Laptop ARM NVIDIA N1X Tertunda Akibat Kendala Software

Pengembang solusi AI Indonesia perlu waspada, rencana peluncuran laptop berbasis ARM dari NVIDIA mengalami penundaan signifikan akibat masalah software dan kompatibilitas yang belum terselesaikan. Chip N1X yang semula dijadwalkan meluncur Q1 2026 kini diperkirakan mundur ke Q2 atau bahkan Agustus 2026, sementara Microsoft masih berjuang memastikan platform tersebut berjalan mulus di Windows. Langkah NVIDIA memasuki pasar prosesor laptop ini menjadi sorotan karena berpotensi mengubah lanskap komputasi AI di perangkat konsumer.
Jadwal Peluncuran Meleset dari Target
NVIDIA telah lama menjanjikan kehadiran chip ARM untuk laptop konsumer melalui platform N1X. Rumor tentang perangkat ini sudah beredar lebih dari setahun, dan laporan terbaru dari DigiTimes pada Januari 2026 menyebutkan bahwa laptop N1X bisa hadir seawal Q1 2026. Namun kenyataannya sangat berbeda.
Informasi terbaru dari leaker Moore's Law is Dead yang dilaporkan Notebookcheck mengungkap bahwa penundaan ini berakar pada masalah software dan kompatibilitas yang masih menghantui chip NVIDIA. Situasi diperparah oleh lambatnya progres Microsoft dalam memastikan platform N1X bekerja lancar dengan Windows.
Akibatnya, jendela peluncuran untuk laptop ARM pertama NVIDIA tampak semakin mundur melewati Q1 2026. Spekulasi terkini mengarah pada debut di Q2 atau musim panas 2026, dengan model berbasis N1X berpotensi tertunda hingga Agustus. Beberapa produsen termasuk Dell dan Lenovo dikabarkan sudah menyiapkan laptop berbasis N1X dan N1V, yang telah muncul di berbagai kebocoran beberapa bulan terakhir.
Namun tidak satupun dari perangkat tersebut yang secara resmi diumumkan sejauh ini. Hal ini memperkuat indikasi bahwa platform tersebut belum siap untuk pasar massal.
Kompatibilitas Windows on ARM Jadi Hambatan Terbesar
Penundaan ini menyoroti tantangan lebih luas yang dihadapi ekosistem Windows on ARM. Meskipun laptop berbasis Snapdragon terbaru menunjukkan peningkatan nyata dalam performa dan efisiensi, optimisasi software dan dukungan driver tetap menjadi hambatan yang belum sepenuhnya teratasi.
Kehadiran NVIDIA di segmen ini sebenarnya diharapkan bisa mempercepat adopsi, tetapi masalah di level platform justru memperlambat kemajuan. Bagi NVIDIA sendiri, N1X merupakan bagian krusial dari ekspansi bisnis mereka di luar GPU. Chip ini memiliki 20 core CPU dan 6.144 CUDA core berbasis arsitektur Blackwell, spesifikasi yang identik dengan GB10 Superchip di dalam DGX Spark.
Potensi akselerasi AI di perangkat konsumer menjadi daya tarik utama N1X. Dengan kemampuan komputasi sekelas data center dalam bentuk laptop, pengembang AI dan AI integrator Indonesia bisa menjalankan model bahasa besar secara lokal tanpa bergantung pada cloud. Namun semua potensi ini bergantung pada kesiapan ekosistem software yang saat ini masih menjadi bottleneck.
Jensen Huang, CEO NVIDIA, telah mengonfirmasi bahwa DGX Spark menggunakan silicon N1. Namun perjalanan dari chip AI developer ke produk konsumer ternyata tidak semudah yang diharapkan.
Persaingan ARM Laptop Semakin Panas
Penundaan N1X memberikan ruang bernafas bagi kompetitor. Qualcomm dengan Snapdragon X2 Elite diperkirakan mendominasi adopsi awal Windows on ARM di 2026, sementara Intel dengan Panther Lake juga memanfaatkan momen ini untuk memperkuat posisi mereka.
NVIDIA menghadapi dilema klasik dalam industri teknologi. Meluncurkan produk prematur dengan bug berisiko menciptakan kesan buruk yang sulit diperbaiki, apalagi untuk debut pertama di segmen baru. Sebaliknya, penundaan terlalu lama memberi kesempatan kompetitor untuk mengunci pasar lebih dulu.
Skenario terbaik menurut analis adalah Qualcomm X2 mendominasi gelombang pertama adopsi ARM di paruh pertama 2026, sementara NVIDIA N1X hadir di penghujung tahun untuk segmen workstation dan enthusiast. Generasi berikutnya, N2 series, bahkan sudah diproyeksikan untuk Q3 2027.
Bagi ekosistem AI di Indonesia, penundaan ini berarti AI integrator Indonesia harus menunggu lebih lama untuk memanfaatkan akselerasi AI lokal berbasis ARM di perangkat portabel. Namun peluncuran yang matang dan stabil jauh lebih bernilai dibanding produk setengah jadi yang justru menghambat produktivitas.
(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)
⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek. Mohon maaf apabila terdapat ketidakakuratan pada data aktual.
Berita Terkait NVIDIA & ARM Laptop
🎮 NVIDIA Kejutkan Dunia PC: N1X Setara RTX 5070 dengan Keunggulan AI
🔥 NVIDIA Rubin Guncang CES 2026 dengan 6 Chip Baru
💻 John Carmack Bongkar Masalah NVIDIA DGX Spark: Performa Setengah, Konsumsi Daya Tak Sesuai Klaim
⚡ Qualcomm Snapdragon X2 Elite Extreme Kalah dari Apple M4 Max tapi Hancurkan x86
Sumber dan Referensi
[1] Your wait for Nvidia's ARM-based laptops may be longer than expected - Digital Trends
[2] Nvidia N1X ARM APU reportedly suffers from software issues - Notebookcheck
[3] Nvidia's Arm-based N1X-equipped gaming laptops reportedly set to debut - Tom's Hardware
[4] Processor ARM race heats up as Nvidia could soon challenge Intel, AMD and Apple - TechRadar
[5] NVIDIA N1 and N1X Laptop Chips Scheduled for This Quarter - TechPowerUp
