AI Mode Facebook Diramal Cuan $10 Miliar Setahun

Cara mencari informasi di Facebook berubah total. Meta resmi meluncurkan AI Mode, fitur pencarian yang tidak lagi menyodorkan deretan tautan melainkan jawaban racikan AI dari postingan publik jutaan penggunanya. Alih-alih scroll tanpa henti, pengguna cukup bertanya memakai bahasa sehari-hari dan langsung mendapat rangkuman dari obrolan nyata di Grup dan Reels. Seorang analis bahkan meramal fitur ini bisa mengeruk pendapatan lebih dari 10 miliar dolar AS per tahun untuk Meta. Inilah cara Meta menyaingi Google sekaligus menyulap Facebook menjadi mesin jawaban.
Apa Itu AI Mode dan Cara Kerjanya
Pada Senin, 15 Juni 2026, Meta resmi menggulirkan sederet fitur kecerdasan buatan baru di Facebook, dengan AI Mode sebagai bintang utamanya. AI Mode adalah tab pencarian yang ditenagai Meta AI untuk memberikan jawaban langsung, bukan sekadar deretan tautan seperti pencarian konvensional. Pengguna tinggal mengetik pertanyaan dengan bahasa sehari-hari, lalu sistem menyodorkan rangkuman jawaban dalam sekejap.
Yang membuatnya berbeda, jawaban itu tidak ditarik dari situs web acak, melainkan dari konten publik yang dibagikan orang-orang di seluruh aplikasi Meta, termasuk postingan Grup dan Reels. Meta menyebut jawaban AI Mode berakar pada budaya, opini, dan rekomendasi yang dibagikan publik di platform mereka. Pengguna juga bisa mengajukan pertanyaan lanjutan untuk menggali lebih dalam, persis seperti mengobrol dengan asisten.
Fitur ini ditenagai oleh Muse Spark, model AI terbaru Meta. Ke depan, AI Mode disebut akan mampu mengutip rekomendasi dan konten yang dibagikan orang di Instagram, Facebook, dan Threads. Langkah ini juga melanjutkan peluncuran diam-diam aplikasi Forum, sebuah aplikasi bergaya Reddit milik Meta yang sudah lebih dulu punya tab AI bernama Ask.
Lebih dari Sekadar Mesin Pencari
AI Mode hanyalah satu dari banyak fitur baru. Meta juga menambahkan alat edit kreatif, mulai dari potongan kolase hingga efek transisi untuk merangkai montase video. Ada pula fitur foto preset bertenaga AI yang memungkinkan pengguna mengganti pakaian, gaya rambut, hingga aksesori hanya lewat satu ketukan.
Penggemar olahraga, misalnya, bisa mengenakan jersey tim favorit secara virtual lewat ikon AI Edit di Stories, atau merombak total foto profil dengan opsi Restyle dan Wardrobe. Semua dirancang agar membuat konten makin gampang dan menyenangkan.
Deretan ini menambah panjang daftar fitur AI yang Meta rilis belakangan. Pada Februari lalu mereka memperkenalkan foto profil animasi, lalu Maret menghadirkan AI di Marketplace yang otomatis membalas pesan pembeli. Awal bulan ini, Facebook bahkan meluncurkan asisten AI untuk kreator yang memberi saran waktu terbaik mengunggah konten dan merangkum komentar audiens. Khusus fitur saran berbagi dari galeri, Meta menegaskan sifatnya tetap opt-in dan bisa dimatikan kapan saja.
Peluang Cuan dan Bayang-Bayang Keandalan
Di balik semua fitur ini ada strategi besar, yaitu membuat Facebook makin lengket sekaligus membuka sumber pendapatan baru. Meta baru saja meluncurkan paket langganan global untuk Facebook, Instagram, dan WhatsApp mulai 3,99 dolar AS per bulan, dengan kabar bakal ada tingkatan langganan khusus AI. Seorang analis Morgan Stanley bahkan memperkirakan fitur baru ini berpotensi menghasilkan lebih dari 10 miliar dolar AS per tahun jika benar-benar diadopsi luas.
Namun ambisi ini datang dengan catatan penting. Karena AI Mode meracik jawaban dari konten pengguna sehari-hari, bukan sumber yang terverifikasi, ada risiko nyata informasi usang atau menyesatkan ikut tersaring. Kekhawatiran serupa sebelumnya muncul pada fitur sejenis milik Google yang menarik jawaban dari Reddit. Singkatnya, jawaban yang terdengar meyakinkan belum tentu akurat.
Bagi Indonesia, salah satu basis pengguna Facebook terbesar di dunia, tren ini membawa pesan ganda. Di satu sisi, cara orang mencari informasi dan menemukan produk akan bergeser drastis. Di sisi lain, bisnis dan kreator kini perlu sadar bahwa postingan publik, halaman brand, dan diskusi komunitas mereka bisa ikut membentuk cara AI merangkum informasi. Di sinilah peran integrator dan pengembang solusi AI menjadi krusial, membantu institusi menavigasi era ketika konten sosial menjelma menjadi mesin jawaban. Yang jelas, persaingan AI tidak lagi soal siapa punya model terpintar, tapi siapa yang paling lihai menanamkannya ke dalam keseharian miliaran orang.
(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)
⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek. Mohon maaf apabila terdapat ketidakakuratan pada data aktual.
🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.
Berita Terkait Meta
📱 Meta Borong Chip AMD $100 Miliar Tantang Nvidia
🤳 Samsung Akui Indonesia Krusial untuk Galaxy AI
🎨 Notion AI Kini Bisa Bikin Gambar di Workspace
😶🌫️ Publik Dingin Terhadap AI Boom, Sam Altman Akui Lambat
Sumber dan Referensi
[1] New AI Tools to Help You Make Things Happen on Facebook - Meta
[2] Meta's new AI Mode on Facebook pulls from public info across its platforms - TechCrunch
[3] Facebook's new AI Mode search gets its info from public posts - The Verge
[4] Meta launches AI Mode in Facebook search to answer questions - Search Engine Land
[5] Facebook Launches Search Engine AI Tool That Could Make Meta $10 Billion A Year - Forbes
[6] Meta's New Facebook AI Mode Pulls From Groups, Reels, and Posts - TechRepublic
