Penasihat Pengadilan UE Sebut Jawaban Gemini Bisa Langgar Hak Penerbit Berita

Advokat Jenderal Maciej Szpunar, penasihat Pengadilan Uni Eropa (CJEU), menyampaikan pendapat pada 3 November 2026 bahwa chatbot seperti Gemini milik Google dapat melanggar hak penerbit berita. Pendapat setebal 240 poin itu membahas perkara C-250/25, Like Company melawan Google Ireland, dan menyebut pelanggaran terjadi jika chatbot menembus paywall atau blokir bot, atau meniru gaya penulisan artikel sampai pembaca tak perlu lagi membuka sumbernya. Ini perkara AI generatif pertama yang sampai ke pengadilan tertinggi Uni Eropa.
Apa Isi Pendapat Advokat Jenderal tentang Gemini?
Szpunar menyatakan chatbot berbasis model bahasa besar dapat melanggar hak penerbit pers jika mengambil artikel dari situs penerbit, memakainya untuk menyusun jawaban, lalu menyajikannya kepada pengguna. Pelanggaran hanya terjadi dalam dua keadaan: akses ke artikel dilakukan dengan menembus paywall atau penghalang bot, atau jawabannya meniru bentuk ekspresi artikel secara mudah dikenali sehingga menggantikan artikel aslinya.
Perkara ini bermula dari gugatan Like Company, pengelola situs berita Hungaria, yang menuduh Google melanggar hak penerbit lewat Bard lalu Gemini antara 13 Juni 2023 dan 31 Mei 2024. Dasarnya Pasal 15 ayat 1 Direktif (EU) 2019/790, bukan hak cipta atas artikel. Pengadilan Budapest mengirim empat pertanyaan ke Luksemburg, dan sidang dengar pendapat digelar pada 10 Maret 2026.
Contoh yang diajukan penggugat adalah artikel balatonkornyeke.hu tertanggal 21 Juli 2023 tentang rencana seorang penyanyi memasukkan lumba-lumba air tawar ke Danau Balaton. Ringkasan Gemini memuat kolam 25 x 15 x 5 meter berisi 1.000 meter kubik air, padahal artikel tidak menyebutnya. Google menyebut itu halusinasi, dan Szpunar menilai contoh tersebut tampaknya belum memenuhi syarat pelanggaran.
Fakta Bebas, Gaya Penulisan Dilindungi, dan Parafrase Bukan Tameng
Hak penerbit pers melindungi bentuk ekspresi artikel, yaitu susunan, struktur, dan pilihan kalimatnya, bukan fakta yang diberitakan. Chatbot bebas mengulang fakta dari sebuah berita. Garisnya ditarik pada substitusi: jika pembaca bisa melewatkan artikel asli sepenuhnya setelah membaca jawaban chatbot, maka jawaban itu dapat dianggap mereproduksi artikel tersebut.
Szpunar menolak anggapan bahwa parafrase otomatis aman. Menurutnya, jika mengubah kata-kata cukup untuk lolos, hak penerbit terlalu mudah dihindari di era ketika model bahasa gampang merangkum ulang. Argumen ini didukung Like Company dan pemerintah Prancis, Italia, Denmark, Spanyol, Polandia, Hungaria, dan Yunani dalam persidangan.
Ringkasan pendek atas isi faktual, atau gambaran umum yang disusun ulang dari beberapa sumber, tidak dianggap reproduksi. Artikel analisis panjang lebih mudah dikenali daripada laporan peristiwa murni, karena pada laporan semacam itu informasi dan ekspresinya sulit dipisahkan. Szpunar mengakui ada wilayah abu-abu yang harus diputus kasus per kasus oleh pengadilan nasional.
Soal tanggung jawab, Szpunar menilai pengguna yang memerintahkan chatbot umumnya memikul tanggung jawab utama. Penyedia tetap bisa dimintai pertanggungjawaban jika tindakan itu melekat pada model bisnisnya, atau jika ia tidak memasang langkah yang wajar, seperti bot yang menghormati pembatasan akses dan filter keluaran.
Pelatihan Model dan Klaim Izin Implisit
Szpunar menyarankan pertanyaan tentang pelatihan model dinyatakan tidak dapat diterima, karena artikel itu terbit Juli 2023 sedangkan Gemini 1.0 dirilis Desember 2023, sehingga pemakaian untuk pelatihan dinilai tidak masuk akal. Yang terjadi lebih mungkin pengambilan artikel secara langsung saat pengguna meminta ringkasan situs tertentu.
Meski begitu, ia membahas pelatihan untuk kelengkapan. Pelatihan model melibatkan reproduksi, tetapi model terlatih bukan basis data penyimpan salinan karya. "A trained LLM is not a database," tulis Szpunar. Ia cenderung menilai pelatihan pada prinsipnya tercakup pengecualian text and data mining, selama sumbernya sah diakses dan penerbit tidak memasang penolakan yang bisa dibaca mesin.
Penolakan itu bisa berupa robots.txt, termasuk Google-Extended yang dirilis Google pada 28 September 2023. Szpunar juga menolak argumen Google bahwa situs yang terbuka tanpa paywall berarti memberi izin implisit. Penerbit bisa saja membiarkan situsnya terbuka demi pendapatan iklan, bukan karena setuju artikelnya dipakai chatbot.
Dampaknya bagi Penerbit dan Pengembang AI di Indonesia
Pendapat Advokat Jenderal tidak mengikat, tetapi pengadilan Uni Eropa umumnya mengikuti sebagian besar rekomendasi tersebut, dan putusan diperkirakan keluar dalam beberapa bulan. Kedua kubu mengklaim sisi menguntungkan. Google menekankan bahwa hukum Uni Eropa memperbolehkan pelatihan AI dari informasi publik, sedangkan Angela Mills Wade dari European Publishers Council menekankan perlunya penerbit melindungi hak tanpa kehilangan visibilitas di pencarian.
Bagi perusahaan di Indonesia yang membangun chatbot atau fitur ringkasan berita, pelajarannya praktis. Uji seberapa dekat jawaban dengan sumbernya, hormati paywall dan robots.txt, dan catat bagaimana konten diambil. Aturan ini bukan hukum Indonesia, tetapi kerangka berpikirnya bisa dipakai sebagai tolok ukur kehati-hatian.
Di dalam negeri, Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta berlaku sejak 16 Oktober 2014, dan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2024 tentang Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas berlaku sejak 20 Agustus 2024. Perpres itu mengatur hubungan platform dan perusahaan pers lewat komite dan pendanaan. Bagi pengembang dan penerbit Indonesia, perkembangan di Luksemburg patut dipantau karena dapat memengaruhi diskusi serupa di sini.
(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)
Foto sampul: FrDr, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.
🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.
Berita Terkait Google Gemini
⚖️ Hak Cipta dan AI di Inggris: Isi Laporan 2026 dan Pelajaran bagi Bisnis Indonesia
💡 Hak Cipta Karya AI di Indonesia: Isi RUU Hak Cipta 2026 untuk Bisnis
🔥 NYT dan 3 Koran AS Gugat Brave; Indeks 30 Miliar Halaman Disorot
🚀 Google Rilis Gemini 4 Carbon; Puncaki Indeks AI dan Benchmark Keamanan Siber
Sumber dan Referensi
[2] Google's Gemini can infringe press rights in 2 ways, EU court adviser says - PPC Land
[3] AG Szpunar's Opinion in Like Company is here - The IPKat
[4] EU court adviser: Gemini answers may breach press rights - Resultsense
