NVIDIA Rubin Guncang CES 2026 dengan 6 Chip Baru

NVIDIA Rubin Guncang CES 2026 dengan 6 Chip Baru

Raksasa AI NVIDIA menggemparkan industri dengan peluncuran platform Rubin di CES 2026, memperkenalkan enam chip revolusioner dalam satu superkomputer terintegrasi. Platform ini menandai era baru komputasi AI dengan performa 50 petaflops dan bandwidth 3,6 TB per detik per GPU. CEO Jensen Huang menyebut Rubin hadir di "momen yang tepat" saat permintaan komputasi AI untuk training dan inference meroket. Langkah berani ini mengukuhkan dominasi NVIDIA di pasar infrastruktur AI global.


Enam Chip dalam Satu Superkomputer

NVIDIA resmi mengumumkan platform Rubin pada 5 Januari 2026 di ajang CES Las Vegas, menandai lompatan besar dari arsitektur Blackwell yang sudah memecahkan rekor sebelumnya. Platform ini dinamai untuk menghormati astrofisikawan legendaris Vera Rubin, penemu bukti dark matter.

Yang membuat platform ini istimewa adalah pendekatannya yang disebut "extreme codesign", di mana enam chip berbeda dirancang untuk bekerja sebagai satu kesatuan. Keenam chip tersebut meliputi Rubin GPU dengan performa 50 petaflops untuk inference NVFP4, Vera CPU dengan 88 core khusus berbasis Arm, NVLink 6 Switch untuk networking scale-up, ConnectX-9 SuperNIC, BlueField-4 DPU, dan Spectrum-6 Ethernet Switch.

"Rubin hadir di momen yang tepat, karena permintaan komputasi AI untuk training dan inference sedang meledak," ujar Jensen Huang, CEO NVIDIA, dalam pernyataan resminya. Perusahaan mengklaim platform ini sudah memasuki fase produksi penuh dan sedang disampling ke mitra-mitra strategis.

Konfigurasi andalan platform ini, Vera Rubin NVL72, menggabungkan 72 GPU Rubin dan 36 CPU Vera dalam satu sistem rack-scale. Total bandwidth mencapai 260 TB per detik untuk seluruh sistem, menjadikannya superkomputer AI paling powerful yang pernah ada.

Vera CPU Jadi Otak Data Movement

Salah satu inovasi paling signifikan adalah Vera CPU yang dirancang khusus untuk AI factory, bukan sebagai prosesor general-purpose biasa. Chip ini memiliki 88 core custom buatan NVIDIA dengan bandwidth memori LPDDR5X hingga 1,2 TB per detik.

Berbeda dengan CPU tradisional, Vera dioptimasi untuk orkestasi, data movement, dan akses memori koheren di seluruh rack. CPU ini bisa dipasangkan dengan GPU Rubin sebagai host, atau beroperasi mandiri untuk pemrosesan agentic AI. Integrasi NVLink-C2C memungkinkan akses memori CPU-GPU dengan bandwidth tinggi dan latensi rendah.

NVIDIA memposisikan Vera sebagai solusi untuk bottleneck yang kerap muncul di environment training dan inference skala besar. Saat ribuan GPU bekerja bersamaan, efisiensi sistem tidak lagi bergantung pada performa GPU saja, tapi bagaimana data, memori, dan kontrol mengalir di seluruh sistem.

BlueField-4 DPU juga membawa fitur baru bernama ASTRA (Advanced Secure Trusted Resource Architecture), yang memberikan satu titik kontrol terpercaya untuk provisioning, isolasi, dan operasi lingkungan AI skala besar tanpa mengorbankan performa.

Infrastruktur AI Memasuki Era Rack-Scale

Peluncuran Rubin menandai pergeseran paradigma industri AI dari fokus pada chip individual ke sistem rack-scale terintegrasi. NVLink generasi keenam menawarkan bandwidth 3,6 TB per detik per GPU, dua kali lipat dari generasi sebelumnya dan 14 kali lebih cepat dari PCIe Gen6.

Microsoft Azure sudah mengumumkan kesiapan infrastruktur data center mereka untuk deployment Rubin skala besar. Red Hat juga mengumumkan kolaborasi untuk menghadirkan stack AI lengkap yang dioptimasi untuk platform Rubin, termasuk Red Hat Enterprise Linux, OpenShift, dan Red Hat AI.

Para analis melihat Rubin bukan sekadar tentang kepemimpinan teknologi, tapi juga strategi platform lock-in. Dengan menghadirkan solusi full-stack dari silicon hingga software, NVIDIA mempersulit kompetitor untuk bersaing. Tidak cukup hanya punya chip lebih cepat, pesaing harus membangun ekosistem lengkap yang mencakup silicon, software, networking, dan developer tooling.

Platform ini didesain khusus untuk tren AI terkini seperti agentic AI, model reasoning canggih, dan arsitektur mixture-of-experts (MoE) yang menggabungkan beberapa AI "expert" dan merutekan query ke AI yang tepat sesuai pertanyaan pengguna. NVIDIA mengklaim Rubin membutuhkan 4 kali lebih sedikit GPU dibanding Blackwell untuk workload yang sama.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek. Mohon maaf apabila terdapat ketidakakuratan pada data aktual.


Berita Terkait NVIDIA

🔥 China Tolak Nvidia H200 Meski Trump Sudah Izinkan Ekspor

🤖 Nvidia Kembangkan Software Pelacak Chip AI: Lawan Penyelundupan ke China

📉 Saham Nvidia Anjlok 16%: Kapitalisasi Pasar Terhapus 800 Miliar Dolar AS

💡 Sovereign AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Nvidia


Sumber dan Referensi

[1] NVIDIA Kicks Off the Next Generation of AI With Rubin

[2] Inside the NVIDIA Rubin Platform: Six New Chips, One AI Supercomputer

[3] NVIDIA Rubin Platform, Open Models, Autonomous Driving: NVIDIA Presents Blueprint for the Future at CES

[4] Nvidia launches Vera Rubin, its next major AI platform, at CES 2026

[5] All The Things Nvidia Announced At CES 2026 (And What They Didn't)