Walmart Buka Pintu untuk Agen AI Belanja; Amazon Justru Memblokir

Walmart Buka Pintu untuk Agen AI Belanja; Amazon Justru Memblokir

Walmart resmi membuka jalur belanja khusus untuk agen AI lewat Walmart Agent Gateway, Agent Profiles, dan aturan baru bagi agen. Pengumuman pada 21 Oktober 2026 itu memberi pelanggan hak menyetel batas belanja agen, misalnya 50, 100, atau 200 dolar AS, dan menyetujui tiap transaksi. Langkah ini berlawanan dengan Amazon, yang sejak 20 September 2026 memblokir agen Muse milik Meta, sehingga dua raksasa ritel Amerika Serikat kini menempuh jalan berbeda dalam menyikapi agentic commerce.

Apa Itu Walmart Agent Gateway dan Agent Profiles?

Walmart Agent Gateway adalah server MCP (Model Context Protocol) yang menghubungkan agen AI yang disetujui langsung ke katalog Walmart dan Sam's Club. Agent Profiles adalah profil terpisah untuk tiap agen di dalam akun pelanggan, sehingga pembelian oleh agen tercatat sendiri dan bisa dibatasi nominalnya oleh pemilik akun.

Menurut rilis resmi Walmart tertanggal 21 Oktober 2026, selama ini agen AI berbelanja dengan masuk memakai akun pelanggan. Akibatnya, semua pembelian, baik oleh pelanggan maupun oleh agen, bercampur dalam satu riwayat tanpa pembeda. Agent Profiles yang dijadwalkan meluncur dalam sebulan ke depan, atau November 2026 menurut PYMNTS, memisahkan riwayat itu per agen.

Pelanggan bisa memilih dua mode. Mode pertama mewajibkan persetujuan untuk setiap pembelian. Mode kedua memberi agen izin berbelanja di bawah batas yang disetel sendiri, dengan contoh 50, 100, atau 200 dolar AS. Walmart menyamakannya dengan menambahkan pemegang kartu tambahan pada kartu kredit, lengkap dengan limit dan kemampuan mencabut izin kapan saja.

Gateway sendiri dimulai sebagai versi beta untuk perusahaan dan pengembang. Walmart menyebut agen yang berbelanja lewat peramban web sering lambat dan tersangkut karena situs dirancang untuk manusia. Lewat MCP, protokol yang awalnya dibuat Anthropic, agen bisa mencari stok dan menyelesaikan pembelian lebih cepat. Presiden dan CEO Walmart John Furner memaparkan langkah ini di Masters of Scale Summit di San Francisco pada hari yang sama.

Aturan Main Agen AI di Walmart

Walmart menetapkan tujuh ketentuan bagi agen AI yang berbelanja atas nama pelanggan. Intinya, pelanggan tetap memegang kendali, pembelian oleh agen wajib disetujui secara default, agen dilarang bertindak di luar niat pembeli, agen tidak menerima data kartu pembayaran, dan agen yang melanggar aturan akan diblokir dari situs Walmart.

Ketentuan itu juga mengatur data. Agen hanya boleh mengakses informasi yang dibutuhkan untuk tugasnya dan yang diizinkan pelanggan. Agen tidak bisa menambah atau mengubah metode pembayaran. Kebijakan privasi milik penyedia agen berlaku untuk data yang diterima agen, sementara Walmart memproses data dari agen sesuai Privacy Notice miliknya sendiri.

Salah satu fitur yang ditonjolkan adalah kemampuan Gateway membantu agen membeli barang langganan pelanggan tanpa membuka riwayat belanja. Walmart mencontohkan pelanggan yang rutin membeli roti sourdough atau merek susu tertentu. Walmart yang mencarikan barang itu untuk agen, tanpa menyerahkan riwayat pembelian yang lebih luas kepada pihak ketiga.

Soal harga, Walmart menegaskan harga yang dilihat agen sama dengan harga yang dilihat manusia di Walmart.com, termasuk penawaran dan biaya yang ditampilkan sebelum pembelian. Proses retur juga tetap berlaku, termasuk ketika agen tidak bertindak sesuai harapan. "Belanja dengan agen tidak akan cocok untuk semua orang, dan memang tidak harus," tulis Walmart dalam rilisnya.

Amazon Memilih Jalur Sebaliknya

Amazon menutup pintu bagi agen belanja pihak ketiga yang tidak diizinkan, sementara Walmart membukanya dengan syarat. Sejak Minggu malam, 20 September 2026, pengguna Muse milik Meta yang mencoba berbelanja di Amazon.com mendapat pesan bahwa akses oleh agen AI tanpa izin melanggar Conditions of Use Amazon.

"Kami rasa cukup jelas bahwa aplikasi pihak ketiga yang menawarkan pembelian atas nama pelanggan harus beroperasi secara terbuka dan menghormati keputusan penyedia layanan soal ikut serta atau tidak," kata Lara Hendrickson, juru bicara Amazon, dalam pernyataan tertulis kepada Bloomberg yang dikutip The Next Web. Amazon juga meminta Meta mengeluarkan Amazon dari layanan Muse.

Sikap keras Amazon tidak hanya menyasar Meta. Menurut The Next Web, Amazon mengajukan gugatan yang diperbarui setebal 41 halaman terhadap Perplexity pada 21 September 2026. Dalam berkas itu Amazon menyebut peramban Comet milik Perplexity telah menjalankan setidaknya 185.712 sesi di Amazon.com hingga 15 Juni 2026, dengan klaim kerugian jauh di atas 260.000 dolar AS.

TechCrunch mencatat Amazon punya model fondasi sendiri, Nova, dan platform inference Bedrock, sehingga pemblokiran itu juga dibaca sebagai langkah persaingan. PYMNTS melaporkan peta yang lebih luas di ritel Amerika Serikat. Amazon memblokir agen luar ternama, Target mengizinkan penyedia yang disetujui, sedangkan Walmart bermitra dengan perusahaan AI seperti Meta lewat Muse, OpenAI lewat ChatGPT, dan Google lewat Gemini.

Dampaknya bagi E-Commerce dan Perusahaan Indonesia

Langkah Walmart memberi cetak biru bagi peritel yang ingin melayani agen AI tanpa kehilangan kendali atas data dan transaksi. Polanya terdiri dari tiga lapis, yaitu jalur teknis khusus agen lewat MCP, identitas agen yang terpisah dengan batas belanja, dan aturan tertulis yang memberi dasar untuk memblokir agen nakal.

Bagi peritel, keputusan membuka atau menutup pintu untuk agen kini menjadi keputusan bisnis yang nyata. Walmart memilih hadir di aplikasi dan agen pilihan pelanggan, sementara Amazon memilih menjaga pengalaman belanja di platformnya sendiri. Kedua pendekatan sama-sama menuntut kemampuan mengenali lalu lintas agen, membatasi frekuensi transaksi, dan menangani komplain saat agen salah memesan.

Bagi marketplace dan peritel di Indonesia, isu ini akan datang seiring agen belanja makin lazim dipakai. Dari sisi hukum, Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi Pasal 16 ayat (2) mewajibkan pemrosesan data pribadi dilakukan secara terbatas dan spesifik, sah secara hukum, dan transparan. Prinsip agen hanya mengakses data yang dibutuhkan, seperti dalam aturan Walmart, sejalan dengan kewajiban itu.

Perusahaan e-commerce lokal bisa mulai menyiapkan tiga hal. Pertama, API atau server MCP yang memberi agen jalur resmi dan terpantau. Kedua, persetujuan eksplisit dan batas transaksi per agen di akun pengguna, sesuai dasar pemrosesan di Pasal 20 UU PDP. Ketiga, syarat penggunaan yang mengatur agen pihak ketiga, termasuk sanksi pemblokiran, sebelum lalu lintas agen membesar.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait Agen AI

🤖 Anthropic Rilis Claude Duet; Agen AI Proaktif Tantang Muse dan Dots

💸 Salesforce Akuisisi Braze $5,66 Miliar; Perkuat Agen AI Pemasaran

🛡️ OWASP Top 10 Agentic AI: 10 Risiko Keamanan Agen AI bagi Perusahaan

⚡ Notion Agent Kini Kerja 24 Jam Nonstop; Sistem Kredit AI Dirombak


Sumber dan Referensi

[1] Walmart Makes It Possible for Agents to Shop on Behalf of Customers, While Keeping Customers in Control - Walmart

[2] While Amazon blocks AI agents, Walmart rolls out the welcome mat - TechCrunch

[3] Walmart Opens Doors for AI Agents That Obey Strict Rules - PYMNTS

[4] Meta's AI agent has been blocked from using Amazon.com - TechCrunch

[5] Amazon blocks Meta's Muse and accuses Perplexity of misleading a court - The Next Web

[6] Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi - JDIH BPK

    Walmart Buka Pintu untuk Agen AI Belanja; Amazon Justru Memblokir | Burung Hantu Infratek