Oracle Ajukan Jual Saham dan Obligasi $20 Miliar; Saham Anjlok 8,8 Persen

Oracle Ajukan Jual Saham dan Obligasi $20 Miliar; Saham Anjlok 8,8 Persen

Oracle mengajukan dokumen ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) pada Senin, 2 November 2026, untuk menjual saham biasa senilai 10 miliar dolar AS dan surat utang senior senilai 10 miliar dolar AS guna membiayai pembangunan infrastruktur AI. Saham Oracle turun 8,8 persen pada hari yang sama, setelah sepanjang 2026 sudah melemah 33 persen. Langkah ini menunjukkan betapa mahal ongkos perlombaan pusat data AI, bahkan bagi salah satu penyedia cloud terbesar di dunia.

Apa yang Diajukan Oracle ke SEC

Oracle mengajukan dokumen ke SEC pada 2 November 2026 untuk menjual saham biasa senilai 10 miliar dolar AS dan surat utang senior (senior notes) senilai 10 miliar dolar AS, total 20 miliar dolar AS. Saat dokumen diajukan, kedua penawaran belum ditetapkan harganya dan penutupan keduanya tidak saling bergantung.

Prospektus awal bertanggal 2 November 2026 menyebut dana bersih akan dipakai untuk keperluan korporasi umum. Cakupannya meliputi belanja modal, pelunasan utang, investasi atau akuisisi di masa depan, serta pembayaran dividen tunai atau pembelian kembali saham. Harga penutupan terakhir yang dirujuk dokumen itu, pada 30 Oktober 2026, adalah 130,67 dolar AS per saham.

Rencana ini bukan kejutan. Pada Investor Day, 28 Oktober 2026, Oracle berkomitmen membatasi tambahan penghimpunan modal sampai tahun fiskal 2030 sebesar 20 miliar dolar AS, di luar refinancing utang yang ada, dengan pembagian 10 miliar dolar AS ekuitas dan 10 miliar dolar AS utang bruto. Pengajuan 2 November adalah eksekusi pertama dari angka tersebut, dan batas itu berlaku untuk seluruh periode tahun fiskal 2027 sampai 2030.

Saham Anjlok 8,8 Persen, Biaya Utang Naik

Pasar bereaksi negatif terhadap pengajuan itu. Menurut CNBC, saham Oracle turun 8,8 persen pada Senin, 2 November 2026. Sepanjang 2026 saham perusahaan sudah turun 33 persen dan dalam 12 bulan terakhir turun 50 persen. Kantor berita Anadolu pada hari yang sama melaporkan penurunan sekitar 4,5 persen di awal reaksi pasar.

Beban utang Oracle ikut disorot. Per 31 Agustus 2026, perusahaan memiliki utang 125,34 miliar dolar AS, sebagian besar berupa surat utang senior. S&P menurunkan peringkat kredit Oracle ke BBB- pada Juli 2026, hanya satu tingkat di atas kategori spekulatif. Imbal hasil obligasi 4,95 persen yang jatuh tempo 2031 berada di 7,276 persen, dan spread credit default swap tercatat 292, naik 265 persen dalam setahun.

Sebagian analis menilai reaksi pasar berlebihan. "Ini tampaknya persis seperti yang sudah mereka pratinjau, jadi saya tidak yakin kenapa pasar sampai panik," kata Rob Oliver, senior research analyst di Baird, kepada CNBC. Artinya, angka 20 miliar dolar AS memang sudah diumumkan sepekan sebelumnya, tetapi investor tetap menimbang risiko utang yang semakin tebal.

Target Oracle sampai Tahun Fiskal 2030

Oracle menargetkan pendapatan total minimal 225 miliar dolar AS pada tahun fiskal 2030, setara pertumbuhan majemuk tahunan lebih dari 35 persen dari tahun fiskal 2026. Target lainnya mencakup margin operasi non-GAAP 40 persen ke atas dan laba per saham non-GAAP 21 dolar AS ke atas, menurut materi Investor Day perusahaan.

Untuk arus kas, Oracle menetapkan jadwal arus kas bebas positif pada semester kedua tahun fiskal 2028 dan target arus kas bebas 30 miliar dolar AS atau lebih untuk tahun fiskal 2029. Perusahaan menyatakan pertumbuhan akan dibiayai sendiri mulai tahun fiskal 2029, dengan rasio utang bersih terhadap EBITDA yang disesuaikan di bawah 3,5 kali. Belanja modal diperkirakan memuncak pada tahun fiskal 2027 dan 2028.

Outlook tahun fiskal 2027 dipertegas pada pendapatan minimal 90 miliar dolar AS dan laba per saham non-GAAP 8,10 dolar AS. Pat Nerney, head of investment solutions di Dynasty Financial Partners, mengingatkan bahwa rencana ini akan dinilai dari eksekusinya. Menurut dia, jika Oracle harus kembali ke pasar pada paruh kedua 2027 setelah menyebut dana ini yang terakhir, risikonya besar.

Dampaknya bagi Pembangun Infrastruktur AI

Pengajuan ini menunjukkan bahwa pembangunan pusat data AI makin bergantung pada pasar modal. Menurut Anadolu, Oracle memperluas pusat datanya untuk melayani pelanggan seperti OpenAI, Meta, dan Nvidia, sehingga penyedia cloud harus menyeimbangkan ekspansi kapasitas dengan beban utang dan tekanan pada harga saham sendiri.

Bagi investor dan pelanggan korporasi, pelajarannya jelas: kapasitas komputasi besar tidak otomatis berarti neraca yang longgar. Kombinasi utang 125,34 miliar dolar AS, peringkat BBB-, dan belanja modal yang baru memuncak pada tahun fiskal 2027 dan 2028 membuat jadwal arus kas bebas positif pada semester kedua tahun fiskal 2028 menjadi angka yang akan dipantau ketat.

Bagi perusahaan dan pemerintah di Indonesia yang berencana membeli kapasitas cloud AI atau menggandeng penyedia pusat data, kasus Oracle jadi pengingat untuk menilai kesehatan keuangan penyedia, bukan hanya harga dan spesifikasi teknis. Kontrak multitahun sebaiknya memuat klausul kesinambungan layanan, dan pengguna perlu memantau apakah target arus kas dan belanja modal penyedia berjalan sesuai jadwal.

(Burung Hantu Infratek / CNBC / Berbagai Sumber)

Foto sampul: ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto produk atau kejadian asli.


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait Oracle

🤖 OpenAI Gandeng Oracle Bangun Pusat Data Raksasa

📊 Anthropic Lapor Pendapatan Q3 $17 Miliar; Kontrak Komputasi Tembus $895 Miliar

☁️ LG CNS Rampungkan Data Center AI 30 MW di Jakarta; Siap Naik ke 400 MW

🚀 Nvidia Minta Mitra Cloud Jual 51 Persen Layanan ke Non-China


Sumber dan Referensi

[1] Oracle files to sell $20 billion in new stock, bonds to finance AI buildout - CNBC

[2] Preliminary Prospectus Supplement, Oracle Corporation (Rule 424(b)(5)) - SEC

[3] Oracle Investor Day 2026: Accelerating Value Creation - Oracle Investor Relations

[4] Oracle plans $20 billion in stock, bond sales to fund AI expansion - Anadolu Agency

    Oracle Ajukan Jual Saham dan Obligasi $20 Miliar; Saham Anjlok 8,8 Persen | Burung Hantu Infratek