Agentic AI Foundation Tambah 4 Proyek; Agent Skills dan Open Responses Masuk

Agentic AI Foundation Tambah 4 Proyek; Agent Skills dan Open Responses Masuk

Agentic AI Foundation (AAIF), yayasan di bawah Linux Foundation, menerima empat proyek baru dari Anthropic, OpenAI, Hugging Face, dan Alibaba. Pengumuman pada 22 Oktober 2026 di San Jose itu menambah jumlah proyek AAIF menjadi 10, dari tiga proyek saat yayasan berdiri pada Desember 2025. Langkah ini penting karena standar dasar agen AI kini dikelola bersama secara netral, bukan dikendalikan satu vendor.

Apa Saja Empat Proyek Baru di Agentic AI Foundation?

Empat proyek baru AAIF adalah Agent Skills dari Anthropic, Open Responses dari OpenAI, OpenEnv dari Hugging Face, dan OpenSandbox dari Alibaba. Menurut rilis AAIF (22 Oktober 2026), keempatnya menangani empat lapisan berbeda dalam tumpukan teknologi agen AI, mulai dari kemampuan agen sampai tempat agen dijalankan dengan aman.

Agent Skills adalah format terbuka untuk membekali agen dengan keahlian khusus. Sebuah skill membungkus instruksi, skrip, dan bahan rujukan yang bisa dimuat agen saat dibutuhkan. Open Responses adalah spesifikasi antarmuka model bahasa besar (LLM) lintas penyedia yang berbasis OpenAI Responses API, sehingga pengembang cukup menulis permintaan satu kali lalu menjalankannya di berbagai penyedia model.

OpenEnv adalah kerangka kerja dan pusat komunitas untuk membangun lingkungan reinforcement learning, yaitu tempat agen dilatih dan diuji. Komite di baliknya mencakup Hugging Face, Microsoft, Reflection, Meta-PyTorch, Fleet, Mercor, RadixArk, Modal, dan Prime Intellect. OpenSandbox dari Alibaba adalah platform sandbox serbaguna dengan SDK multibahasa serta runtime Docker dan Kubernetes untuk agen coding, agen GUI, dan evaluasi agen.

"Meski OpenSandbox lahir di Alibaba, kami tidak ingin masa depannya ditentukan oleh satu perusahaan," kata Xiaobin Xu, Head of Development Infrastructure Alibaba, dalam rilis yang sama. Keempat proyek bergabung dengan enam proyek lama, yaitu protokol Agent2Agent (A2A), Agent Router, agentgateway, AGENTS.md, goose, dan Model Context Protocol (MCP).

Agent Skills Sudah Dipakai Lebih dari 70 Platform

Agent Skills adalah proyek dengan adopsi paling besar di antara empat proyek baru. Menurut Anthropic (22 Oktober 2026), lebih dari 70 platform agen, termasuk ChatGPT, Cursor, GitHub Copilot, dan VS Code, sudah mengintegrasikan standar ini sejak diterbitkan pada Desember 2025. Sejauh ini 1 juta skill telah dipublikasikan dan dipasang hampir 280 juta kali.

Anthropic menyerahkan nama dan logo Agent Skills, organisasi GitHub, serta domain agentskills.io kepada AAIF. Pemeliharaan standar akan dilakukan oleh insinyur dari Anthropic, Google, OpenAI, dan perusahaan lain sebagai individu, dengan David Soria Parra dan Mahesh Murag sebagai Lead Maintainer. Pengguna tetap bisa memakai dan berkontribusi tanpa harus menjadi anggota AAIF.

"Tanpa konteks yang tepat, agen paling cerdas pun akan gagal," kata David Soria Parra, Co-Creator dan Lead Maintainer MCP di Anthropic. Ia menambahkan bahwa Anthropic meluncurkan Agent Skills setahun lalu agar pengembang dan perusahaan punya standar terbuka untuk membuat agen mereka lebih cakap, dan donasi ke AAIF memastikan siapa pun yang memakai skill bisa ikut menentukan arahnya.

Peta jalan awal yang diusulkan Anthropic mencakup rilis berversi, proses pengajuan perubahan yang formal, dan panduan keamanan bagi penulis dan pemasang skill. Poin keamanan ini relevan karena skill bisa berisi skrip yang dijalankan agen di komputer pengguna, sehingga skill dari sumber tidak jelas berpotensi menjadi pintu masuk serangan.

Dari Tiga Proyek Menjadi 10 dalam Setahun

AAIF tumbuh dari tiga proyek menjadi 10 proyek dalam kurang dari setahun. Linux Foundation membentuk yayasan ini pada 9 Desember 2025 dengan tiga proyek awal, yaitu MCP dari Anthropic, goose dari Block, dan AGENTS.md dari OpenAI. Anggota platinum saat pendirian adalah Amazon Web Services, Anthropic, Block, Bloomberg, Cloudflare, Google, Microsoft, dan OpenAI.

"Setahun lalu, AAIF diluncurkan dengan tiga proyek dan taruhan bahwa agentic AI butuh rumah yang netral untuk berkembang. Hari ini kami menaungi 10 proyek," kata Manik Surtani, CTO dan salah satu pendiri Agentic AI Foundation. Menurutnya, tugas yayasan adalah memberi komunitas satu tempat untuk membangun standar, protokol, dan infrastruktur bersama tanpa dikendalikan satu perusahaan.

Keanggotaan AAIF juga melonjak. Dalam rilis terpisah pada 22 Oktober 2026, AAIF menyebut tambahan 7 anggota Gold, 33 anggota Silver, dan 18 anggota Associate dalam satu kuartal terakhir, sehingga total anggota mencapai 305 organisasi. Anggota Gold baru antara lain Ant Group, Gates Foundation, MongoDB, dan Nutanix.

Pengumuman ini bertepatan dengan konferensi AGNTCon + MCPCon North America yang berlangsung 22 sampai 23 Oktober 2026 di San Jose McEnery Convention Center. Konferensi tersebut mempertemukan komunitas agen AI terbuka untuk berbagi pengalaman implementasi serta cara membangun, mengamankan, dan mengoperasikan agen AI.

Dampaknya bagi Perusahaan yang Membangun Agen AI

Bagi perusahaan, masuknya empat proyek ini mengurangi risiko terkunci pada satu vendor saat membangun agen AI. Standar yang dikelola yayasan netral membuat skill, antarmuka model, dan lingkungan sandbox lebih mudah dipindahkan antarplatform, sehingga perusahaan bisa berganti penyedia model tanpa menulis ulang seluruh sistem agennya.

Paul Nashawaty, Lead Principal Analyst di Efficiently Connected, menilai Open Responses sebagai proyek yang paling cepat bisa dipakai pengembang, disusul OpenSandbox untuk agen coding dan pipeline CI. Ia juga mengingatkan risiko bahwa penyedia dominan bisa menetapkan standar de facto secara sepihak, karena Open Responses berbasis API milik OpenAI.

"Saat lembaga keuangan dan filantropi bekerja bersama startup keamanan dan perusahaan data, agen bukan lagi eksperimen pengembang. Agen sedang menjadi infrastruktur institusi," kata Mazin Gilbert, Executive Director Agentic AI Foundation. Menurutnya, pertanyaan utama kini adalah bagaimana agen diautentikasi, bagaimana tindakannya diverifikasi, dan siapa yang bertanggung jawab.

Bagi perusahaan dan pengembang di Indonesia yang mulai membangun agen AI untuk layanan pelanggan, keuangan, atau operasional, momen ini tepat untuk memilih komponen berbasis standar terbuka seperti MCP dan Agent Skills. Pilihan itu menjaga sistem tetap fleksibel saat harga dan kualitas model berubah, sekaligus memudahkan audit keamanan karena spesifikasinya terbuka dan dikelola komunitas lintas perusahaan.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait Agentic AI

🛡️ OWASP Top 10 Agentic AI: 10 Risiko Keamanan Agen AI bagi Perusahaan

📊 Kerangka Tata Kelola Agentic AI Singapura: Pelajaran untuk Perusahaan Indonesia

🤖 Walmart Buka Pintu untuk Agen AI Belanja; Amazon Justru Memblokir

⚡ Google Luncurkan MCP Server Revolusioner untuk AI


Sumber dan Referensi

[1] Agentic AI Foundation Announces Four New Projects: Agent Skills, Open Responses, OpenEnv, and OpenSandbox - Linux Foundation

[2] Donating Agent Skills to the Agentic AI Foundation - Anthropic

[3] Agentic AI Foundation Surpasses 300 Members in Less Than One Year - Linux Foundation

[4] Linux Foundation Announces the Formation of the Agentic AI Foundation (AAIF) - Linux Foundation

[5] AAIF Adds Four Projects: Open Standards for the Agentic Stack - Efficiently Connected

[6] Agentic AI Foundation Adds Four Projects to Reach 10 in First Year - Unite.AI