Eko Health Rilis Stetoskop AI CORE 300 Seharga $199 Setelah Izin FDA

Eko Health Rilis Stetoskop AI CORE 300 Seharga $199 Setelah Izin FDA

Eko Health, perusahaan AI klinis asal California, meluncurkan CORE 300, stetoskop yang menggabungkan mode dengar analog dan digital dalam satu chestpiece serta membawa AI pendeteksi murmur jantung struktural. Perangkat ini mendapat izin FDA 510(k) pada 23 Juli 2026 dan mulai dijual di Amerika Serikat pada 22 Oktober 2026 dengan harga 199 dolar AS. Peluncuran ini menandai upaya membawa AI diagnostik ke alat periksa paling umum di dunia kedokteran, bukan hanya ke rumah sakit besar.

Apa Itu Stetoskop AI CORE 300 dari Eko Health?

CORE 300 adalah stetoskop yang bisa dipakai secara analog seperti biasa, lalu berpindah ke mode digital dengan memutar chestpiece. Menurut rilis resmi Eko Health tanggal 22 Oktober 2026, ini stetoskop pertama yang menyatukan kedua mode dalam satu chestpiece dan sudah membawa AI berizin FDA untuk deteksi murmur jantung struktural.

Di mode digital, dokter bisa memilih tiga mode dengar, yaitu Cardiac, Pulmonary, dan All Purpose. Suara jantung dan paru diperkuat hingga 35 kali, volumenya bisa diatur, dan ada active noise cancellation untuk ruang periksa yang bising. Layar kecil di chestpiece menampilkan detak jantung secara real time selama dokter mendengarkan pasien.

Izin FDA 510(k) yang dikantongi berlaku untuk pasien anak dan dewasa. HIT Consultant (23 Oktober 2026) mencatat bobot perangkat 150 gram, diafragma dewasa 45 mm dan anak 36 mm, koneksi Bluetooth Low Energy, serta baterai hingga 120 jam pemakaian klinis. Mode analog tetap berfungsi walaupun baterai benar-benar habis, sehingga dokter tidak kehilangan alat periksa dasarnya.

Harga $199 dan Langganan Eko+ untuk Fitur AI

Perangkat CORE 300 dijual 199 dolar AS di situs Eko Health, sedangkan analisis AI-nya hanya bisa dipakai lewat langganan Eko+ seharga 119,99 dolar AS per tahun sesudah masa coba gratis 14 hari. Model ini menjadikan stetoskop sebagai pintu masuk ke pendapatan software berulang, bukan sekadar penjualan alat sekali beli.

Halaman produk Eko Health menyebut sensitivitas deteksi murmur AI sebesar 92 persen, mengacu pada manual pengguna Eko Foundation Analysis Software dan data pengajuan ke FDA. Angka spesifisitas tidak dicantumkan. Eko juga menegaskan AI ini adalah perangkat skrining yang membantu, bukan menggantikan, diagnosis klinis, dan fitur Eko+ hanya ditujukan untuk tenaga kesehatan berlisensi.

"Jutaan tenaga kesehatan di seluruh dunia memakai stetoskop untuk memeriksa pasien setiap hari," kata Connor Landgraf, salah satu pendiri sekaligus CEO Eko Health. Ia menambahkan bahwa Eko sudah mengirim lebih dari 750.000 perangkat, dan CORE 300 adalah langkah berikutnya untuk membawa kepercayaan deteksi dini penyakit ke setiap tenaga kesehatan.

Menurut HLTH (23 Oktober 2026), CORE 300 dibangun di atas stetoskop digital CORE 500 dan Low Ejection Fraction Tool berizin FDA yang dikenalkan pada 2024 untuk skrining gagal jantung. Halaman produk Eko mencatat total 10 izin FDA untuk perangkat dan AI milik perusahaan. Deteksi fibrilasi atrium tetap hanya tersedia di CORE 500, bukan di model baru ini.

Kenapa Deteksi Murmur dengan AI Penting untuk Penyakit Jantung

Murmur jantung bisa menjadi tanda awal kelainan katup atau struktur jantung yang perlu diperiksa lebih lanjut. Dengan AI yang menandai murmur saat pemeriksaan fisik rutin, dokter umum bisa lebih cepat merujuk pasien ke ekokardiografi atau dokter spesialis, terutama di daerah yang jauh dari layanan kardiologi.

Rilis Eko mengutip data CDC bahwa penyakit jantung tetap menjadi penyebab kematian utama di Amerika Serikat pada 2025, dengan lebih dari 694.000 kematian. Penyakit saluran napas bawah kronis menyebabkan lebih dari 148.000 kematian. Perubahan suara jantung dan paru saat pemeriksaan rutin sering menjadi sinyal pertama bahwa pasien perlu evaluasi lanjutan.

"Agar kemajuan deteksi dini menjangkau lebih banyak orang, kemajuan itu harus menjadi bagian dari layanan yang sudah diterima orang," kata Jerome Adams, MD, Surgeon General Amerika Serikat ke-20 yang kini menjadi penasihat medis Eko Health. Menurutnya, informasi klinis yang lebih lengkap di titik layanan sangat berarti bagi komunitas pedesaan yang jaraknya berjam-jam dari layanan rujukan.

Chief Medical Officer Eko Health, Steven R. Steinhubl, MD, menilai adopsi teknologi klinis bergantung pada seberapa alami alat itu masuk ke cara kerja dokter. Karena itu CORE 300 mempertahankan pengalaman auskultasi tradisional, sementara pendengaran digital, pengukuran objektif, dan dukungan keputusan klinis hanya berjarak satu putaran chestpiece.

Dampaknya bagi Layanan Kesehatan dan Data Pasien di Indonesia

CORE 300 belum tersedia di Indonesia. Eko baru menjadwalkan peluncuran di Kanada, Inggris, dan sebagian pasar Eropa, sementara HIT Consultant melaporkan pengajuan regulasi sedang berjalan di Asia Pasifik dan Amerika Latin. Halaman produk Eko juga menyebut ketersediaan AI bergantung pada persetujuan regulator di tiap negara.

Kebutuhannya di Indonesia nyata. Kementerian Kesehatan (Januari 2025) mencatat sekitar 550.000 orang meninggal akibat penyakit jantung setiap tahun. Dari 514 kabupaten dan kota yang menjadi fokus penguatan layanan kardiovaskular, 372 belum memiliki peralatan atau tenaga medis untuk tindakan seperti kateterisasi jantung. "Ini adalah tantangan serius bagi sektor kesehatan kita," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

Alat skrining berbasis AI di tangan dokter umum dan puskesmas bisa membantu menyaring pasien yang perlu dirujuk lebih awal. Namun rekaman suara jantung dan hasil analisisnya termasuk data kesehatan, yang dalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi digolongkan sebagai data pribadi spesifik. Data jenis ini menuntut dasar pemrosesan dan pengamanan yang lebih ketat.

Bagi rumah sakit, klinik, dan penyedia layanan kesehatan digital di Indonesia, model seperti CORE 300 layak dipelajari sejak sekarang. Pertanyaan pentingnya meliputi di mana rekaman pasien disimpan, apakah server berada di luar negeri, siapa yang bertanggung jawab atas hasil analisis AI, dan bagaimana integrasinya dengan rekam medis elektronik yang sudah dipakai.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)

Foto sampul: Eko Health via PR Newswire


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait AI Kesehatan

💸 Startup AI Kesehatan Raih Valuasi 1 Miliar Dolar!

🧠 Chatbot AI Beresiko Memicu Krisis Kesehatan Mental

📊 Riset Microsoft: 50% Pengguna AI Curhat Soal Kesehatan dan Percintaan

🛡️ Inggris Bangun Lab Biosekuriti AI £100 Juta Bersama OpenAI dan Anthropic


Sumber dan Referensi

[1] Eko Health Launches CORE 300 to Bring AI-Enabled Stethoscopes to Every Healthcare Professional - PR Newswire

[2] CORE 300 Digital Stethoscope - Eko Health

[3] Eko Health Launches CORE 300: FDA-Cleared AI Stethoscope Unifying Traditional and Digital Listening for Adult and Pediatric Care - HIT Consultant

[4] Eko Health Launches FDA-Cleared CORE 300 Stethoscope with AI-Assisted Heart Murmur Detection - HLTH

[5] Atasi Kekurangan Dokter Spesialis, Kemenkes Berangkatkan 27 Dokter Belajar ke RRT dan Jepang - Kementerian Kesehatan RI

[6] Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi - JDIH BPK

    Eko Health Rilis Stetoskop AI CORE 300 Seharga $199 Setelah Izin FDA | Burung Hantu Infratek