekspansi ke Asia Pasifik

LG CNS sedang merancang tahap lanjutan yang akan menaikkan kapasitas daya total lokasi Jakarta menjadi 400 MW, menurut keterangan perusahaan pada 2 November 2026. Angka ini jauh di atas rencana yang diumumkan pada Agustus 2025, yaitu mulai dari 30 MW dan naik bertahap hingga 220 MW.

Perusahaan menjadikan proyek Jakarta sebagai pijakan untuk mengejar proyek serupa di Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Jepang. Di Korea, LG CNS memperluas portofolio pusat data dari colocation dan DBO ke pusat data modular prafabrikasi, layanan GPU berlangganan (GPUaaS), dan infrastruktur pendingin cair, lalu ke bisnis AI factory yang menggabungkan infrastruktur dengan platform dan layanan AI.

"Rampungnya pusat data AI di Indonesia adalah capaian berarti yang memungkinkan LG CNS membawa kemampuan pusat data yang dibangun di dalam negeri ke klien luar negeri dan membuktikan daya saingnya di pasar global," kata Hyun Shin-kyun, CEO LG CNS, seperti dikutip Seoul Economic Daily. Ia menambahkan perusahaan akan memperluas bisnis pusat data AI dan AI factory di Asia Pasifik, kawasan yang permintaan komputasi AI-nya tumbuh cepat.

Dampaknya bagi Perusahaan dan Ekosistem AI Indonesia

Bagi Indonesia, fasilitas ini menambah kapasitas komputasi GPU yang berlokasi di dalam negeri, tepat di pusat Jakarta. Perusahaan yang ingin melatih atau menjalankan model AI kini punya lebih banyak pilihan selain menyewa GPU di Singapura atau di region cloud luar negeri, terutama untuk beban kerja yang menyimpan data sensitif.

Tambahan 30 MW ini juga masuk ke target nasional yang lebih besar. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebut pada 22 Oktober 2026 bahwa proyek pusat data yang sedang disiapkan ditargetkan mencapai kapasitas total 1,3 gigawatt. Pemerintah juga mengarahkan pembangunan pusat data AI agar tidak terkonsentrasi di Jawa Tengah dan Batam, sementara usulan menjadikannya Proyek Strategis Nasional masih dibahas.

Dari sisi aturan, Kemkomdigi sedang membawa rancangan Peraturan Presiden tentang pusat data dan kabel bawah laut ke tahap konsultasi publik, menurut Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Wayan Toni Supriyanto. Bagi perusahaan di Indonesia yang memindahkan beban kerja AI ke pusat data lokal, kewajiban Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi tetap berlaku, sehingga kontrak sewa GPU perlu memuat pembagian tanggung jawab keamanan data yang jelas.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait AI Indonesia

📊 BKPM Catat 9 Investor Data Center Incar Indonesia; Butuh Listrik 2,7 GW

🚀 TelkomGroup Luncurkan Empat Teknologi Berdaulat; Data Center AI Bidik 1 GW

💸 Danantara Bidik Rp30 Triliun dari Pusat Data AI, Tak Cuma Sewa Lahan

⚡ Nvidia Jajaki Investasi USD4,5 Miliar di Batam untuk Pusat Data AI


Sumber dan Referensi

[1] LG CNS, 국내 기업 최초 해외 AI데이터센터 구축. 인니 30MW급 완공 - LG CNS

[2] LG CNS completes 30-MW AI data center in Indonesia - The Korea Times

[3] LG CNS Completes First Overseas AI Data Center by Korean Firm - Seoul Economic Daily

[4] LG CNS completes construction of AI data center in Indonesia's Jakarta - The Korea Herald

[5] LG CNS to build Korea's first overseas AIDC in Jakarta - RCR Wireless News

[6] Kemkomdigi dorong pusat data tumbuh merata hingga Indonesia timur - ANTARA

[7] UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi - JDIH BPK

    LG CNS Rampungkan Data Center AI 30 MW di Jakarta; Siap Naik ke 400 MW | Burung Hantu Infratek