Google Blokir Pengguna OpenClaw dari Antigravity, Sebut Pemakaian Berbahaya

Google Blokir Pengguna OpenClaw dari Antigravity, Sebut Pemakaian Berbahaya

Google mengguncang komunitas open source setelah memblokir akses pengguna OpenClaw dari platform AI coding Antigravity tanpa peringatan. AI integrator Indonesia perlu waspada karena insiden ini membuktikan bahwa era "bawa agent sendiri" ke model AI frontier sedang berakhir, dan perusahaan besar mulai mengunci ekosistem mereka demi kontrol penuh atas layanan berlangganan.


Apa Itu OpenClaw dan Kenapa Jadi Masalah

OpenClaw adalah asisten AI personal open source yang bisa dijalankan di perangkat sendiri. Dengan lebih dari 219.000 bintang di GitHub, OpenClaw memungkinkan pengguna mengotomasi tugas sehari-hari seperti mengelola email, browsing web, mengatur kalender, hingga check-in penerbangan. Semuanya berjalan secara lokal melalui kanal chat yang sudah biasa dipakai seperti WhatsApp, Telegram, Slack, dan Discord.

Yang membuat OpenClaw istimewa adalah kemampuannya terhubung ke berbagai model AI melalui antarmuka alternatif. Salah satunya adalah plugin OAuth yang memungkinkan pengguna mengakses token Gemini bersubsidi dari Google melalui platform Antigravity. Inilah yang akhirnya memicu konflik besar.

Seminggu sebelum insiden ini, CEO OpenAI Sam Altman mengumumkan bahwa pencipta OpenClaw, Peter Steinberger, bergabung dengan OpenAI untuk memimpin "generasi berikutnya dari personal agent." Meski OpenClaw tetap menjadi proyek open source di bawah yayasan independen, kini proyek tersebut didukung secara finansial dan strategis oleh rival utama Google.

Konteks ini penting karena dengan memutus akses OpenClaw ke Antigravity, Google tidak hanya melindungi beban servernya, tetapi juga memutus jalur yang memungkinkan tool yang terafiliasi OpenAI memanfaatkan model Gemini tercanggih milik Google.

Blokir Tanpa Peringatan, Pengguna Berbayar Jadi Korban

Aksi Google dimulai pada akhir pekan lalu dan langsung memicu kemarahan komunitas developer. Pengguna di forum X dan Y Combinator melaporkan kehilangan akses ke Antigravity tanpa pemberitahuan sebelumnya. Yang lebih mengkhawatirkan, beberapa pengguna melaporkan akun Google mereka secara keseluruhan ikut terdampak, mengingat produk AI Google berbagi infrastruktur akun yang sama dengan Gmail dan Workspace.

Varun Mohan, engineer Google DeepMind dan mantan CEO Windsurf, mengonfirmasi tindakan tersebut melalui postingan di X. "We've been seeing a massive increase in malicious usage of the Antigravity backend that has tremendously degraded the quality of service for our users," tulisnya. Mohan menambahkan bahwa sebagian pengguna tidak menyadari bahwa penggunaan mereka melanggar Terms of Service.

Namun komunitas developer tidak terima dengan label "malicious usage" tersebut. AI engineer Mohan Prakash menulis bahwa pengguna "membayar kuota, menggunakan kuota sesuai batas, lalu diblokir." Menurutnya, jika Google tidak menginginkan integrasi pihak ketiga, seharusnya mereka mengembalikan pesan error, bukan memblokir akun pelanggan berbayar tanpa peringatan.

Peter Steinberger sendiri berkomentar, "Pretty strict from Google. Even Anthropic contacts me and handles issues in a friendly way. Google, on the other hand, just blocks?" Sebagai respons, Steinberger mengumumkan bahwa OpenClaw akan menghapus dukungan Google sepenuhnya.

Era "Wild West" AI Agent Resmi Berakhir

Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi di industri AI agent. Dua hari sebelum aksi Google, Anthropic juga memperbarui ketentuannya untuk secara eksplisit melarang penggunaan token OAuth dari langganan Claude di tool pihak ketiga, termasuk OpenClaw. Pola ini jelas, penyedia AI mulai memperketat kontrol atas cara model mereka diakses di luar antarmuka resmi.

Bagi pengembang solusi AI di Indonesia, insiden Antigravity menjadi studi kasus penting tentang risiko ketergantungan pada satu platform. Pengguna yang membayar hingga $249,99 per bulan untuk langganan Google AI Ultra ternyata tetap bisa kehilangan akses secara tiba-tiba. Ini membuktikan bahwa bahkan pelanggan premium memiliki sedikit daya tawar ketika penyedia memutuskan mengubah definisi "penggunaan wajar."

Dari perspektif yang lebih luas, kasus ini menandai berakhirnya era "Wild West" untuk AI agent. Perusahaan besar seperti Google dan OpenAI kini memprioritaskan pengalaman terintegrasi secara vertikal di mana mereka bisa menangkap 100% telemetri dan pendapatan langganan. Interoperabilitas open source yang mendefinisikan hari-hari awal ledakan LLM perlahan mulai ditinggalkan.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek. Mohon maaf apabila terdapat ketidakakuratan pada data aktual.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait OpenClaw dan Google

🤖 OpenClaw Jadi Mimpi Buruk Keamanan AI Agent

🔥 Pencipta OpenClaw Gabung OpenAI, Proyek Jadi Open Source Foundation

Gemini Agent Resmi Hadir Bisa Booking dan Belanja Sendiri

💡 Google I/O 2026 Resmi Diumumkan dengan Puzzle Bertenaga Gemini 3


Sumber dan Referensi

[1] Google clamps down on Antigravity 'malicious usage', cutting off OpenClaw users

[2] Google bans OpenClaw users on its AI coding tool Antigravity

[3] Google Antigravity falls to Earth under compute burden

[4] Google restricting Google AI Pro/Ultra subscribers for using OpenClaw - Hacker News

[5] Google Blocks Paying AI Subscribers Using Third-Party OpenClaw Tool