Barclays Pangkas 5.000 Pekerjaan; AI Kurangi Kebutuhan Developer

Barclays, bank asal Inggris dengan sekitar 93.000 karyawan, memangkas sekitar 5.000 pekerjaan sepanjang 2026 seiring pemakaian kecerdasan buatan untuk menekan biaya. Pengumuman itu muncul bersama laporan kuartal ketiga pada 22 Oktober 2026, saat laba sebelum pajak naik 12 persen menjadi 2,3 miliar pound sterling. Barclays termasuk di antara bank besar Eropa pertama yang secara terbuka mengaitkan angka pengurangan karyawan dengan efisiensi berbasis AI.
Berapa Banyak Pekerjaan yang Dipangkas Barclays?
Barclays memangkas sekitar 5.000 pekerjaan pada 2026, setara kira-kira 5 persen dari total tenaga kerjanya. Sekitar 1.000 posisi sudah hilang di paruh pertama tahun ini, dan sisanya dituntaskan sebelum akhir Desember 2026. Mayoritas pengurangan menyasar fungsi pendukung, termasuk posisi developer.
Menurut materi presentasi laba yang dikutip CNBC (2026), sekitar 60 persen pemangkasan berada di fungsi pendukung. Barclays menyebut hasil yang dikejar adalah "organisational simplification and technology change efficiency driven by AI", atau penyederhanaan organisasi dan efisiensi perubahan teknologi yang didorong AI. Bank itu juga menulis sedang "structurally reducing the cost base to generate capacity for investment".
Dalam laporan resmi kuartal ketiga 2026, Barclays memakai istilah "technology-enabled FTE reductions", yaitu pengurangan karyawan penuh waktu yang dimungkinkan teknologi. Jumlah pegawai Barclays di seluruh dunia tercatat sekitar 93.000 orang pada akhir 2025, menurut PA Media yang dimuat STV News. Pemangkasan sebagian besar datang dari bank ritel Inggris, sisanya dari bank investasi.
Group Chief Executive Barclays, C. S. Venkatakrishnan, menegaskan pemangkasan ini adalah buah investasi panjang di bidang teknologi. "A result of the investments which we've made into technology over a number of years and which we continue to make," kata Venkatakrishnan, seperti dikutip PA Media. Artinya, pengurangan karyawan ini datang dari investasi teknologi bertahun-tahun yang masih terus berjalan.
Biaya Restrukturisasi dan Target Penghematan Barclays
Barclays membukukan structural cost actions, atau biaya restrukturisasi struktural, sebesar 201 juta pound sterling pada kuartal ketiga 2026. Angka itu naik lebih dari dua kali lipat dibanding 93 juta pound sterling pada kuartal yang sama 2025. Barclays merencanakan tambahan sekitar 300 juta pound sterling pada kuartal keempat 2026.
Dari 201 juta pound sterling itu, 110 juta pound sterling dibebankan di Barclays UK dan 57 juta pound sterling di bank investasi, menurut laporan resmi Barclays (2026). Total biaya restrukturisasi struktural sepanjang tahun diperkirakan sekitar 600 juta pound sterling. Biaya ini dibayar di depan agar beban operasional tahunan bisa turun pada periode berikutnya.
Barclays memperkirakan total biaya grup sekitar 18,5 miliar pound sterling pada 2026 dan turun menjadi sekitar 18,4 miliar pound sterling pada 2027. Rasio biaya terhadap pendapatan membaik menjadi 62 persen dari 63 persen setahun sebelumnya. Kuartal ketiga 2026 juga mencatat penghematan efisiensi biaya sekitar 200 juta pound sterling.
Langkah ini menjadi bagian dari rencana tiga tahun Barclays yang hampir rampung. Venkatakrishnan menyebut bank sudah mencapai atau berada di jalur untuk mencapai seluruh target grup 2026, dengan satu kuartal tersisa. Barclays juga menyatakan tetap berkomitmen pada target 2028 yang diumumkan awal tahun ini.
Kinerja Kuartal Ketiga 2026 di Balik Pemangkasan
Kinerja keuangan Barclays pada kuartal ketiga 2026 tetap tumbuh saat pemangkasan berjalan. Laba sebelum pajak naik 12 persen menjadi 2,3 miliar pound sterling, pendapatan grup naik 3 persen menjadi 7,4 miliar pound sterling, dan laba per saham naik 18 persen menjadi 12,3 pence, menurut laporan resmi Barclays (2026).
Laba sebelum pajak itu sesuai dengan proyeksi analis yang dihimpun LSEG, tetapi pendapatan grup berada di bawah estimasi 7,61 miliar pound sterling, menurut CNBC (2026). Return on tangible equity tercatat 11,7 persen, naik dari 10,6 persen setahun sebelumnya. Rasio modal inti CET1 berada di level 14,2 persen.
Di bank investasi, pendapatan perdagangan saham melonjak 47 persen secara tahunan. Sebaliknya, pendapatan unit perdagangan fixed income, currencies, and commodities (FICC) turun 19 persen menjadi sekitar 1 miliar pound sterling, di bawah ekspektasi analis yang mendekati 1,3 miliar pound sterling, menurut Business Matters (2026).
Barclays juga mengumumkan pembelian kembali saham hingga 500 juta pound sterling. Dengan tambahan itu, total distribusi ke pemegang saham sepanjang 2026 mencapai 2,8 miliar pound sterling, naik 46 persen dibanding tahun lalu. Saham Barclays sempat turun sekitar 1 persen pada awal perdagangan di London pada hari pengumuman.
Dampaknya bagi Industri Perbankan dan Perusahaan Indonesia
Pemangkasan Barclays menunjukkan efisiensi AI di perbankan kini tercatat langsung di laporan keuangan dan jumlah karyawan. Profil yang paling terdampak adalah fungsi pendukung, termasuk developer, karena pekerjaan rutin mulai diambil alih alat otomatisasi dan asisten coding berbasis AI.
Bagi industri keuangan global, langkah Barclays memberi tolok ukur baru bagi investor. Bank yang sanggup menurunkan rasio biaya terhadap pendapatan lewat AI akan dibandingkan dengan pesaing yang masih menambah karyawan. Tekanan ini kemungkinan mendorong bank besar lain membuka angka efisiensi AI mereka secara lebih terang dalam laporan berikutnya.
Ada pula sisi lain yang perlu dicatat. Barclays membayar ratusan juta pound sterling di depan sebagai biaya restrukturisasi sebelum penghematan terasa. Artinya, efisiensi AI di skala perusahaan besar butuh modal awal, perencanaan tenaga kerja, dan waktu, bukan sekadar membeli lisensi alat AI lalu berharap biaya langsung turun.
Bagi perbankan dan perusahaan besar di Indonesia, kasus Barclays menjadi gambaran arah efisiensi berbasis AI dalam beberapa tahun ke depan. Perusahaan sebaiknya memetakan fungsi pendukung yang paling mungkin diotomatisasi, menyiapkan program pelatihan ulang bagi karyawan, dan mengukur dampak AI dengan angka yang jelas, misalnya rasio biaya dan produktivitas per tim.
(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)
⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.
🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.
Berita Terkait AI Perbankan
📊 Accenture Ungkap 6 Tren Perbankan 2026 Didominasi AI
🛡️ Tata Kelola AI dari OJK: Panduan untuk Bank dan Fintech Indonesia
🤖 Microsoft Rilis Daftar 40 Pekerjaan yang Paling Terdampak AI
💡 AI Dorong Kenaikan Perekrutan Karyawan Baru Alih-alih PHK
Sumber dan Referensi
[1] Barclays PLC 3rd Quarter Results - RNS via Investegate
[2] Barclays to slash 5,000 jobs in AI efficiency push - CNBC
[3] Barclays to cut 5,000 staff by end of 2026 after increasing use of AI - STV News
[4] Barclays to cut 5,000 jobs as it rolls out AI to reduce costs - Business Matters
[5] Barclays to Cut 5,000 Jobs as AI Replaces Back-Office Roles - European Business Magazine
