80% Orang Indonesia Pakai AI Tiap Hari, Ungkap e-Conomy SEA

Sebanyak 80 persen pengguna AI di Indonesia kini berinteraksi dengan aplikasi AI setiap hari, menjadikan Indonesia salah satu pasar dengan keterlibatan AI harian tertinggi di Asia Tenggara. Data ini terungkap dalam laporan e-Conomy SEA 2025 yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company, yang juga mencatat Indonesia mencetak pertumbuhan pendapatan aplikasi berbasis AI tertinggi di kawasan, yakni 127 persen year-on-year. Temuan ini menegaskan bahwa AI bukan lagi sekadar tren, melainkan sudah jadi kebiasaan sehari-hari puluhan juta masyarakat Indonesia.


Indonesia Memimpin Pertumbuhan Pendapatan Aplikasi AI

Laporan e-Conomy SEA 2025 mencatat 79 persen pengguna di Indonesia sudah belajar menggunakan berbagai perangkat AI, dan sebagian besar dari mereka kini menjadikannya rutinitas harian. Momentum ini berhasil menerjemahkan penggunaan yang tinggi menjadi pertumbuhan bisnis nyata, dengan pendapatan aplikasi berfitur AI di Indonesia tumbuh 127 persen year-on-year, tertinggi dibanding negara Asia Tenggara lain manapun.

Meski begitu, dari sisi pendanaan, sektor AI Indonesia baru menarik sekitar $91 juta modal ventura, masih jauh tertinggal dibanding Singapura yang mencatat $1,31 miliar. Kesenjangan ini menunjukkan besarnya potensi yang belum tergarap penuh, mengingat tingkat adopsi pengguna Indonesia justru sudah sangat tinggi.

AI Kini Ikut Menentukan Keputusan Belanja

Secara regional, laporan yang sama menyebut sekitar 700 startup AI aktif kini beroperasi di Asia Tenggara, dengan sekitar 30 persen dari total pendanaan swasta setahun terakhir mengalir ke sektor ini. Sebanyak 62 persen konsumen di kawasan ini mengaku fitur berbasis AI, seperti rekomendasi produk yang dipersonalisasi, ikut mempengaruhi keputusan belanja mereka, menandakan AI sudah masuk jauh ke dalam perjalanan konsumsi sehari-hari, bukan cuma jadi pelengkap.

Minat konsumen Asia Tenggara terhadap AI generatif dan multimodal juga tercatat tiga kali dan 1,7 kali lebih tinggi dibanding rata-rata global, menegaskan kawasan ini sebagai salah satu pasar AI paling antusias di dunia. Google, Temasek, dan Bain memproyeksikan kapasitas data center di kawasan ini akan tumbuh sekitar 180 persen untuk mengimbangi lonjakan permintaan AI ini.

Peluang Besar bagi Ekosistem AI Lokal

Tingkat keterlibatan harian yang sudah setinggi 80 persen ini adalah sinyal jelas bagi pelaku bisnis, khususnya sektor digital finance, e-commerce, dan hiburan seperti industri film yang belakangan juga mulai mengadopsi AI secara masif, bahwa fitur AI bukan lagi nilai tambah opsional melainkan ekspektasi dasar dari pengguna Indonesia.

Bagi pengembang solusi AI di Indonesia, data ini adalah dorongan kuat untuk mempercepat integrasi AI ke berbagai lini bisnis klien, mengingat pasar sudah terbukti siap dan terbiasa menggunakannya setiap hari. Tantangan sesungguhnya kini bukan lagi soal edukasi pasar, melainkan soal seberapa cepat pelaku usaha lokal bisa menerjemahkan tingginya keterlibatan pengguna ini menjadi produk dan layanan AI yang benar-benar mendatangkan nilai bisnis nyata.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek. Mohon maaf apabila terdapat ketidakakuratan pada data aktual.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait AI Indonesia

📊 92% Perusahaan Indonesia Adopsi AI, Tertinggi di ASEAN

🎬 Industri Film Indonesia Adopsi AI Massal

☁️ Microsoft Hadirkan Pusat Data Cloud Pertama di Indonesia untuk Akselerasi Adopsi AI

🛠️ AMD Enterprise AI Suite: Platform Gratis untuk Adopsi AI Skala Besar


Sumber dan Referensi

[1] e-Conomy SEA 2025 - Bain & Company

[2] AI to Shape Indonesia's Digital Economy as It Moves Toward USD 180 Billion 2030 - Business Indonesia

[3] e-Conomy SEA 2025 Report: Assessing Indonesia's Digital Economy in 2025 - ClickInsights

[4] e-Conomy SEA 2025 report: ASEAN's digital economy poised to surpass $300 billion in GMV by 2025 - Temasek

[5] e-Conomy SEA 2025: AI for business growth - Think with Google APAC

    80% Orang Indonesia Pakai AI Tiap Hari, Ungkap e-Conomy SEA | Burung Hantu Infratek