Hermantown Setujui Data Center Google 500 MW Meski Diprotes Warga

Hermantown Setujui Data Center Google 500 MW Meski Diprotes Warga

Dewan Kota Hermantown, Minnesota, Amerika Serikat, menyetujui secara bulat paket perjanjian untuk data center Google seluas 1,7 juta kaki persegi meski diprotes keras warga. Pemungutan suara berlangsung Jumat malam, 30 Oktober 2026, setelah empat jam komentar publik, untuk fasilitas yang diperkirakan butuh listrik 500 megawatt. Keputusan ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur AI kini makin sering tertahan di level kota, bukan di ruang rapat perusahaan teknologi.

Apa yang Disetujui Dewan Kota Hermantown untuk Google?

Dewan Kota Hermantown menyetujui perjanjian pengembangan, izin penggunaan khusus, dan rencana pembongkaran lokasi jika proyek gagal atau ditinggalkan. Menurut MPR News (2026), data center Google itu berukuran 1,7 juta kaki persegi atau sekitar 158.000 meter persegi, di atas lahan lebih dari 200 acre di kawasan permukiman pedesaan dekat Duluth.

Siaran pers Kota Hermantown tertanggal 27 Oktober 2026 menyebut agenda rapat memuat enam butir resolusi, sama dengan rapat 27 Oktober yang batal. Rapat Jumat dimulai pukul 18.30 waktu setempat dan baru selesai menjelang tengah malam, dengan sekitar empat jam komentar publik dan satu jam diskusi anggota dewan.

"Yang kami lakukan malam ini bukan soal AI. Bukan soal big tech. Bukan soal software," kata John Geissler, anggota Dewan Kota Hermantown, seperti dikutip MPR News. Ia menegaskan bahwa yang diputuskan adalah permohonan penggunaan lahan beserta perjanjian yang menyertainya, hasil kerja panjang dewan selama berbulan-bulan.

Resolusi yang lolos Jumat malam itu merupakan persetujuan besar terakhir di tingkat kota. Namun proyek ini belum bisa langsung dibangun. Komisi Utilitas Publik Minnesota masih harus menyetujui perjanjian layanan listrik antara Google dan Minnesota Power, perusahaan listrik yang akan memasok fasilitas tersebut.

Kenapa Rapat Ditunda Dua Kali dan Dibatasi 85 Orang?

Rapat ditunda dua kali karena protes dan jadwal pemilu awal. Pada Senin, 26 Oktober 2026, rapat dewan dibubarkan setelah sekitar dua jam massa terus meneriakkan "Shut it down!" di luar ruang sidang, menurut FOX 9 (2026). Rapat pengganti hari Selasa juga batal karena dikhawatirkan mengganggu pemungutan suara awal di ruang sidang.

FOX 9 melaporkan Kepala Polisi Hermantown Jim Crace memberi peringatan 10 menit kepada pengunjuk rasa untuk bubar, atau mereka bisa ditahan karena kerumunan yang mengganggu proses pemerintahan. Anggota dewan Andy Hjelle menulis di media sosial bahwa membungkam rapat publik sampai polisi menyatakan kerumunan ilegal adalah tindakan yang keliru.

Untuk rapat Jumat, kota membatasi kehadiran langsung hanya 85 orang "sesuai arahan Dinas Pemadam Kebakaran", menurut siaran pers resmi Kota Hermantown. Ruang pelatihan yang biasa menampung ratusan orang tidak dibuka. Sebagai gantinya kota menyediakan siaran daring dan menerima komentar tertulis sampai pukul 12.00 siang hari Jumat.

Keputusan itu memicu kemarahan kelompok Stop the Hermantown Data Center. "Membatasi kehadiran 85 orang, membatasi waktu pendaftaran, dan memaksa warga berdiri di luar dalam cuaca dingin. Dua setengah jam untuk saya. Bagaimana itu adil?" kata Brian Bergeron, warga Hermantown, dalam jatah bicara tiga menitnya.

Konsesi Google, dari Pajak $80 Juta sampai Jaminan $210 Juta

Google memberi sejumlah konsesi menjelang pemungutan suara. Perusahaan itu membatalkan permintaan keringanan pajak properti hingga 80 juta dolar AS, menyepakati jaminan pembongkaran senilai 210 juta dolar AS, dan memangkas proyek dari empat menjadi tiga gedung. Kota Hermantown diperkirakan menerima pajak properti sekitar 3 juta dolar AS per tahun.

Menurut MPR News, Google juga setuju memantau sumur pribadi warga di sekitar lokasi dan membatasi tinggi bangunan maksimal 33 kaki, sekitar 10 meter. Meski begitu, tiap gedung tetap lebih luas dari enam lapangan sepak bola Amerika. Warga pendukung, Eric Palmer, menilai jaminan 210 juta dolar AS melindungi kota jika proyek batal di tengah jalan.

"Sudah ada masukan, dan Google mendengarkan, Anda mendengarkan, dan proyek ini berubah," kata Dave Lislegard, mantan anggota legislatif negara bagian yang kini memimpin kelompok buruh dan industri Jobs for Minnesotans. Kelompok penentang menilai sebaliknya. Richard Hilton, warga Hermantown, menyebut perubahan itu hanya sekecil mungkin agar secara hukum bisa disebut mendengarkan warga.

Kebutuhan listriknya menjadi sorotan utama. Fasilitas ini diperkirakan butuh 500 megawatt, kira-kira setara gabungan kebutuhan listrik seluruh rumah di Minneapolis, St. Paul, Duluth, dan Rochester, menurut Citizens Utility Board of Minnesota yang dikutip MPR News. Proyek juga masih menghadapi tiga gugatan hukum, termasuk soal kajian lingkungan dan perubahan zonasi.

Dampaknya bagi Ekspansi Data Center AI, Termasuk di Indonesia

Kasus Hermantown menunjukkan izin sosial kini sama pentingnya dengan izin teknis bagi data center AI. Penolakan warga soal listrik, air, dan pajak bisa menunda keputusan berbulan-bulan, sementara konsesi seperti jaminan pembongkaran, pemantauan sumur, dan pembatalan insentif pajak mulai jadi syarat yang diminta komunitas sebelum proyek disetujui.

Menurut MPR News (2026), data center sudah menjadi isu politik panas di Amerika Serikat sepanjang setahun terakhir, dengan jajak pendapat menunjukkan pemilih Demokrat maupun Republik sama-sama menolak fasilitas itu dibangun di lingkungan mereka. Di Hermantown, tiga calon pendatang baru maju memperebutkan dua kursi dewan, sebagian besar karena isu data center ini.

Google juga merencanakan data center besar lain di dekat Pine Island, Minnesota. Proyek itu kini wajib menjalani kajian lingkungan yang lebih ketat di bawah pengawasan negara bagian setelah penyelesaian gugatan hukum. Polanya jelas, persetujuan lokal tidak lagi otomatis meski perusahaan menjanjikan investasi dan lapangan kerja dalam jumlah besar.

Bagi Indonesia yang sedang menarik investasi data center AI ke berbagai kawasan industri, pelajaran dari Hermantown cukup konkret. Pemerintah daerah dan investor perlu membuka data kebutuhan listrik dan air sejak awal, menyiapkan jaminan pemulihan lahan, dan melibatkan warga sebelum izin final. Tanpa itu, proyek bernilai besar bisa tersandung penolakan yang sama.

(Burung Hantu Infratek / MPR News / FOX 9)

Foto sampul: ilustrasi dibuat dengan AI, bukan foto produk atau kejadian asli.


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait Data Center AI

⚡ BKPM Catat 9 Investor Data Center Incar Indonesia; Butuh Listrik 2,7 GW

📊 Listrik Data Center AI: Membaca Laporan IEA 2026 untuk Perusahaan Indonesia

💸 Nvidia Bahas Jaminan Utang Nscale untuk Data Center 460 MW Anthropic

☁️ TelkomGroup Luncurkan Empat Teknologi Berdaulat; Data Center AI Bidik 1 GW


Sumber dan Referensi

[1] Hermantown approves controversial Google Data Center during late night meeting - MPR News

[2] Hermantown Announces October 30 City Council Meeting - City of Hermantown

[3] Hermantown's Google data center meeting moved to Friday following protests - MPR News

[4] Hermantown council delays data center vote after protests erupt at Monday meeting - FOX 9

    Hermantown Setujui Data Center Google 500 MW Meski Diprotes Warga | Burung Hantu Infratek