OpenAI Baru Kantongi $11 Miliar dari Target $30 Miliar; Valuasi $1,25 Triliun

OpenAI baru mengantongi komitmen sekitar 11 miliar dolar AS dalam putaran pendanaan terbarunya, kurang dari separuh target awal 30 miliar dolar AS. Menurut laporan The Wall Street Journal pada 30 Oktober 2026, putaran ini menilai OpenAI sekitar 1,25 triliun dolar AS, di bawah harapan awal 1,4 triliun dolar AS. Kabar ini muncul di tengah aksi jual saham teknologi dan menjadi sinyal bahwa investor besar mulai lebih selektif menanam modal di perusahaan AI.
Target Dipangkas dari 30 Menjadi 20 Miliar Dolar
The Wall Street Journal melaporkan bahwa OpenAI sejauh ini mengamankan sekitar 11 miliar dolar AS dari putaran yang semula menargetkan 30 miliar dolar AS. Mengutip sumber yang mengetahui prosesnya, surat kabar itu menyebut minat sebagian investor besar terhadap putaran ini tergolong lesu. Angka tersebut belum final karena putaran pendanaan masih terbuka.
Financial Times lebih dulu melaporkan pada Jumat, 30 Oktober 2026, bahwa OpenAI memangkas target putarannya sebesar 10 miliar dolar AS menjadi sekitar 20 miliar dolar AS. CNBC mengonfirmasi target baru itu pada Sabtu, 31 Oktober 2026, dengan mengutip satu orang yang mengetahui langsung kesepakatan tersebut. Sumber yang sama menyebut angka-angka ini masih bisa berubah selama putaran belum ditutup.
Menurut Financial Times, OpenAI menetapkan Jumat sebagai tenggat bagi investor untuk menyatakan komitmen, dan sebagian investor justru mengurangi alokasi yang semula direncanakan. Penutupan tahap pertama diperkirakan menghimpun kurang dari 20 miliar dolar AS. Artinya, target yang sudah dipangkas pun belum tentu tercapai pada tahap awal.
Perlu dicatat, dua angka itu mengukur hal berbeda. Angka 20 miliar dolar AS adalah target baru yang ingin dihimpun, sedangkan 11 miliar dolar AS adalah komitmen yang sudah masuk saat laporan ditulis. OpenAI belum mengumumkan secara resmi jumlah akhir, daftar investor, maupun tanggal penutupan putaran ini, dan belum menanggapi permintaan konfirmasi CNBC pada Sabtu.
Valuasi 1,25 Triliun Dolar dan Siapa Investornya
Putaran ini menilai OpenAI sekitar 1,25 triliun dolar AS, lebih rendah dari 1,4 triliun dolar AS yang semula diincar. Menurut Financial Times, OpenAI awalnya menawarkan putaran 30 miliar dolar AS pada valuasi 1,4 triliun dolar AS, lalu menurunkan valuasi itu sepekan sebelumnya. Penurunan ini terjadi kurang dari tujuh bulan setelah putaran besar sebelumnya.
Sebagai pembanding, Forbes melaporkan pada 31 Maret 2026 bahwa valuasi OpenAI mencapai 852 miliar dolar AS setelah putaran yang didukung mitra seperti Amazon, Nvidia, Microsoft, dan SoftBank. Saat itu OpenAI menyebut pendapatannya mencapai 2 miliar dolar AS per bulan, dengan pendapatan 2025 sebesar 13,1 miliar dolar AS. Putaran Maret itu juga dibuka untuk investor individu yang menyumbang lebih dari 3 miliar dolar AS.
Untuk putaran kali ini, Financial Times menyebut investor asal Uni Emirat Arab, termasuk dana milik negara MGX, kemungkinan menjadi penyandang dana terbesar. SoftBank, Founders Fund, Coatue, Sequoia Capital, dan Andreessen Horowitz juga berencana ikut berinvestasi. The Wall Street Journal menambahkan bahwa OpenAI memberi tahu pemegang saham bahwa mereka berharap menghimpun dana tambahan dalam beberapa pekan ke depan.
Dana tambahan itu akan dicari dari family office dan individu berkekayaan tinggi. Financial Times melaporkan rencana penawaran lanjutan untuk investor kaya pada valuasi yang sama. Menurut The Decoder, OpenAI menargetkan hingga 20 miliar dolar AS dari kelompok investor ini, sambil mempersiapkan penawaran saham perdana atau IPO yang dikabarkan berlangsung paling cepat awal tahun depan.
Aksi Jual Saham Teknologi dan Persaingan dengan Anthropic
Seretnya minat investor dikaitkan dengan aksi jual saham teknologi setelah laporan keuangan kuartalan Alphabet, Amazon, dan Intel mengecewakan pasar. Saham Alphabet, induk Google, turun 12 persen pada Kamis setelah rilis laporan keuangannya. Suasana pasar ini membuat investor besar lebih berhati-hati terhadap valuasi perusahaan AI yang sangat tinggi.
Tekanan juga datang dari pesaing. Financial Times melaporkan Anthropic berencana melantai di bursa bulan depan dengan valuasi sedikit-dikitnya 1,5 triliun dolar AS, dan dokumen pendaftaran IPO Anthropic sudah dibuka ke publik pada Senin. The Decoder mencatat pendapatan Anthropic tumbuh lebih cepat belakangan ini, sementara OpenAI gencar memangkas harga dan merilis model yang lebih efisien untuk mempertahankan pangsa pasarnya.
Kantor berita Swedia TT mengingatkan bahwa CEO OpenAI Sam Altman sudah mengumumkan pada September bahwa perusahaan menargetkan IPO tahun depan. Hasil putaran yang lebih kecil dari rencana bisa memengaruhi cara pasar menilai OpenAI menjelang IPO tersebut, terutama bila Anthropic lebih dulu masuk bursa dengan valuasi yang lebih tinggi.
Dampaknya bagi Pasar AI dan Perusahaan Indonesia
Kabar ini menunjukkan bahwa modal untuk perusahaan AI papan atas tidak lagi mengalir tanpa syarat. Investor mulai menimbang valuasi terhadap pendapatan dan biaya infrastruktur yang sangat besar. Bagi pasar, putaran yang menyusut bisa menjadi titik acuan baru dalam menilai perusahaan AI tahap akhir, termasuk pesaing OpenAI yang sedang menggalang dana.
Bagi pelanggan, persaingan yang ketat antara OpenAI dan Anthropic sejauh ini berarti harga lebih murah dan model yang lebih efisien. Namun, tekanan pendanaan juga bisa mendorong penyedia mengubah prioritas produk, harga, atau syarat layanan dalam waktu singkat. Perusahaan yang menggantungkan seluruh sistemnya pada satu penyedia model akan merasakan dampak perubahan itu paling cepat.
Bagi perusahaan dan pengembang di Indonesia yang memakai API OpenAI, kabar ini tidak berarti layanan akan terganggu dalam waktu dekat. Meski begitu, ini saat yang tepat untuk memastikan aplikasi bisa berpindah atau memakai lebih dari satu model, menyimpan prompt dan data evaluasi secara rapi, serta memantau pengumuman harga dan perubahan model dari setiap penyedia yang dipakai.
Foto sampul: 首相官邸ホームページ / Office of the Prime Minister of Japan Official Website, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons
(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)
⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.
🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.
Berita Terkait OpenAI
💸 Sam Altman Konfirmasi Revenue OpenAI Melampaui $13 Miliar Setahun
📉 SoftBank Lepas Nvidia Senilai $5,8 Miliar untuk OpenAI
☁️ OpenAI Habiskan $100 Miliar untuk Server Cadangan
🚀 Cognizant Kerahkan 25.000 Staf untuk OpenAI; Fokus Codex dan ChatGPT
Sumber dan Referensi
[1] OpenAI Raises Less Than Half of $30 Billion Target in Latest Round - The Wall Street Journal
[2] OpenAI funding round target cut to $20bn as investors pull back - The Next Web
[4] OpenAI Cuts Funding Target to $20B as Report Puts Commitments Near $11B - TechBooky
[6] OpenAI valuation reaches $852 billion after massive funding round - Forbes Australia
