Exodus xAI: Separuh Pendiri Elon Musk Hengkang

Exodus xAI: Separuh Pendiri Elon Musk Hengkang

Dua co-founder xAI, Tony Wu dan Jimmy Ba, mengundurkan diri dalam waktu kurang dari 48 jam, menjadikan separuh dari 12 pendiri asli startup AI milik Elon Musk telah hengkang. Eksodus ini terjadi tepat setelah xAI diakuisisi SpaceX dalam transaksi saham senilai $1,25 triliun, menimbulkan pertanyaan serius tentang stabilitas internal perusahaan yang membangun Grok. Bagi AI integrator Indonesia, gelombang kepergian ini menjadi pelajaran penting bahwa bahkan perusahaan AI bernilai triliunan dolar pun rentan kehilangan talenta kunci jika manajemen dan budaya kerja tidak seimbang.


Tony Wu dan Jimmy Ba Pergi dalam Hitungan Jam

Tony Wu, yang memimpin tim reasoning di xAI, mengumumkan pengunduran dirinya lewat posting di X pada Senin malam, 10 Februari 2026. "It's time for my next chapter," tulis Wu. "It is an era with full possibilities: a small team armed with AIs can move mountains and redefine what's possible." Menurut laporan Business Insider, akun Slack Wu dinonaktifkan sesaat sebelum pengumuman tersebut, dan beberapa tanggung jawabnya sudah dialihkan ke kolega bernama Zhang dalam restrukturisasi internal sebelumnya.

Kurang dari 24 jam kemudian, Jimmy Ba menyusul langkah Wu. Ba, seorang peneliti berpengaruh dan asisten profesor di University of Toronto yang meraih gelar PhD di bawah bimbingan Geoffrey Hinton (yang sering dijuluki "godfather of AI"), menulis di X: "Grateful to have helped cofound at the start." Ba menambahkan bahwa 2026 kemungkinan akan menjadi tahun tersibuk dan paling konsekuensial bagi masa depan umat manusia.

Dengan kepergian Wu dan Ba, total enam dari 12 pendiri asli xAI kini telah meninggalkan perusahaan. Lima dari enam kepergian tersebut terjadi hanya dalam setahun terakhir.

Pola Exodus yang Mengkhawatirkan

Gelombang kepergian dimulai ketika Kyle Kosic, yang memimpin infrastruktur xAI, pindah ke OpenAI pada pertengahan 2024. Kemudian Christian Szegedy, veteran Google, menyusul keluar pada Februari 2025. Pada Agustus 2025, Igor Babuschkin meninggalkan xAI untuk mendirikan perusahaan venture capital yang berfokus pada AI safety. Terakhir sebelum Wu dan Ba, Greg Yang mundur pada Januari 2026 karena komplikasi penyakit Lyme kronis.

Namun bukan hanya co-founder yang hengkang. Deretan eksekutif senior juga telah pergi, termasuk general counsel Robert Keele, eksekutif komunikasi Dave Heinzinger dan John Stoll, head of product engineering Haofei Wang, serta CFO Mike Liberatore. Liberatore pindah ke OpenAI setelah hanya 102 hari di xAI, yang disebutnya melibatkan "120+ hour weeks" atau lebih dari 120 jam kerja per minggu.

TechCrunch mencatat beberapa faktor yang mungkin memicu ketegangan internal. Chatbot Grok mengalami masalah perilaku aneh dan dugaan gangguan internal pada system prompt. Kontroversi besar juga meletus ketika tools generasi gambar Grok membanjiri platform X dengan deepfake pornografi, yang memicu investigasi dari Uni Eropa dan pembatasan fitur oleh xAI.

Merger SpaceX dan Masa Depan xAI

Eksodus ini terjadi di tengah momen krusial bagi xAI. Perusahaan baru saja diakuisisi oleh SpaceX dalam transaksi all-stock senilai $1,25 triliun, menggabungkan kapabilitas AI dengan infrastruktur luar angkasa milik Musk. SpaceX sendiri bersiap untuk melantai di bursa saham (IPO) tahun ini, yang berarti xAI akan menghadapi pengawasan publik yang jauh lebih ketat.

Meski kehilangan separuh pendiri, xAI terus melakukan ekspansi. Perusahaan membuka kantor engineering baru di Bellevue, Washington, dan mempertahankan data center di Memphis serta kantor di Bay Area. Namun pertanyaan besar tetap menggantung, apakah perusahaan bisa mempertahankan momentum inovasi tanpa talenta inti yang turut membangunnya sejak awal?

Bagi pengembang solusi AI Indonesia, fenomena ini menggarisbawahi realitas pahit industri AI global. Tekanan kerja yang ekstrem, pergeseran arah perusahaan, dan kontroversi produk bisa mengikis bahkan tim pendiri terkuat sekalipun. AI integrator Indonesia perlu mencatat bahwa retensi talenta dan budaya kerja yang sehat bukan sekadar nice-to-have, melainkan fondasi kritis bagi keberlanjutan bisnis AI jangka panjang.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek. Mohon maaf apabila terdapat ketidakakuratan pada data aktual.


Berita Terkait xAI & Exodus Talenta AI

🤖 Elon Musk Siap Kolaborasi Grok dan Apple untuk Siri

🏃 Intel CTO Sachin Katti Resign Setelah 6 Bulan, Pindah ke OpenAI untuk Bangun Infrastruktur AGI

🚀 Mira Murati Raih Valuasi $50 Miliar untuk Thinking Machines: Startup AI Tercepat Tembus Decacorn

☁️ Cloudflare Down: OpenAI ChatGPT dan X Lumpuh Bersamaan


Sumber dan Referensi

[1] Two co-founders of Elon Musk's xAI resign, joining exodus - Reuters

[2] Musk's xAI loses second co-founder in two days as Jimmy Ba departs - CNBC

[3] Nearly half of xAI's founding team has now left the company - TechCrunch

[4] Elon Musk's xAI loses second cofounder in 48 hours - Business Insider

[5] XAI Co-Founders Ba, Wu Join Exodus From Musk's AI Startup - Bloomberg

[6] Yet another co-founder departs Elon Musk's xAI - Ars Technica

[7] Elon Musk's xAI Loses Two More Co-Founders In 24 Hours - Benzinga