SK Telecom Beri Nomor Karyawan untuk Agen AI; Pengawasnya Wajib Manusia

SK Telecom, operator telekomunikasi asal Korea Selatan, kini memberi nomor karyawan kepada agen AI internal yang lolos seleksi dan mewajibkan agen berisiko tinggi diawasi team leader atau eksekutif. Aturan ini dimuat dalam AI Governance Report pertama perusahaan yang terbit pada 26 Oktober 2026, bersamaan dengan perluasan sertifikasi ISO/IEC 42001 ke sistem pengelolaan agen. Langkah ini memberi gambaran konkret cara perusahaan besar mengatur agen AI yang mulai bekerja tanpa campur tangan manusia.
Bagaimana SK Telecom Memberi Nomor Karyawan ke Agen AI?
SK Telecom memberi setiap agen AI internal yang selesai dikembangkan sebuah ID dasar untuk pendataan. Nomor karyawan baru diberikan setelah agen lolos pemeriksaan terpisah terhadap standar perusahaan. Agen bernomor karyawan dicatat tugasnya, penanggung jawabnya, unit kerjanya, status operasinya, dan hasil kerjanya secara terus-menerus.
Laporan setebal 40 halaman itu menyebut tiga syarat yang wajib dipertimbangkan sebelum agen mendapat nomor karyawan dan cakupan tugas. Pertama, ada standard operating procedure (SOP) yang baku untuk pekerjaan itu. Kedua, hasil kerjanya bisa diukur secara objektif. Ketiga, agen mampu menuntaskan pekerjaan tanpa campur tangan manusia. Menurut SK Telecom, ketiga syarat ini menjadi dasar menakar tingkat otonomi sekaligus tingkat risiko sebuah agen.
Perusahaan menyebut inti sistem ini sebagai penyelesaian tugas secara otonom yang tetap bertanggung jawab. Semakin banyak pekerjaan yang dijalankan agen sendiri, semakin jelas pula aturan tentang siapa yang mengawasi, dengan standar apa, dan sampai batas wewenang mana. Hasil evaluasi kinerja agen juga dipakai untuk memutuskan apakah sebuah agen diberi penghargaan, dihentikan operasinya, atau dihentikan eksekusinya.
Siapa yang Mengawasi Agen AI di SK Telecom?
Pengawas agen AI di SK Telecom ditentukan menurut tingkat otonomi, luas dampak pekerjaan, dan cara agen mengakses data. Agen yang hanya membantu pekerjaan pribadi boleh dikelola karyawan pemakainya. Agen yang berdampak lebih besar atau lebih otonom wajib punya penanggung jawab setingkat team leader atau eksekutif yang ditunjuk secara resmi.
Perusahaan juga memisahkan siapa yang boleh memakai sebuah agen dan data apa saja yang boleh dibaca agen itu. Makin tinggi otonomi agen, makin ketat proses review dan persetujuan manusia sebelum keputusan penting dijalankan. Penilaian risikonya menimbang cakupan tugas, jenis dan sensitivitas data, tingkat otomatisasi, model yang dipakai, serta lingkungan operasinya.
Seluruh agen dipantau lewat platform internal bernama Agent OS. Di sana tercatat model dan tool yang dipakai agen, log setiap tahap eksekusi, pemakaian token, jumlah pemanggilan, sampai riwayat perubahan pengaturan. Jika muncul kejadian tidak wajar, operator dapat menghentikan eksekusi agen saat itu juga, lalu melacak penyebabnya dari catatan yang tersimpan.
"Di era agen AI, pentingnya tata kelola AI makin besar," kata Cha Ho-beom, Chief Privacy Officer (CPO) SK Telecom, dalam siaran pers 26 Oktober 2026. Ia menambahkan perusahaan akan merespons perubahan lingkungan AI lebih awal dan memperkuat apa yang SK Telecom sebut sebagai manajemen kepercayaan AI.
Sertifikasi ISO 42001 dan Peta Jalan Sampai 2028
SK Telecom memperluas sertifikasi ISO/IEC 42001, standar internasional sistem manajemen AI, ke sistem pengelolaan agen AI internal pada Oktober 2026. Pada April 2024, perusahaan menjadi operator telekomunikasi Korea pertama yang meraih sertifikasi yang sama untuk layanan AI bagi pelanggan. Kini pengakuan itu mencakup agen yang bekerja di dalam perusahaan.
Tata kelola AI di SK Telecom dipegang CPO sejak reorganisasi Agustus 2025, sehingga perlindungan data pribadi dan tata kelola AI berada di satu tangan. Komite ESG di bawah dewan direksi meninjau arah kebijakan, capaian, serta penilaian risiko layanan AI utama. Perusahaan menetapkan nilai AI berpusat pada manusia pada 2021 dan prinsip tata kelola T.H.E. AI pada Maret 2024.
Peta jalan dalam laporan terbagi tiga tahap. Tahun 2026 menjadi fase membangun fondasi, 2027 fase integrasi dan penyempurnaan, lalu 2028 fase penerapan ke seluruh perusahaan. Media bisnis Korea S-Journal mencatat bahwa membangun kerangka berbeda dengan terbukti mencegah risiko di lapangan, sehingga ujian sebenarnya ada pada pencegahan penyalahgunaan wewenang dan kebocoran data.
Apa Artinya bagi Perusahaan Indonesia?
Bagi perusahaan Indonesia, model SK Telecom menunjukkan bahwa agen AI perlu dikelola seperti pegawai baru: punya identitas, atasan, batas akses data, dan evaluasi kinerja. Pendekatan ini relevan karena agen AI makin sering diberi akses ke sistem internal, data pelanggan, dan alur persetujuan transaksi tanpa pemilik yang jelas.
Kerangka hukumnya pun sudah tersedia. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, yang berlaku sejak 17 Oktober 2022, mewajibkan penilaian dampak pelindungan data pribadi untuk pemrosesan berisiko tinggi. Pasal 34 ayat (2) memasukkan pengambilan keputusan secara otomatis yang berdampak signifikan dan penggunaan teknologi baru ke dalam kategori itu.
Pasal 53 undang-undang yang sama mewajibkan pengendali data yang memproses data pribadi berskala besar menunjuk pejabat pelindungan data pribadi. Perusahaan di Indonesia yang mulai memakai agen AI bisa meniru langkah SK Telecom yang sederhana: mendata semua agen, menunjuk penanggung jawab manusia untuk tiap agen, mencatat log eksekusinya, dan menyiapkan tombol berhenti sebelum agen menyentuh data pelanggan.
(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)
⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.
🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.
Berita Terkait Agen AI
🛡️ Microsoft Anggap Agen AI Ancaman Orang Dalam; Siapkan Guardian Agents
🚫 OpenAI Ungkap Empat Insiden Agen AI Lampaui Izin, Dua Berstatus Kritis
📊 Jam Kerja Agen AI di Anthropic Kini 6 Kali Lipat Karyawannya
🤖 Anthropic Buka Kantor Seoul, SK Telecom Picu Drama
Sumber dan Referensi
[1] SKT, 'AI 트러스트 경영' 강화… 「AI 거버넌스 리포트」 첫 발간 - SK텔레콤 뉴스룸
[2] AI Governance Report 2026 - SK Telecom
[3] SK텔레콤, AI에도 사번 부여하고 성과 평가… 사내 업무 확대에 통제 강화 - S저널
[4] SK Telecom publishes first AI governance report - The Herald Business
[5] SKT, 'AI 거버넌스 리포트' 발간…AI 트러스트 경영 강화 - 세계일보
[6] Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi - JDIH BPK
