SK Hyper Cari $350 Miliar untuk Data Center AI 5GW di Korea Selatan

SK Hyper Cari $350 Miliar untuk Data Center AI 5GW di Korea Selatan

SK Hyper, anak usaha data center AI milik SK Telecom, sedang berunding dengan perusahaan big tech dan investor keuangan untuk mendanai pembangunan data center AI berkapasitas 15 gigawatt di Korea Selatan. Pada 23 Oktober 2026, CEO Chung Suk-geun menyebut fase pertama sebesar 5 gigawatt saja butuh sekitar 350 miliar dolar AS, termasuk server dan peralatan. Angka ini menempatkan Korea Selatan di barisan negara yang berlomba menjadi pusat komputasi AI Asia.

Berapa Biaya Data Center AI SK Hyper?

Fase pertama data center AI SK Hyper berkapasitas 5 gigawatt diperkirakan menelan sekitar 350 miliar dolar AS, atau sekitar 464 triliun won menurut MoneyToday (2026), sudah termasuk server dan peralatan. Fase ini bagian dari target 15 gigawatt di Korea Selatan pada 2035, dengan operasi bertahap mulai 2029.

Chung menyampaikan rencana itu dalam wawancara dengan Bloomberg TV pada 23 Oktober 2026. Menurut Seoul Economic Daily, pasar data center Korea Selatan saat ini hanya sekitar 1 gigawatt. Artinya, fase pertama SK Hyper sendiri kira-kira lima kali ukuran seluruh pasar domestik hari ini, dan target akhirnya lima belas kali lipat.

SK Hyper menargetkan putaran pendanaan eksternal pertama rampung antara akhir 2026 dan awal 2027, lalu menggalang dana tambahan selama tiga sampai empat tahun berikutnya. Biaya tidak akan ditanggung SK Group sendirian. Perusahaan berencana membaginya dengan penyewa data center dan investor luar, sementara pendapatan pertama bisa masuk paling cepat pada 2027.

Siapa SK Hyper dan Bagaimana Struktur Bisnisnya?

SK Hyper adalah perusahaan pengembangan bisnis data center AI yang didirikan SK Telecom pada Juli 2026 dan dimiliki penuh oleh induknya. Dewan direksi SK Telecom menyetujui pendiriannya pada 23 Juli 2026, bersama komitmen investasi 750 miliar won sampai 2030 untuk akuisisi lahan dan pembangunan gardu listrik.

Tugas SK Hyper mencakup mencari lokasi, membangun dan mengoperasikan gardu induk, menggaet pelanggan, dan mengomersialkan bisnis data center AI. Rencananya dimulai dari klaster berskala gigawatt di Ulsan, lalu menyusul fasilitas sejenis di wilayah Chungcheong dan Honam. Menurut laporan Bloomberg yang dimuat The Edge Malaysia, SK Hyper sedang menggarap proyek 900 megawatt di Ulsan.

"Peran SK Hyper adalah mewujudkan cetak biru SK Group untuk Pusat Infrastruktur AI Asia," kata Chung Suk-geun, CEO SK Hyper, saat perusahaan itu diluncurkan. Chung juga menjabat Kepala AI CIC SK Telecom dan memimpin AIDC Integrated Development Division yang menghubungkan unit-unit data center di seluruh SK Group.

Pada 27 Agustus 2026, SK Telecom melengkapi strukturnya dengan memecah bisnis data center SK Broadband menjadi perusahaan baru, SK Horizon. KKR dan konsorsium IMM Investment-Stonebridge menanamkan modal total 3,08 triliun won di sana. SK Horizon mengoperasikan delapan data center yang sudah berjalan, sedangkan SK Hyper fokus mengembangkan proyek baru berskala gigawatt.

Risiko Gelembung AI dan Strategi Investasi Bertahap

SK Hyper tidak akan mengunci seluruh investasi 350 miliar dolar AS di depan. Chung menegaskan belanja akan mengikuti permintaan nyata dari penyewa, sebuah sikap yang muncul di tengah kekhawatiran investor global soal gelembung AI dan apakah belanja komputasi raksasa akan benar-benar terbayar.

"We are going to manage our risk appropriately, meeting with market demand," kata Chung Suk-geun kepada Bloomberg TV, yang berarti perusahaan akan mengelola risiko sesuai permintaan pasar. Menurut Seoul Economic Daily, Chung menilai listrik dan lahan untuk fase 5 gigawatt pertama tidak akan sulit didapat. Tantangan terbesarnya justru memastikan permintaan global dan menghimpun modal.

Chung juga menyoroti tarif listrik Korea Selatan yang relatif tinggi. Menurutnya, afiliasi SK di bidang chip, energi, dan telekomunikasi harus menutup selisih itu lewat efisiensi komputasi. Dalam kerangka itu, persaingan data center AI ke depan ditentukan oleh siapa yang mampu memproduksi token dengan biaya paling rendah dan efisiensi paling tinggi.

Dampaknya bagi Peta Data Center AI Asia dan Indonesia

Rencana SK Hyper memperketat persaingan antarnegara Asia untuk menarik beban kerja training dan inference AI. SK Hyper membidik permintaan dari Korea Selatan sendiri, Jepang, dan Taiwan, serta menawarkan paket kapasitas komputasi dan model AI kepada pemerintah di Asia dan Timur Tengah.

Model bisnis ini menggabungkan lahan, listrik, chip memori, dan operator telekomunikasi dalam satu grup usaha. Seoul Economic Daily mencatat SK Hyper sedang berdiskusi dengan hyperscaler global soal pusat inference AI, sementara Bloomberg menyebut proyek 100 megawatt untuk Amazon Web Services yang sudah diumumkan sebelumnya. Pelanggan besar seperti ini cenderung memilih lokasi dengan pasokan listrik dan pendanaan paling pasti.

Bagi pemerintah dan pelaku data center di Indonesia, langkah SK Hyper menjadi pembanding yang jelas. Investor global kini menilai negara dari kesiapan listrik, kecepatan izin lahan, dan biaya energi per token. Bagi perusahaan Indonesia pengguna AI, makin banyak kapasitas di Asia bisa menekan harga komputasi, tetapi juga mengingatkan bahwa kedaulatan data tetap memerlukan infrastruktur di dalam negeri.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait AI Korea Selatan

🚀 Nvidia Suplai 260 Ribu GPU ke Korea

⚔️ Korea Selatan Tantang OpenAI dengan AI Lokal Budget ₩530 miliar

🛡️ UU Dasar AI Korea Selatan: Kewajiban Baru bagi Perusahaan Indonesia

💸 Nebius Dapat Pinjaman $3,5 Miliar dari Citi untuk Data Center dan GPU


Sumber dan Referensi

[1] SK Telecom Launches Dedicated AI Data Center Business Development Company to Kick Off 'Asia's AI Infrastructure Hub' Push - SK Telecom Newsroom

[2] SK Telecom Launches AI Data Center Infrastructure Company 'SK Horizon' and Secures Investments from KKR and IMM - SK Telecom Newsroom

[3] SK Hyper Seeks $350 Billion for First 5GW Phase of 15GW AI Data Center Plan - Seoul Economic Daily

[4] SK data centre arm in talks to fund US$350 bil AI buildout in South Korea - The Edge Malaysia

[5] SK AI data center to require 464 trillion won, executive says talks underway with Big Tech on investment - MoneyToday

[6] Building an 'Asia AI Infrastructure Hub': Interview with Chung Suk-geun, Head of SKT's AI CIC - SK Telecom Newsroom

    SK Hyper Cari $350 Miliar untuk Data Center AI 5GW di Korea Selatan | Burung Hantu Infratek