AMD Bayar $2,9 Miliar untuk Taalas; $1,4 Miliar Bergantung Syarat

AMD mengungkap harga akuisisi Taalas, startup chip inferensi AI asal Toronto, sebesar sekitar 2,9 miliar dolar AS dalam dokumen sekuritas yang diajukan pada Rabu, 4 November 2026. Nilai itu berupa campuran tunai dan saham, dan 1,4 miliar dolar AS di antaranya bergantung pada syarat yang belum dirinci. Kesepakatan yang diumumkan pada 6 Agustus 2026 itu belum selesai karena menunggu persetujuan regulator, tetapi harganya sudah menjadikannya salah satu akuisisi perusahaan teknologi Kanada terbesar dan menandai makin panasnya perebutan pasar inferensi.
Harga Akuisisi Taalas Akhirnya Terbuka
AMD akan membayar sekitar 2,9 miliar dolar AS untuk Taalas Inc., menurut dokumen sekuritas yang dilaporkan The Globe and Mail pada 4 November 2026. Pembayaran berupa tunai dan saham, dengan 1,4 miliar dolar AS bergantung pada syarat yang tidak dirinci. Kesepakatan belum ditutup dan masih menunggu persetujuan regulator.
Angka itu melompat jauh dari valuasi sebelumnya. Taalas menerbitkan saham baru pada putaran Seri B November 2025 dengan harga 94,51 dolar AS per saham, yang menurut analisis dokumen perusahaan oleh The Globe and Mail memberi valuasi tersirat di atas 750 juta dolar AS. Startup itu telah menghimpun lebih dari 225 juta dolar AS dari investor ventura.
Pada Februari 2026 Taalas menutup putaran 169 juta dolar AS yang melibatkan Fidelity Management & Research dan Quiet Capital. Saat itu CEO Ljubisa Bajic menyebut timnya baru 24 karyawan dan baru membelanjakan 30 juta dolar AS dari dananya. Selisih antara dana yang terpakai dan harga akuisisi menunjukkan seberapa mahal tim chip inferensi kini dihargai.
Nilai 2,9 miliar dolar AS menjadikan transaksi ini yang terbesar yang diketahui untuk perusahaan teknologi Kanada sejak Ecolab membeli CoolIT Systems senilai 4,75 miliar dolar AS pada Maret. Angka itu juga melampaui 2,75 miliar dolar AS yang dibayar Nasdaq untuk Verafin pada November 2020. Taalas didirikan pada Agustus 2023 oleh mantan eksekutif AMD, yaitu Ljubisa Bajic, Lejla Bajic, dan Drago Ignjatovic.
Chip yang Dicetak Khusus untuk Satu Model AI
Taalas membuat chip model-spesifik: bobot dan aliran data sebuah model AI dicetak langsung menjadi transistor, bukan terus-menerus dibaca dari memori berkecepatan tinggi. Chip jadi hanya menjalankan model yang menjadi dasarnya, sehingga model baru berarti silikon baru. Imbalannya, kecepatan dan efisiensi daya yang diklaim jauh lebih tinggi.
Chip uji pertamanya, HC1, dibuat di proses 6 nanometer milik TSMC dan melayani model Llama 3.1 8B milik Meta pada kecepatan mendekati 17.000 token per detik, menurut SiliconANGLE. Pada Februari, Taalas mengklaim angka itu 73 kali kecepatan Nvidia H200 dengan sepersepuluh daya. Itu klaim perusahaan, belum diverifikasi pihak independen. Chip kedua, HC2, menyasar model sekitar 20 miliar parameter.
Kelemahan yang jelas adalah fleksibilitas, dan Taalas berargumen biayanya tidak sebesar kedengarannya. Menurut SiliconANGLE, hanya dua dari lebih dari 100 lapisan chip yang berubah antar desain, dan waktu tape-out disebut sekitar dua bulan memakai perangkat internal. Pendekatan ini hanya masuk akal untuk model yang dipakai luas dan stabil.
"Kami mendirikan Taalas untuk memikirkan ulang inferensi AI dari nol dengan membangun perangkat keras di sekeliling model," kata Ljubisa Bajic, salah satu pendiri dan CEO Taalas, dalam rilis AMD. AMD berencana memasukkan teknologinya ke peta jalan akselerator dan membangun solusi tingkat sistem bersama GPU Instinct, rak Helios, prosesor EPYC, dan perangkat lunak ROCm.
Dampaknya bagi Persaingan Inferensi dan Pengguna di Indonesia
Akuisisi ini menunjukkan AMD mengejar Nvidia lewat chip inferensi khusus, bukan hanya GPU serbaguna. Pasar inferensi memanas karena penyedia cloud dan perusahaan mencari alternatif yang lebih murah untuk menjalankan model dan agen AI. Taalas menambah daftar akuisisi AI AMD sepanjang 2026.
Pesaing bergerak ke arah yang sama. Nvidia disebut SiliconANGLE sepakat melisensikan teknologi inferensi Groq pada Desember dalam kesepakatan yang dilaporkan bernilai 20 miliar dolar AS. Pada Oktober Tenstorrent mengumpulkan 1,5 miliar dolar AS dengan valuasi 6,2 miliar dolar AS, dan pada September AMD mengumumkan pembelian World Labs senilai 8,2 miliar dolar AS.
Ada beberapa hal yang belum jelas. Kesepakatan belum ditutup, syarat untuk 1,4 miliar dolar AS tidak dirinci, dan AMD belum mengumumkan produk atau jadwal yang memakai teknologi Taalas. Keunggulan chip model-spesifik juga baru terbukti pada model kecil seperti Llama 3.1 8B, bukan model frontier berukuran ratusan miliar parameter. Selama dua hal itu belum terjawab, angka 2,9 miliar dolar AS lebih tepat dibaca sebagai taruhan strategis AMD daripada bukti bahwa pendekatan Taalas sudah menang.
Bagi perusahaan dan pengembang di Indonesia yang menjalankan model lewat cloud, dampaknya tidak langsung dan belum terukur. Yang layak dipantau adalah apakah persaingan chip inferensi menekan biaya per token di penyedia cloud yang mereka pakai. Tim yang merancang arsitektur AI sebaiknya tidak mengunci diri pada satu pemasok chip.
(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)
Foto sampul: ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto produk atau kejadian asli.
⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.
🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.
Berita Terkait AMD
📊 AMD Lapor Pendapatan Q3 $13,4 Miliar; Data Center Melonjak 97 Persen
⚡ Penyelundup HBM Korea ke China Pakai Chip Murah; Harga Tembus $4.000 per Unit
🚀 Nvidia Minta Mitra Cloud Jual 51 Persen Layanan ke Non-China
🧠 Meituan Rilis LongCat-2.5; Model 1,6 Triliun Parameter Dilatih di Chip China
Sumber dan Referensi
[3] AMD acquires Taalas to hardwire AI models into silicon - SiliconANGLE
[4] AMD acquires AI chip startup Taalas to further support inference workloads - SDxCentral
