UU RAISE New York: Aturan AI Frontier dan Artinya bagi Bisnis Indonesia

UU RAISE New York: Aturan AI Frontier dan Artinya bagi Bisnis Indonesia

RAISE Act adalah undang-undang Negara Bagian New York, Amerika Serikat, yang mengatur pengembang model AI paling besar, atau model frontier. Sederhananya, perusahaan yang melatih model raksasa dan beromzet di atas 500 juta dolar AS wajib membuka cara mereka mengelola risiko dan melapor bila terjadi insiden. Tulisan ini membahas isi RAISE Act, kewajiban pengembang, sanksi dan kantor pengawasnya, bedanya dengan aturan California, hingga artinya bagi perusahaan Indonesia.

TLDR

Apa Itu RAISE Act dan Siapa yang Diaturnya?

RAISE Act hanya menyasar pengembang model yang dilatih dengan komputasi di atas 10^26 operasi dan beromzet lebih dari 500 juta dolar AS per tahun.

Kewajiban Utama Pengembang Model Frontier

Pengembang wajib menerbitkan kerangka keselamatan, mendaftar ke kantor pengawas, dan melaporkan insiden kritis dalam 72 jam.

Sanksi dan Kantor Pengawas Baru di DFS

Jaksa Agung New York bisa menuntut denda hingga 1 juta dolar AS untuk pelanggaran pertama dan 3 juta dolar AS untuk pelanggaran berikutnya.

Beda RAISE Act dan California SB 53

Ambang omzetnya sama, tetapi New York memberi tenggat laporan insiden jauh lebih pendek dan wewenang membuat aturan turunan yang lebih luas.

Apa Artinya bagi Perusahaan Indonesia?

Perusahaan Indonesia tidak diatur langsung, tetapi kewajiban vendor model akan mengalir ke kontrak, dan UU PDP sudah menuntut disiplin laporan insiden serupa.

Kesimpulan

RAISE Act menjadikan transparansi dan laporan insiden sebagai standar baru, dan perusahaan pengguna AI sebaiknya mulai meminta hal yang sama dari vendornya.

Hampir semua perusahaan Indonesia yang memakai AI generatif hari ini bergantung pada model buatan segelintir pengembang Amerika. Ketika chatbot layanan pelanggan, asisten penulis kontrak, atau agen pengolah dokumen berjalan di atas model itu, keselamatan model menjadi urusan pengguna juga. Masalahnya, selama ini hampir tidak ada aturan yang memaksa pengembang menjelaskan bagaimana mereka menguji dan mengamankan modelnya. New York mengubah itu lewat RAISE Act, yang berlaku mulai 1 Januari 2027. Memahami isinya membantu Anda tahu apa yang bisa diminta dari vendor AI.

Apa Itu RAISE Act dan Siapa yang Diaturnya?

RAISE Act (Responsible AI Safety and Education Act) adalah undang-undang New York yang mewajibkan transparansi dan laporan insiden bagi pengembang model AI frontier. Aturan ini hanya berlaku untuk model yang dilatih dengan komputasi di atas 10^26 operasi, dan kewajiban terberatnya hanya untuk pengembang beromzet lebih dari 500 juta dolar AS setahun.

Gubernur New York Kathy Hochul menandatangani versi awal undang-undang ini pada 19 Desember 2025 sebagai Chapter 699 Laws of 2025. Penandatanganan itu disertai kesepakatan untuk merevisi isinya. Revisi tersebut disahkan sebagai Senate Bill S8828 yang diusung Senator Andrew Gounardes dan ditandatangani pada 27 Maret 2026 sebagai Chapter 96 Laws of 2026. Revisi ini mengganti seluruh Article 44-B dalam General Business Law New York.

Menurut teks S8828 di situs Senat New York (2026), model frontier adalah foundation model yang dilatih dengan daya komputasi lebih dari 10^26 operasi bilangan bulat atau floating point. Hitungannya mencakup pelatihan awal ditambah fine-tuning dan reinforcement learning sesudahnya. Pengembang besar didefinisikan sebagai pengembang yang, bersama afiliasinya, mencatat pendapatan kotor tahunan lebih dari 500 juta dolar AS pada tahun kalender sebelumnya.

Cakupan wilayahnya luas. Undang-undang ini berlaku untuk model frontier yang dikembangkan, dipakai, atau beroperasi "seluruhnya atau sebagian" di New York. Artinya, pengembang dari luar negara bagian itu tetap terkena bila modelnya dipakai di sana. Pengecualian hanya diberikan untuk perguruan tinggi terakreditasi di New York yang melakukan riset akademik serta konsorsium Empire AI.

Kewajiban Utama Pengembang Model Frontier

Pengembang besar wajib menerbitkan kerangka keselamatan AI frontier, mengajukan pernyataan pengungkapan ke kantor pengawas sebelum modelnya beroperasi di New York, dan melaporkan insiden keselamatan kritis paling lambat 72 jam. Bila ada risiko kematian atau cedera serius yang mendesak, pemberitahuan ke aparat wajib dilakukan dalam 24 jam.

Inti kewajiban itu bisa diringkas sebagai berikut, berdasarkan teks S8828 (2026) dan ulasan firma hukum Davis Wright Tremaine (April 2026):

  • Kerangka keselamatan publik. Pengembang menerbitkan dokumen yang menjelaskan cara mereka menilai dan menekan risiko katastrofik. Dokumen ini ditinjau minimal setahun sekali, dan perubahan material wajib diumumkan dalam 30 hari.

  • Pernyataan pengungkapan dan iuran. Sebelum mengembangkan, memakai, atau mengoperasikan model frontier di New York, pengembang besar mendaftar ke kantor pengawas dan membayar bagian biaya operasional kantor itu. Pendaftaran diperbarui tiap dua tahun.

  • Laporan insiden 72 jam. Insiden kritis mencakup pencurian bobot model yang menimbulkan korban, hilangnya kendali atas model, hingga model yang menipu untuk mengakali kontrol pengembangnya.

  • Ringkasan pemakaian internal. Pengembang besar mengirim ringkasan penilaian risiko katastrofik dari pemakaian model secara internal setiap tiga bulan, kecuali ada jadwal lain yang disepakati.

Batas "risiko katastrofik" ditulis cukup tinggi. Teks S8828 menyebut satu kejadian yang bisa menyebabkan kematian atau cedera serius pada lebih dari 50 orang, atau kerugian properti lebih dari 1 miliar dolar AS. Contohnya bantuan setara ahli untuk membuat senjata kimia, biologi, radiologi, atau nuklir. Pengembang boleh menyamarkan bagian dokumen demi rahasia dagang dan keamanan, tetapi wajib menyimpan versi utuhnya selama lima tahun.

Sanksi dan Kantor Pengawas Baru di DFS

Penegakan RAISE Act ada di tangan Jaksa Agung New York, yang bisa menuntut denda perdata hingga 1 juta dolar AS untuk pelanggaran pertama dan hingga 3 juta dolar AS untuk tiap pelanggaran berikutnya. Pengawasan harian dipegang kantor baru di bawah Department of Financial Services (DFS) New York.

Angka denda itu jauh lebih kecil dari versi yang disahkan parlemen. Menurut ulasan Norton Rose Fulbright atas teks Desember 2025, versi awal memuat denda hingga 10 juta dolar AS untuk pelanggaran pertama dan 30 juta dolar AS untuk pelanggaran berikutnya. Skadden (Januari 2026) mencatat angka ini turun menjadi 1 juta dan 3 juta dolar AS setelah negosiasi dengan kantor gubernur. Selain itu, kantor pengawas bisa mengenakan denda 1.000 dolar AS per hari untuk pengembang yang lalai mengajukan pernyataan pengungkapan.

Kantor di DFS ini menerima pendaftaran, menilai pengembang besar, dan menerbitkan laporan tahunan. Davis Wright Tremaine mencatat laporan tahunan pertamanya jatuh pada 1 Januari 2028. Kantor ini juga diberi wewenang luas untuk membuat aturan turunan sesuai kebutuhan, sesuatu yang tidak dimiliki lembaga pengawas di California. Undang-undang ini tidak memberi hak gugat perorangan, jadi hanya negara yang bisa menuntut.

Dalam siaran pers kantor gubernur pada 19 Desember 2025, Hochul menyebut alasan politiknya. "By enacting the RAISE Act, New York is once again leading the nation in setting a strong and sensible standard," kata Hochul, yang berarti dengan RAISE Act New York kembali memimpin dalam menetapkan standar yang kuat dan masuk akal. Anggota Majelis Alex Bores, pengusung RUU di majelis rendah, menyatakan, "New York now has the strongest AI transparency law in the country."

Beda RAISE Act dan California SB 53

RAISE Act sengaja dibuat mirip Transparency in Frontier Artificial Intelligence Act (SB 53) California, termasuk ambang omzet 500 juta dolar AS. Perbedaan terbesarnya ada di tenggat laporan insiden, yaitu 72 jam di New York dibanding 15 hari di California, serta struktur denda bertingkat dan wewenang regulasi yang lebih luas.

Hochul sendiri menyebut undang-undang ini dibangun di atas kerangka California agar tercipta patokan yang seragam. Bagi pengembang, keseragaman ini berarti satu kerangka keselamatan bisa dipakai untuk memenuhi dua aturan sekaligus, dengan penyesuaian di beberapa titik.

Menurut perbandingan Skadden (Januari 2026), ada tiga perbedaan praktis. Pertama, tenggat laporan 72 jam jauh lebih ketat dari 15 hari. Kedua, New York memicu kewajiban lapor ketika pengembang punya alasan wajar untuk meyakini insiden terjadi, sedangkan California memakai pengetahuan pasti. Ketiga, California mengenakan denda hingga 1 juta dolar AS per pelanggaran tanpa kenaikan, sementara New York menaikkannya menjadi 3 juta dolar AS untuk pelanggaran berulang.

Kedua aturan ini juga berada di bawah tekanan federal. Skadden mencatat perintah eksekutif Gedung Putih tertanggal 11 Desember 2025, delapan hari sebelum RAISE Act ditandatangani, meminta kerangka AI nasional yang "minimally burdensome" dan memerintahkan Departemen Kehakiman menantang aturan negara bagian yang bertentangan. Gugatan federal terhadap New York dan California dinilai mungkin terjadi, jadi pengusaha perlu memantau nasib kedua aturan ini sampai 2027.

Apa Artinya bagi Perusahaan Indonesia?

Perusahaan Indonesia yang hanya memakai model AI tidak diatur langsung oleh RAISE Act, karena kewajibannya ada pada pengembang model frontier. Dampaknya datang lewat rantai pasok, yaitu dokumen keselamatan dan laporan insiden vendor yang kini wajib ada dan bisa Anda minta saat memilih atau memperpanjang kontrak.

Pengembang besar seperti pembuat model yang dipakai lewat API hampir pasti masuk kategori pengembang besar karena omzetnya jauh di atas 500 juta dolar AS. Kerangka keselamatan yang mereka terbitkan untuk memenuhi New York dan California bisa menjadi bahan uji tuntas yang murah bagi tim TI dan kepatuhan di Indonesia. Anda tidak perlu menebak bagaimana vendor menguji modelnya, karena sebagian jawabannya sekarang wajib terbuka.

Di dalam negeri, disiplin laporan insiden sebenarnya sudah dituntut UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi. Pasal 46 ayat (1) mewajibkan pengendali data memberi tahu subjek data dan lembaga secara tertulis paling lambat 3 x 24 jam bila terjadi kegagalan pelindungan data pribadi. Pasal 57 ayat (3) membuka denda administratif hingga 2 persen dari pendapatan tahunan. Tenggatnya kebetulan sama dengan RAISE Act, yaitu 72 jam.

Ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan sekarang:

  • Minta kerangka keselamatan vendor. Tanyakan versi publik dokumen keselamatan model yang dipakai, lalu simpan sebagai bagian dokumentasi pengadaan.

  • Masukkan klausul insiden ke kontrak. Pastikan vendor wajib memberi tahu Anda bila ada insiden yang memengaruhi layanan atau data Anda, dengan tenggat yang selaras dengan 3 x 24 jam di UU PDP.

  • Petakan model yang dipakai. Catat model, versi, dan pengembang di tiap aplikasi supaya saat ada laporan insiden Anda tahu sistem mana yang terdampak.

Kesimpulan

RAISE Act tidak mengatur pengguna AI sehari-hari, tetapi mengubah apa yang wajib dibuka oleh pengembang model terbesar. Mulai 1 Januari 2027, pengembang dengan omzet di atas 500 juta dolar AS wajib menerbitkan kerangka keselamatan, mendaftar ke kantor pengawas di DFS, dan melaporkan insiden kritis dalam 72 jam, dengan ancaman denda hingga 3 juta dolar AS untuk pelanggaran berulang.

Bagi perusahaan Indonesia, aturan ini adalah kesempatan untuk menaikkan standar pengadaan AI. Mintalah dokumen keselamatan dan janji laporan insiden dari vendor, selaraskan dengan kewajiban 3 x 24 jam di UU PDP, dan pantau perkembangan gugatan federal yang bisa mengubah peta aturan AI di Amerika Serikat.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)


⚠️ Artikel ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan oleh AI internal Burung Hantu Infratek.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Sumber dan Referensi

[1] Senate Bill S8828 (2025-2026 Legislative Session) - The New York State Senate

[2] Governor Hochul Signs Nation-Leading Legislation to Require AI Frameworks for AI Frontier Models - New York State Governor

[3] NY Overhauls Transparency and Governance Requirements for Frontier AI Developers - Davis Wright Tremaine

[4] New York Enacts AI Transparency Law on Heels of White House Executive Order Aiming to Curb Such State Laws - Skadden

[5] The New York Responsible AI Safety and Education (RAISE) Act: What You Need to Know - Norton Rose Fulbright

[6] Undang-undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi - JDIH BPK

    UU RAISE New York: Aturan AI Frontier dan Artinya bagi Bisnis Indonesia | Burung Hantu Infratek