Dropbox Beli Tigris Data Senilai $350 Juta untuk Layani Agen AI

Dropbox Beli Tigris Data Senilai $350 Juta untuk Layani Agen AI

Dropbox mengumumkan pada 5 November 2026 bahwa perusahaan akan membeli Tigris Data, platform object storage terdistribusi global untuk beban kerja AI, dengan nilai tunai sekitar $350 juta. Perjanjian definitif diteken pada 3 November 2026 dan penutupan transaksi ditargetkan pada kuartal IV 2026. Bersamaan dengan itu Dropbox meluncurkan DBX Agent Cloud, lini infrastruktur baru bagi perusahaan dan pengembang yang membangun aplikasi serta agen AI, sehingga raksasa penyimpanan berkas ini mulai menjual penyimpanan sebagai fondasi AI.

Dropbox Sepakati Akuisisi Tigris Data Senilai Sekitar $350 Juta

Dropbox membeli seluruh ekuitas Tigris Data Inc. dengan imbalan tunai sekitar $350 juta, di luar penyesuaian harga beli yang lazim. Perjanjian definitif diteken pada 3 November 2026, diumumkan ke publik pada 5 November 2026, dan ditargetkan selesai pada kuartal IV 2026 setelah syarat penutupan terpenuhi.

Rincian itu tercantum dalam laporan Form 8-K Dropbox yang diserahkan ke regulator pasar modal Amerika Serikat (SEC) dan ditandatangani Chief Legal Officer William T. Yoon pada 5 November 2026. Dokumen yang sama mengingatkan adanya risiko transaksi tidak selesai sesuai jadwal atau bahkan tidak selesai sama sekali, sehingga rencana ini belum final.

Tigris didirikan oleh mantan insinyur Uber dan menyediakan penyimpanan data yang bisa diakses lintas cloud tanpa ikatan vendor dan tanpa biaya egress, yakni biaya keluar data. Dalam rilis hasil kuartal III 2026, Dropbox menyebut akuisisi ini sebagai rencana pembelian senilai $350,0 juta untuk platform object storage terdistribusi global yang dibangun untuk AI.

"Pelanggan kami bergantung pada Tigris agar aplikasi mereka tetap berjalan, dan kebutuhan mereka terus tumbuh," kata Ovais Tariq, salah satu pendiri sekaligus CEO Tigris. Ia menambahkan bahwa Dropbox membawa pengalaman hampir dua dekade mengoperasikan infrastruktur penyimpanan dalam skala besar, yang menurutnya akan membantu Tigris melayani beban kerja yang lebih besar.

Apa Itu DBX Agent Cloud dan Mengapa Dimulai dari Object Storage?

DBX Agent Cloud adalah lapisan penyimpanan dan data bagi perusahaan serta pengembang yang membangun aplikasi dan agen AI. Layanan ini dimulai dari object storage yang kompatibel dengan S3 dan bisa dibeli terpisah, lalu dijadwalkan bertambah dengan kemampuan filesystem dan pemrosesan konten.

Kompatibel dengan S3 berarti pengembang bisa memakai perangkat dan aplikasi yang sudah dibuat untuk Amazon S3 tanpa menulis ulang integrasinya. Dropbox menyebut layanan ini dapat dibeli secara mandiri, tanpa harus berlangganan produk Dropbox untuk berkas kerja. Harga DBX Agent Cloud tidak diungkap dalam dokumen yang kami baca.

Dalam panggilan investor pada 5 November 2026, Co-CEO Ashraf Alkarmi menegaskan arah jangka panjangnya. "Object storage adalah pintu masuknya, bukan tujuan akhirnya," ujarnya. Alkarmi juga mengatakan Tigris memiliki ribuan pelanggan yang bergantung padanya untuk menjaga aplikasi tetap berjalan.

Di sisi produk lain, Dropbox menyatakan fitur AI barunya sudah dirilis ke lebih dari 70.000 tim. Pengguna dapat meminta Dropbox mencari informasi, meringkas folder, membandingkan versi, menyusun dokumen, hingga mengedit PDF dan video, dengan rencana kerja yang harus disetujui lebih dulu. Peluncuran awal difokuskan pada tim Standard dan Advanced yang memenuhi syarat di Amerika Serikat, Inggris, dan Australia, dalam bahasa Inggris, dengan ketersediaan lebih luas direncanakan pada 2027.

Angka Kuartal III 2026 dan Posisi Tigris di Mata Investor

Dropbox mencatat pendapatan kuartal III 2026 sebesar $637,3 juta, naik 0,5 persen dari tahun sebelumnya, dengan ARR total $2,555 miliar. Akuisisi Tigris belum masuk panduan keuangan karena transaksinya belum selesai, sementara manajemen menyebut Tigris kecil tetapi tumbuh cepat.

Untuk kuartal yang berakhir 30 September 2026, jumlah pengguna berbayar mencapai 18,20 juta, dibandingkan 18,07 juta pada angka pembanding di rilis, dengan ARPU $138,76. Marjin operasi GAAP tercatat 27,5 persen dan non-GAAP 42,2 persen, sedangkan laba bersih GAAP $116,1 juta. Kas dan investasi jangka pendek berjumlah $1,142 miliar.

Pada panggilan investor itu, Ross Tennenbaum, salah satu pembicara dari pihak Dropbox, menggambarkan Tigris sebagai bisnis kecil yang bergerak cepat. "Mereka sudah melayani ribuan pelanggan, termasuk beberapa perusahaan besar dan pemain platform berbasis AI," katanya. Jabatan Tennenbaum tidak tertulis pada transkrip yang kami baca.

Tennenbaum juga mengatakan Tigris berjalan dengan pembakaran kas yang moderat, dan menyebut peluang ini sensitif waktu karena pasar bergerak cepat. Ia menyampaikan bahwa Dropbox akan memberi panduan resmi, termasuk untuk Tigris, pada Februari, dan bahwa efisiensi infrastruktur yang sedang berjalan diperkirakan membuka kapasitas penyimpanan untuk menampung pelanggan Tigris.

Dampaknya bagi Perusahaan dan Pengembang di Indonesia

Langkah Dropbox menunjukkan penyimpanan data kini diperlakukan sebagai komponen inti infrastruktur AI, bukan sekadar tempat menaruh berkas. Penyedia penyimpanan lama mulai menjual layanan langsung ke pengembang agen AI, sehingga pilihan pemasok object storage yang kompatibel dengan S3 bertambah bagi tim teknologi di berbagai negara.

Bagi perusahaan di Indonesia yang membangun aplikasi AI, kompatibilitas S3 memudahkan perbandingan penyedia tanpa menulis ulang kode. Namun dokumen yang kami baca tidak menyebut harga, wilayah layanan, maupun lokasi pusat data DBX Agent Cloud, sehingga tim perlu menunggu rinciannya sebelum menimbang biaya, latensi, dan kepatuhan.

Bagi pengembang dan integrator di Indonesia, sinyal praktisnya jelas: rancang arsitektur agen AI dengan lapisan penyimpanan yang mudah diganti, dan tetap periksa kewajiban perlindungan data pribadi saat data keluar negeri. Transaksi ini belum selesai dan Dropbox sendiri mengingatkan bisa saja tidak rampung, jadi keputusan membeli layanan sebaiknya menunggu penutupan dan rincian produk.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait Dropbox

💸 AMD Bayar $2,9 Miliar untuk Taalas; $1,4 Miliar Bergantung Syarat

☁️ Google Jamin Sewa Anthropic di Kentucky; Kontrak TeraWulf $19 Miliar

📉 Meta Jajaki Obligasi $20 Miliar; S&P Ubah Prospek Jadi Negatif

🤖 Mistral Buka Agen Terkelola dan Aplikasi di Studio untuk Perusahaan


Sumber dan Referensi

[1] Dropbox, Inc. Form 8-K - U.S. Securities and Exchange Commission

[2] Dropbox Announces Plans to Acquire Tigris Data Inc. and Unveils DBX Agent Cloud as Part of AI-Powered Product Evolution - Business Wire / SEC

[3] Dropbox Announces Third Quarter 2026 Results - U.S. Securities and Exchange Commission

[4] Dropbox's next chapter: moving your work forward with AI in Dropbox - Dropbox Blog

[5] Dropbox plans to acquire Tigris - Tigris Blog

[6] Dropbox (DBX) Q3 2026 Earnings Call Transcript - The Motley Fool

    Dropbox Beli Tigris Data Senilai $350 Juta untuk Layani Agen AI | Burung Hantu Infratek