Jack Clark Sebut AI Bisa Dorong PDB AS ke 44 Triliun Dolar pada 2030

Jack Clark Sebut AI Bisa Dorong PDB AS ke 44 Triliun Dolar pada 2030

Salah satu pendiri Anthropic, Jack Clark, membawa skenario ekonomi AI paling ekstrem ke panggung Dana Moneter Internasional (IMF). Dalam Per Jacobsson Foundation Lecture di Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia di Bangkok pada 17 Oktober 2026, Clark menyebut model Anthropic memproyeksikan PDB Amerika Serikat bisa mencapai sekitar 44 triliun dolar AS pada 2030. Pesan ini disampaikan di forum yang dihadiri pembuat kebijakan ekonomi dari berbagai negara, termasuk kawasan Asia Tenggara.

Skenario 44 Triliun Dolar dari Model Ekonomi Anthropic

Kuliah berjudul "Inside the Event Horizon: Why Everyone Should Take AI Progress Seriously" itu disiarkan IMF lewat kanal YouTube resminya. Menurut laporan Techsauce, Clark berargumen bahwa dunia punya waktu kurang dari satu dekade untuk bersiap menghadapi kemajuan AI, sehingga pembuat kebijakan perlu bergerak sekarang.

Angka 44 triliun dolar AS berasal dari Economic Scenario Explorer yang dirilis Anthropic pada September 2026. Model ini memuat tiga skenario untuk ekonomi AS pada 2030. Skenario moderat memberi PDB 34,1 triliun dolar AS atau 1,6 persen di atas jalur tanpa AI. Skenario substansial memberi 36,3 triliun dolar AS, naik 8,3 persen. Skenario ekstrem memberi 44,4 triliun dolar AS, naik 32,4 persen.

Anthropic sendiri menegaskan bahwa ketiga angka itu bukan ramalan. Di halaman modelnya, perusahaan menulis bahwa skenario tersebut mengeksplorasi kemungkinan masa depan dan hasil sebenarnya bisa berbeda secara material. Skenario ekstrem mengandaikan AI mengungguli manusia di hampir semua pekerjaan berbasis pengetahuan dan mengerjakannya secara mandiri.

Pertumbuhan Besar, tetapi Pekerja Pengetahuan Tertekan

Model yang sama menunjukkan sisi lain dari lonjakan PDB. Pada skenario ekstrem, porsi pendapatan tenaga kerja turun menjadi 45,2 persen, sedangkan porsi modal naik menjadi 54,8 persen. Upah pekerja pengetahuan turun lebih dari 10 persen. Pada skenario substansial, upah pekerja pengetahuan cenderung datar sementara pekerja lain menikmati kenaikan.

Sehari sebelum kuliah, Clark tampil di panel "AI and the Global Economy" bersama Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dan Gubernur Bank of Canada Tiff Macklem. Menurut laporan Associated Press, Clark menyoroti lemahnya aturan bagi teknologi yang ia kembangkan. "Sungguh mengherankan bagi saya bahwa mainan yang saya belikan untuk anak-anak saya lebih diatur ketimbang superintelligence yang benar-benar saya kerjakan," kata Clark.

Clark juga menilai keputusan soal arah AI tidak boleh hanya diambil industri. "Tetapi keputusan ini tidak bisa hanya dibuat oleh perusahaan," ujarnya. Georgieva menyebut dampak bersih AI terhadap lapangan kerja positif, tetapi ia khawatir anak muda yang biasanya masuk pekerjaan profesional rutin justru terdorong ke sektor jasa bergaji rendah.

Dampaknya bagi Kebijakan Ekonomi dan Indonesia

Pesan Clark ke IMF jelas: kalau skenario substansial atau ekstrem terjadi, negara akan berhadapan dengan pertumbuhan yang terkonsentrasi pada pemilik modal dan tekanan pada pekerja kantoran dalam waktu singkat. Macklem mengingatkan perlunya sistem untuk membantu pihak yang kalah agar tidak memicu gelombang penolakan.

Bagi Indonesia, skenario ini relevan meski modelnya dibuat untuk AS. Pekerjaan berbasis pengetahuan seperti layanan pelanggan, administrasi, akuntansi, dan pengembangan perangkat lunak juga menjadi tumpuan banyak lulusan baru di sini. Pemerintah dan perusahaan Indonesia perlu menyiapkan program pelatihan ulang, perlindungan sosial, dan kebijakan pajak yang adaptif sejak sekarang, bukan setelah dampaknya terlihat di data pengangguran.

Foto sampul: Mvolz, CC0, via Wikimedia Commons

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait Anthropic

🧠 Jam Kerja Agen AI di Anthropic Kini 6 Kali Lipat Karyawannya

💸 Anthropic Sisihkan 5 Persen Saham untuk Dana Publik Jelang IPO

☁️ Anthropic Teken Sewa Data Center Pertama di Kanada; Proyek C$10 Miliar

🛡️ Satya Nadella Minta AI Diberi Rem Darurat yang Dipegang Manusia


Sumber dan Referensi

[1] Scenarios for our Economic Future - Anthropic

[2] Per Jacobsson Foundation Lecture: Inside the Event Horizon - IMF (YouTube)

[3] IMF-World Bank meetings focus on global risks and potential benefits of AI - PBS NewsHour / AP

[4] Anthropic's Jack Clark Says the World Has Less Than a Decade to Prepare for AI - Techsauce

[5] Anthropic's Jack Clark Tells the IMF AI Could Push US GDP to $44 Trillion - Startup Fortune

    Jack Clark Sebut AI Bisa Dorong PDB AS ke 44 Triliun Dolar pada 2030 | Burung Hantu Infratek