Singapura Umumkan 24 Perusahaan Champions of AI; MARVEL-AI Dapat S$150 Juta

Singapura Umumkan 24 Perusahaan Champions of AI; MARVEL-AI Dapat S$150 Juta

Pemerintah Singapura mengumumkan 24 perusahaan pertama dalam program Champions of AI sekaligus meluncurkan platform riset material MARVEL-AI. Pengumuman disampaikan Wakil Perdana Menteri Gan Kim Yong saat membuka SWITCH 2026 di Singapura pada 27 Oktober 2026, dengan investasi awal pemerintah S$150 juta untuk MARVEL-AI. Langkah ini menandai pergeseran Singapura dari sekadar mendorong uji coba AI menuju transformasi perusahaan secara menyeluruh, sesuatu yang juga sedang dihadapi banyak perusahaan di Indonesia.

Apa Itu Program Champions of AI Singapura?

Champions of AI adalah program Enterprise Singapore dan Digital Industry Singapore untuk membantu perusahaan besar berbasis Singapura menjadikan AI mesin utama pertumbuhan. Kohort pertama berisi 24 perusahaan lintas sektor yang diumumkan pada 27 Oktober 2026, dan pemerintah menyebut perusahaan lain akan bergabung secara bertahap.

Program ini pertama kali diumumkan pada Maret 2026. Menurut rilis Enterprise Singapore tertanggal 2 Maret 2026, Champions of AI adalah inisiatif unggulan untuk mendorong transformasi AI di seluruh bagian perusahaan, dengan dukungan yang disesuaikan dan akses ke keahlian terkurasi. Sasarannya perusahaan yang ingin memakai AI untuk produktivitas, inovasi, dan pertumbuhan pendapatan.

Enterprise Singapore menghabiskan enam bulan terakhir berdiskusi dengan perusahaan dan pakar industri untuk menyaring peserta. Yang dicari adalah perusahaan dengan ambisi, komitmen, dan rencana konkret. Menurut Xinhua (2026), peserta akan dibantu menyusun peta jalan AI jangka panjang, mengakses keahlian dan solusi dari luar, serta meningkatkan keterampilan tenaga kerja.

"Trying out an AI tool or undertaking a pilot can be a useful starting point. But more substantial gains will require companies to look across their operations," kata Gan Kim Yong, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Energi, Perdagangan, dan Industri (Perdagangan) Singapura, dalam pidato pembukaan SWITCH 2026. Menurutnya, upaya ini butuh komitmen dan kepemimpinan dari pucuk perusahaan.

Kewajiban Perusahaan Peserta terhadap Pekerja dan Pemasok

Perusahaan Champions of AI tidak hanya menerima bantuan. Mereka berkomitmen mengembangkan tenaga kerja, membuka lapangan kerja baru, mendesain ulang peran, dan membangun kemampuan AI di seluruh organisasi. Mereka juga diminta membantu pemasok kecil dan perusahaan lain dalam ekosistem bisnisnya.

Gan menekankan bahwa manusia harus dilibatkan sejak awal transformasi. Dalam pidatonya, ia menyebut desain ulang pekerjaan dan pelatihan harus dimulai bersamaan dengan perubahan proses bisnis, bukan menjadi urusan belakangan. Investasi pada karyawan, katanya, menentukan apakah teknologi itu bisa dipakai secara efektif.

Peran sebagai contoh juga disebut secara eksplisit. Dengan membagikan pengalaman, para Champions diharapkan membantu perusahaan lain memahami seperti apa transformasi AI yang bermakna dan memberi mereka keberanian untuk berubah. Model ini mirip program mentor, di mana perusahaan besar menarik rantai pasoknya ikut naik kelas.

Pemerintah belum mengumumkan nama ke-24 perusahaan tersebut dalam pidato maupun liputan Xinhua dan Dimsum Daily. Besaran dana bantuan per perusahaan juga tidak dicantumkan di rilis Enterprise Singapore bulan Maret, sehingga detail itu belum bisa dipastikan.

MARVEL-AI dan Dukungan AI untuk UKM Singapura

Selain Champions of AI, Singapura meluncurkan MARVEL-AI, platform yang menggabungkan model AI dengan laboratorium swakemudi untuk mempercepat penemuan material baru. Platform ini dipimpin A*STAR dengan investasi awal pemerintah S$150 juta, atau sekitar 117 juta dolar AS menurut Xinhua (2026).

Model AI di MARVEL-AI bertugas mencari kandidat material dan merancang eksperimen, sementara laboratorium otomatis menyintesis dan mengujinya dengan cepat. Gan menyebut Project GNoME milik Google dan MatterGen milik Microsoft sebagai bukti potensi AI di bidang ini, tetapi material yang menjanjikan tetap harus divalidasi dan diproduksi massal sebelum bisa dipakai industri.

Untuk usaha kecil, Enterprise Singapore sudah menggelar lokakarya agentic AI yang diikuti hampir 300 usaha mikro dan kecil. Peserta belajar membuat prototipe yang disesuaikan dengan bisnis masing-masing memakai ChatGPT, Claude, dan Manus. Menurut Dimsum Daily (2026), lokakarya lanjutan dijadwalkan bulan depan dan akan diperluas pada 2027.

Platform SMEs Go Digital juga ditambah lebih dari 100 tool AI global untuk berbagai fungsi bisnis, plus fitur Pre-approved Solutions Package Builder agar UKM bisa merangkai solusi sesuai kebutuhan. Lewat inisiatif Catalytic AI Solutions, pemerintah membantu sektor logistik mengoptimalkan rute armada dan membantu pedagang beras mengelola pengadaan serta stok.

Dampaknya bagi Perusahaan dan Pemerintah Indonesia

Paket Singapura ini menunjukkan bahwa persaingan AI di Asia Tenggara sudah bergeser dari adopsi tool ke transformasi perusahaan secara utuh. Perusahaan Singapura yang menjadi Champions akan mendapat peta jalan, akses ahli, dan dorongan pemerintah, sehingga jarak produktivitas dengan pesaing regional bisa melebar.

Ada tiga pelajaran yang bisa langsung dipakai. Pertama, uji coba AI tanpa perubahan proses bisnis jarang memberi hasil besar. Kedua, pelatihan karyawan harus berjalan paralel dengan proyek AI, bukan sesudahnya. Ketiga, perusahaan besar punya peran menarik pemasok kecil, karena rantai pasok yang lambat ikut menahan efisiensi perusahaan induknya.

Bagi perusahaan di Indonesia, terutama yang punya cabang, mitra, atau pesaing di Singapura, langkah ini layak dijadikan tolok ukur. Pemerintah Indonesia juga bisa melihat model kemitraan pemerintah, perusahaan besar, dan UKM seperti ini sebagai referensi, misalnya untuk sektor logistik dan perdagangan pangan yang juga menjadi tulang punggung ekonomi nasional.

Foto sampul: Foreign, Commonwealth & Development Office, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait AI Asia Tenggara

🛡️ Kerangka Tata Kelola Agentic AI Singapura: Pelajaran untuk Perusahaan Indonesia

💸 Anwar Umumkan Investasi AI $50 Miliar; Bloomberg Sebut Investornya SoftBank

📊 Ekonomi Digital Asia Tenggara Capai $300 Miliar, Singapura Dominasi Investasi AI

🚀 TelkomGroup Luncurkan Empat Teknologi Berdaulat; Data Center AI Bidik 1 GW


Sumber dan Referensi

[1] Delivered Speech by Deputy Prime Minister and Minister for Energy, Trade and Industry (Trade) Gan Kim Yong at SWITCH 2026 Opening Ceremony - Ministry of Energy, Trade and Industry Singapore

[2] Champions of AI Programme - Enterprise Singapore

[3] Singapore launches AI initiatives to help companies adopt technology - Xinhua

[4] Singapore launches new AI initiatives to speed adoption across companies and sectors - Dimsum Daily

    Singapura Umumkan 24 Perusahaan Champions of AI; MARVEL-AI Dapat S$150 Juta | Burung Hantu Infratek