Codex 5.3 Resmi Geser Claude Code dari Tahta Coding AI

OpenAI dan Anthropic merilis model coding flagship mereka di hari yang sama, 5 Februari 2026. GPT-5.3 Codex dan Claude Opus 4.6 sama-sama mengklaim sebagai raja AI coding. Tapi data benchmark dan pengalaman developer di lapangan mulai menunjukkan satu pemenang yang jelas.
Rilis Bareng, Tapi Codex 5.3 Langsung Unggul
Dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, OpenAI dan Anthropic merilis model coding andalan mereka pada tanggal yang persis sama. GPT-5.3 Codex hadir dengan peningkatan performa yang signifikan dibandingkan pendahulunya, mencatatkan skor 72% di SWE-Bench Pro, 77,3% di Terminal-Bench 2.0, dan 64,7% di OSWorld Verified.
Angka-angka ini menempatkan Codex 5.3 di posisi teratas untuk tugas-tugas software engineering dunia nyata. Model ini juga berjalan 25% lebih cepat dari versi sebelumnya berkat peningkatan infrastruktur dan inference stack OpenAI. GPT-5.3 Codex dirancang bersama dan dilatih menggunakan sistem NVIDIA GB200 NVL72, menandai kolaborasi mendalam antara OpenAI dan NVIDIA.
Yang paling mencolok, menurut analisis Interconnects AI, Codex 5.3 terasa "jauh lebih mirip Claude" dibandingkan versi sebelumnya. Model ini lebih cepat dalam memberikan feedback dan jauh lebih capable di berbagai tugas mulai dari operasi git hingga analisis data. Versi Codex sebelumnya, termasuk 5.2, sering gagal dalam operasi git dasar seperti membuat branch baru. Codex 5.3 mengambil langkah penting memasuki wilayah yang sebelumnya didominasi Claude.
Developer Mulai Berpaling dari Claude Code
Di komunitas developer, sentimen mulai bergeser. Thread di subreddit r/ClaudeCode sendiri dipenuhi pengakuan bahwa Codex 5.3 adalah "model pertama yang mengalahkan Opus untuk implementasi." Ini bukan klaim marketing, melainkan pengalaman langsung dari developer yang sehari-hari menggunakan kedua tool.
Claire Vo, seorang developer yang menguji kedua model secara head-to-head, berhasil mengirim 93.000 baris kode dalam 5 hari dengan 44 pull request. Dalam eksperimennya, Codex 5.3 unggul dalam tugas-tugas full-stack development, debugging skala besar, refactoring, dan pekerjaan infrastruktur yang membutuhkan eksekusi reliable dan konsisten.
Konsensus developer di berbagai platform menggambarkan perbedaan karakter yang jelas. Codex 5.3 dinilai sebagai "pekerja keras yang konservatif dan teliti," sementara Claude lebih "liar dan kreatif." Untuk tugas produksi yang membutuhkan keandalan, Codex 5.3 semakin menjadi pilihan utama.
Namun perlu dicatat, analisis Interconnects AI juga menyebut bahwa margin antara keduanya sangat tipis, dengan Opus 4.6 masih unggul dalam hal usability. Claude tetap menjadi raja untuk tugas-tugas yang membutuhkan kreativitas dan judgment, tapi untuk implementasi murni, Codex 5.3 kini memimpin.
Codex Spark Tambah Senjata Baru OpenAI
Tidak berhenti di situ, OpenAI juga merilis GPT-5.3-Codex-Spark pada 12 Februari 2026. Ini adalah model coding yang dirancang khusus untuk kecepatan real-time, dan yang paling menarik, Spark adalah model OpenAI pertama yang TIDAK menggunakan hardware NVIDIA.
Codex-Spark berjalan di atas Cerebras Wafer-Scale Engine 3, chip raksasa dengan 4 triliun transistor. Hasilnya spektakuler, lebih dari 1.000 token per detik, atau 15 kali lebih cepat dari Codex 5.3 standar. Sam Altman sendiri menggoda peluncuran ini di X dengan menulis, "It sparks joy for me."
Meski Spark mengorbankan sedikit kecerdasan (skor SWE-Bench Pro sekitar 56% dibanding 72% milik Codex 5.3 penuh), model ini dirancang untuk use case yang berbeda. Spark ditujukan untuk rapid prototyping, iterasi cepat, dan editing yang targeted. Developer yang sudah mencobanya menyebut workflow ideal adalah kombinasi keduanya, Spark untuk iterasi cepat dan Codex 5.3 untuk reasoning berat.
Dengan dua model coding yang saling melengkapi, OpenAI kini memiliki arsenal yang jauh lebih lengkap dibandingkan Anthropic dalam perang AI coding. Pertanyaannya bukan lagi siapa yang lebih baik, tapi seberapa cepat Claude Code bisa merespons serangan bertubi-tubi ini.
(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)
⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek. Mohon maaf apabila terdapat ketidakakuratan pada data aktual.
Berita Terkait AI Coding dan OpenAI
🤖 OpenAI GPT-5-Codex Masuk GitHub Copilot, Revolusi Agentic Coding
🔥 OpenAI Resmi Rilis GPT-5.2 Sebagai Jawaban Code Red Lawan Gemini 3
💻 Anthropic Luncurkan Claude Code Versi Web: Coding Agent Paralel Langsung dari Browser
⚡ Cursor 2.0 Debut Composer Model Multi-Agent AI Coding Revolusioner
🚀 Google Antigravity: IDE Agentic Pertama untuk Era Gemini 3
Sumber dan Referensi
[1] Introducing GPT-5.3-Codex - OpenAI
[2] Introducing GPT-5.3-Codex-Spark - OpenAI
[3] Introducing OpenAI GPT-5.3-Codex-Spark Powered by Cerebras
[4] A new version of OpenAI's Codex is powered by a new dedicated chip - TechCrunch
[5] Opus 4.6, Codex 5.3, and the post-benchmark era - Interconnects AI
[6] GPT-5.3 Codex vs Claude Opus 4.6: Which AI Coding Model Wins in 2026? - NxCode
[7] Codex 5.3 vs. Codex Spark: Speed vs. Intelligence - Turing College
