Goldman Sachs Pakai Claude untuk Otomasi Accounting dan Compliance

Goldman Sachs mengerahkan AI agent otonom berbasis Claude milik Anthropic untuk mengotomasi fungsi accounting, compliance, dan client onboarding. Engineer Anthropic telah tertanam di dalam tim Goldman selama enam bulan, membangun "digital co-worker" yang mampu memproses data masif dan menerapkan aturan kompleks secara mandiri. Langkah ini merupakan bagian dari strategi multitahun CEO David Solomon untuk mereorganisasi bank investasi terbesar di dunia di sekeliling AI generatif. Bagi AI integrator Indonesia, ini menjadi bukti nyata bahwa agentic AI telah memasuki jantung operasional industri keuangan global, membuka peluang besar untuk replikasi di sektor perbankan dan fintech domestik.
Dari AI Coder ke AI Akuntan
Goldman Sachs memulai eksperimen AI agent-nya pada pertengahan 2025 dengan men-deploy Devin, autonomous AI coder buatan startup Cognition Labs, untuk membantu 12.000 engineer internal. Hasilnya mengejutkan: produktivitas melonjak tiga hingga empat kali lipat dibanding tools AI sebelumnya. Namun penemuan sesungguhnya justru datang dari langkah berikutnya.
Marco Argenti, Chief Information Officer Goldman Sachs, mengungkapkan bahwa setelah sukses dengan coding, timnya mulai menguji apakah kemampuan reasoning Claude bisa diterapkan di area lain. "Claude is really good at coding. Is that because coding is kind of special, or is it about the model's ability to reason through complex problems, step-by-step, applying logic?" ujar Argenti kepada CNBC.
Jawabannya ternyata yang kedua. Goldman "terkejut" menemukan bahwa Claude Opus 4.6 ternyata sama mumpuninya dalam menangani pekerjaan accounting dan compliance yang selama ini dianggap terlalu kompleks untuk diotomasi. Pekerjaan ini melibatkan parsing dokumen dalam jumlah masif, menerapkan aturan regulasi, dan membuat keputusan berbasis judgment, semuanya dilakukan step-by-step oleh AI agent.
Engineer Anthropic Tertanam 6 Bulan di Goldman
Kolaborasi ini bukan sekadar lisensi software biasa. Selama enam bulan terakhir, engineer Anthropic telah bekerja langsung di dalam tim Goldman Sachs, co-developing autonomous agent yang fokus pada tiga area utama:
Trade dan transaction accounting — rekonsiliasi perdagangan dan pencatatan transaksi
Compliance review — pemeriksaan kepatuhan regulasi dengan volume data masif
Client due diligence dan onboarding — verifikasi dan evaluasi klien baru
Argenti mendeskripsikan sistem ini sebagai "digital co-worker" untuk profesi-profesi di firma yang berskala besar, kompleks, dan sangat process-intensive. Agent ini masih dalam tahap awal pengembangan, namun Argenti mengonfirmasi peluncurannya akan dilakukan "segera" meskipun menolak memberikan tanggal spesifik.
Hasil awal menunjukkan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk onboarding klien bisa dipangkas signifikan, sementara masalah rekonsiliasi perdagangan dan isu accounting lainnya bisa diselesaikan jauh lebih cepat dibanding proses manual.
Strategi "One GS 3.0" dan Masa Depan Tanpa Vendor
Langkah ini merupakan bagian dari visi besar CEO David Solomon yang diumumkan pada Januari 2026 dengan nama "One GS 3.0". Program ini bertujuan untuk mereimajinasi enam proses inti Goldman, termasuk onboarding dan Know Your Customer (KYC), melalui otomasi berbasis AI.
"If we get this right, I don't think it significantly lowers the number of people we have," kata Solomon kepada Fortune. Menurutnya, efisiensi dari AI tidak akan mengurangi jumlah karyawan secara signifikan, melainkan memberikan "capacity to invest in growth" yang sebelumnya terkendala.
Namun Argenti memberikan sinyal yang lebih tajam soal dampak terhadap vendor pihak ketiga. Seiring matangnya teknologi AI, Goldman bisa memangkas provider external yang selama ini digunakan untuk fungsi-fungsi back-office. "It's always a trade-off," ujar Argenti. "Our philosophy right now is that we're injecting capacity, which in most cases will allow us to do things faster."
Ke depan, Goldman berencana mengembangkan AI agent untuk area lain seperti employee surveillance dan pembuatan pitchbook investment banking.
Dampak ke Industri Software dan Peluang untuk Indonesia
Berita Goldman Sachs ini muncul bersamaan dengan peluncuran produk-produk baru Anthropic termasuk Claude Cowork, yang memicu kepanikan di pasar saham software enterprise. Investor khawatir bahwa AI agent otonom akan membuat produk SaaS tradisional menjadi usang, memicu sell-off miliaran dolar di saham perusahaan software.
Bagi AI integrator Indonesia, ada beberapa pelajaran krusial dari kasus Goldman Sachs. Pertama, agentic AI telah terbukti mampu menangani pekerjaan "proses berat" yang selama ini dianggap hanya bisa dilakukan manusia, seperti compliance review dan rekonsiliasi transaksi. Kedua, model kolaborasi embedded engineer antara vendor AI dan klien enterprise terbukti efektif untuk membangun solusi yang benar-benar fit dengan kebutuhan bisnis. Ketiga, industri perbankan dan fintech Indonesia yang menghadapi tantangan serupa dalam hal compliance OJK, KYC, dan anti-money laundering berpotensi besar mengadopsi pendekatan yang sama untuk meningkatkan efisiensi operasional tanpa harus menambah headcount secara signifikan.
(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)
⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek. Mohon maaf apabila terdapat ketidakakuratan pada data aktual.
Berita Terkait AI Enterprise & Anthropic Claude
🤖 Anthropic Rilis Claude Cowork: AI Agent untuk Non-Developer
💰 Anthropic Kantongi $20 Miliar, Investor Berebut Masuk
⚡ 2026 Tahun Kematian Chatbot: Era AI Agent Dimulai dengan Claude Cowork
🔒 Mengapa Etika AI Bukan Sekadar Compliance, Tapi Strategi Bisnis
Sumber dan Referensi
[1] Goldman Sachs taps Anthropic's Claude to automate accounting, compliance roles - CNBC
[2] Goldman Sachs teams up with Anthropic to automate banking tasks with AI agents - Reuters
[3] Goldman Sachs Lets AI Agents Do Accounting and Compliance Work - PYMNTS
[4] Goldman Sachs tests autonomous AI agents for process-heavy work - AI News
[5] No 'job apocalypse': Goldman Sachs CEO denies the AI hiring nightmare is real - Fortune
[6] Goldman Sachs CIO Marco Argenti Deepens AI Push with Anthropic - Observer
[7] Goldman Sachs deploys Claude AI for trade accounting, compliance, and onboarding - Economic Times
