Arda Milik Eks Bos Riset OpenAI Raih Valuasi $1,5 Miliar

Arda Industries, startup kecerdasan buatan untuk manufaktur yang didirikan mantan Chief Research Officer OpenAI Bob McGrew, resmi tampil ke publik dengan valuasi 1,5 miliar dolar AS. Pada 20 Oktober 2026, CNBC melaporkan Arda telah mengumpulkan 230 juta dolar AS dalam pendanaan yang dipimpin Altimeter Capital, Accel, dan Khosla Ventures. Kabar ini menunjukkan arus modal AI mulai bergeser dari aplikasi chat ke lantai pabrik, tempat perubahan desain produk masih memakan waktu berbulan-bulan.
Apa Itu Arda dan Berapa Dana yang Dikumpulkan?
Arda adalah startup asal Amerika Serikat yang membuat perangkat lunak dan agen AI untuk insinyur manufaktur. Menurut CNBC (20 Oktober 2026), Arda mengumpulkan 230 juta dolar AS dengan valuasi 1,5 miliar dolar AS. McGrew sendiri menyebut putaran terbarunya sebagai Series A senilai 160 juta dolar AS.
McGrew mengumumkan langkah itu lewat akun X pribadinya pada hari yang sama. Ia menulis bahwa Arda didirikan pada 2025 untuk mempercepat manufaktur Amerika, dan selama setahun terakhir dibangun bersama perusahaan teknologi pertahanan Anduril sebagai mitra desain. Putaran pendanaan dipimpin bersama oleh Altimeter Capital, Accel, dan Khosla Ventures.
Lonjakan valuasinya cukup tajam. Pada Maret 2026, PYMNTS melaporkan McGrew dikabarkan sedang menggalang sekitar 70 juta dolar AS untuk startup manufaktur berbasis AI ini. Tujuh bulan kemudian, perusahaan yang sama sudah masuk jajaran unicorn, yaitu startup bervaluasi minimal 1 miliar dolar AS, sebelum menyebut lebih dari satu pelanggan secara terbuka.
Apoorv Agrawal dari Altimeter, yang memimpin putaran ini, mengenal McGrew sejak keduanya bekerja di Palantir. "Manufaktur secara global adalah industri senilai 16 triliun dolar AS. Di Amerika Serikat saja, nilainya 3 triliun dolar AS," kata Agrawal kepada CNBC. Ia mengakui harga investasi saat ini mahal, tetapi menilai peluang jangka panjangnya sangat besar.
Cara Kerja Agen AI Arda di Lini Perakitan
Arda bekerja seperti asisten coding, tetapi untuk insinyur pabrik. Sistemnya membaca file CAD, PDF, data PLM, dan kebutuhan produk, lalu menyusun rencana perakitan lengkap: urutan operasi, peralatan, pemeriksaan mutu, stasiun kerja, hingga instruksi kerja visual. Insinyur manufaktur tetap meninjau dan menyempurnakan setiap langkah.
"Ini adalah antarmuka dan agen yang melakukan untuk insinyur manufaktur apa yang dilakukan Claude atau Cursor untuk programmer," kata Bob McGrew, Co-founder dan CEO Arda, kepada CNBC. Ia menjelaskan bahwa Arda memakai gabungan model buatan sendiri, model open source, dan sejumlah model frontier untuk menjalankan perangkat lunaknya.
Masalah yang dibidik adalah lambatnya pabrik menyesuaikan diri saat desain berubah. "Ketika desain berubah, Anda bisa melatih ulang seorang pekerja dalam sehari, tetapi butuh tiga sampai enam bulan untuk mengubah otomasi agar sesuai desain baru," ujar McGrew. Contoh yang ia sebut adalah perubahan desain senjata atau drone di industri pertahanan.
Di situs resminya, Arda mengklaim sistemnya sudah berjalan di beberapa lini produksi milik satu produsen besar Amerika. Hasilnya, menurut Arda, sejumlah tugas teknik kunci menjadi lima sampai sepuluh kali lebih cepat. Saat revisi desain datang, Arda memperbarui proses yang terdampak, mulai dari komponen dan stasiun kerja sampai instruksi di lantai pabrik.
Siapa Tim di Balik Arda?
Arda dipimpin Bob McGrew sebagai CEO bersama tiga pendiri lain dari OpenAI, Palantir, dan Adept. McGrew bergabung dengan OpenAI pada 2017 dan memimpin riset sebelum keluar pada 2024. Sebelumnya, ia memimpin teknik dan produk di Palantir selama dekade pertama perusahaan itu.
Pendiri lainnya adalah Augustus Odena, Co-founder dan Chief AI Officer Arda, yang sebelumnya ikut mendirikan Adept dan pernah meneliti di Google Brain. Dua pendiri lain, Alex Mark dan Jakob Frick, sama-sama mantan insinyur Palantir. Kombinasi ini memadukan riset model bahasa besar dengan pengalaman memasang perangkat lunak langsung di lokasi klien.
McGrew keluar dari OpenAI pada gelombang hengkangnya sejumlah petinggi tahun 2024, termasuk Mira Murati dan Ilya Sutskever. Kepada CNBC ia bercerita sempat bertahan untuk merampungkan produk penalaran OpenAI, yang ia sebut sebagai terobosan kunci terakhir sebelum AGI. Setelah itu tercapai, ia merasa siap mengerjakan hal lain.
Dampak bagi Industri Manufaktur dan Indonesia
Pendanaan Arda menegaskan bahwa physical AI, yaitu AI yang mengendalikan mesin dan proses di dunia nyata, kini jadi incaran investor besar. Pada hari yang sama, Eka Robotics meraih 150 juta dolar AS dengan valuasi 1,45 miliar dolar AS, sehingga dua startup ini mengumpulkan total 380 juta dolar AS.
Langkah berikutnya Arda adalah robotika. McGrew menulis bahwa perusahaannya akan membangun lini perakitan otomatis yang bisa dikonfigurasi ulang secepat pekerja manusia. "Jika desain Anda sangat sering berubah, satu-satunya tempat Anda benar-benar bisa membuat produk adalah Asia Timur, karena Anda butuh banyak pekerja yang bisa dilatih ulang dengan cepat," katanya kepada CNBC.
Keraguan tetap ada. Trending Topics mencatat Arda sejauh ini baru menyebut satu pelanggan secara terbuka. Untuk Eka, Kris Hauser, profesor robotika di University of Illinois, mempertanyakan apakah robotnya bisa berjalan andal di lini perakitan nyata selama setahun. Pertanyaan serupa berlaku untuk seluruh gelombang physical AI: demo yang memukau belum tentu tahan di pabrik sungguhan.
Bagi produsen di Indonesia, kabar ini patut dicermati karena keunggulan Asia dalam tenaga kerja yang cepat dilatih ulang justru jadi sasaran yang ingin dipatahkan Arda. Pabrik elektronik, otomotif, dan garmen lokal bisa mulai memetakan data desain dan proses yang sudah digital, karena agen AI seperti ini hanya berguna jika data CAD dan instruksi kerjanya rapi.
(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)
⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.
🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.
Berita Terkait AI Manufaktur
🤖 UBTECH Kirim Ratusan Robot Humanoid Walker S2 ke Pabrik China
💸 SoftBank Beli ABB Robotics $5,4 Miliar
🧠 FieldAI Kumpulkan Dana Rp6,4 Triliun untuk "Otak Universal" Robot
🚀 Nvidia Luncurkan Model AI Cosmos untuk Revolusi Robotika Masa Depan
Sumber dan Referensi
[1] Ex-OpenAI executive builds $1.5 billion AI manufacturing startup Arda - CNBC
[2] Pengumuman Series A Arda oleh Bob McGrew - X
[3] Arda Industries, AI for Manufacturing - Arda
[4] Physical A.I.: Arda and Eka Raise a Combined $380 Million - Trending Topics
[5] Ex-OpenAI Research Chief Aims to Bring AI to Manufacturing - PYMNTS
