Cloudflare Bangun Ulang Next.js Pakai AI dalam Seminggu, Cuma Habis $1.100

Cloudflare Bangun Ulang Next.js Pakai AI dalam Seminggu, Cuma Habis $1.100

Satu engineer Cloudflare dan sebuah model AI berhasil membangun ulang framework front-end terpopuler dunia dari nol dalam waktu kurang dari seminggu. AI integrator Indonesia patut memperhatikan vinext, pengganti drop-in Next.js berbasis Vite yang build 4x lebih cepat dan bundle 57% lebih kecil, dengan total biaya token hanya $1.100.


Satu Engineer, Satu AI, Satu Minggu

Cloudflare baru saja merilis vinext (dibaca "vee-next"), sebuah reimplementasi lengkap dari API surface Next.js yang dibangun di atas Vite. Bukan wrapper, bukan adapter, melainkan implementasi alternatif dari routing, server rendering, React Server Components, server actions, caching, dan middleware. Semuanya dibangun sebagai plugin Vite.

Yang membuat proyek ini menggemparkan adalah cara pembuatannya. Hampir seluruh kode ditulis oleh AI, dengan satu orang engineer (yang sebenarnya seorang engineering manager) mengarahkan prosesnya. Commit pertama mendarat pada 13 Februari. Di akhir malam yang sama, Pages Router dan App Router sudah memiliki SSR dasar yang berfungsi, lengkap dengan middleware, server actions, dan streaming.

Total biaya API token Claude yang digunakan selama proyek ini hanya sekitar $1.100. Sebagai perbandingan, Next.js sendiri telah dikembangkan selama bertahun-tahun oleh tim engineer besar di Vercel. Steve Faulkner, engineer di balik vinext, menjalankan lebih dari 800 sesi di OpenCode selama proses pembangunan.

"AI got better. Way better," tulis Faulkner di blog Cloudflare. Menurutnya, proyek ini tidak akan mungkin dilakukan bahkan beberapa bulan sebelumnya karena model AI sebelumnya tidak mampu mempertahankan koherensi di seluruh codebase sebesar ini.

Build 4x Lebih Cepat, Bundle 57% Lebih Kecil

Benchmark awal vinext menunjukkan angka yang menjanjikan. Dalam pengujian menggunakan aplikasi App Router dengan 33 route, vinext dengan Vite 8 dan Rolldown (bundler berbasis Rust) mencatat waktu build 1,67 detik, dibandingkan 7,38 detik untuk Next.js 16 dengan Turbopack. Itu 4,4x lebih cepat.

Dari sisi ukuran bundle client yang di-gzip, vinext menghasilkan 72,9 KB dibandingkan 168,9 KB milik Next.js, atau 57% lebih kecil. Cloudflare menekankan bahwa benchmark ini mengukur kecepatan kompilasi dan bundling, bukan performa serving di produksi.

Untuk migrasi, pengembang solusi AI cukup mengganti next dengan vinext di scripts mereka. Folder app/, pages/, dan next.config.js yang sudah ada tetap berfungsi apa adanya. Cloudflare bahkan menyediakan Agent Skill yang bisa melakukan migrasi otomatis melalui Claude Code, Cursor, Codex, dan tools AI coding lainnya.

Vinext juga memperkenalkan fitur eksperimental bernama Traffic-aware Pre-Rendering (TPR). Alih-alih me-render semua halaman saat build seperti Next.js, TPR memanfaatkan data trafik Cloudflare untuk hanya pre-render halaman yang benar-benar dikunjungi. Untuk situs dengan 100.000 halaman produk, ini berarti hanya 50-200 halaman yang di-render, bukan semuanya.

Sinyal Besar untuk Masa Depan Software Development

Vinext bukan sekadar framework baru. Ini adalah bukti nyata bahwa AI telah mengubah ekonomi pembangunan software secara fundamental. Proyek yang biasanya membutuhkan tim engineer selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun kini bisa diselesaikan oleh satu orang dengan bantuan AI dalam hitungan hari.

Faulkner sendiri mengajukan pertanyaan provokatif dalam blognya. "Why do we have so many layers in the stack?" tulisnya. Menurutnya, sebagian besar abstraksi dalam software ada karena manusia butuh bantuan untuk mengelola kompleksitas. AI tidak memiliki keterbatasan yang sama, karena bisa menahan seluruh sistem dalam konteks dan langsung menulis kodenya.

Meski masih berstatus eksperimental dan belum genap berusia satu minggu, vinext sudah memiliki 1.700+ unit test dan 380 E2E test, dengan cakupan 94% dari API surface Next.js 16. Bahkan sudah ada pelanggan yang menjalankannya di produksi, termasuk National Design Studio yang menggunakannya untuk situs CIO.gov.

Bagi integrasi AI untuk bisnis di Indonesia, vinext menjadi sinyal bahwa "biaya membangun software telah berubah total," seperti yang ditulis Cloudflare. Lapisan-lapisan abstraksi yang telah kita bangun selama bertahun-tahun mungkin tidak semuanya akan bertahan di era AI agent yang semakin canggih.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek. Mohon maaf apabila terdapat ketidakakuratan pada data aktual.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait Vibe Coding dan AI Development

🤖 Codex 5.3 Resmi Geser Claude Code dari Tahta Coding AI

🔥 Google AI Studio Luncurkan Vibe Coding

Anthropic Luncurkan Claude Code Versi Web: Coding Agent Paralel Langsung dari Browser

💡 Cursor 2.0 Debut Composer Model Multi-Agent AI Coding Revolusioner


Sumber dan Referensi

[1] How we rebuilt Next.js with AI in one week - Cloudflare Blog

[2] vinext - GitHub Repository

[3] How we rebuilt Next.js with AI in one week - Hacker News

[4] Cloudflare released vinext - Next.js API on Vite - Reddit

[5] Cloudflare built a NextJS replacement in one week using AI - Reddit