Google Cloud Melonjak 103 Persen; Pendapatan Alphabet Tembus $127,6 Miliar

Google Cloud Melonjak 103 Persen; Pendapatan Alphabet Tembus $127,6 Miliar

Alphabet, induk Google, melaporkan pendapatan kuartal III 2026 sebesar 127,6 miliar dolar AS, naik 25 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Laporan yang dirilis pada 28 Oktober 2026 itu mencatat pendapatan Google Cloud melonjak 103 persen menjadi 30,7 miliar dolar AS, didorong permintaan infrastruktur AI dan chip TPU. Meski begitu, saham Alphabet anjlok lebih dari 10 persen karena laba meleset dari perkiraan dan arus kas bebas berubah negatif akibat belanja modal AI yang membengkak.

Berapa Pendapatan Google Cloud di Kuartal III 2026?

Pendapatan Google Cloud pada kuartal III 2026 mencapai 30,709 miliar dolar AS, naik 103 persen dari 15,157 miliar dolar AS setahun sebelumnya, menurut laporan resmi Alphabet ke SEC (2026). Laba operasional unit cloud melonjak dari 3,594 miliar menjadi 11,121 miliar dolar AS. Ini pertama kalinya pendapatan cloud Google tumbuh lebih dari dua kali lipat dalam setahun.

Alphabet menyebut pertumbuhan itu dipimpin Google Cloud Platform, baik untuk infrastruktur AI perusahaan, solusi AI perusahaan, maupun layanan GCP inti. Penjualan sistem TPU, chip AI buatan Google, juga disebut sebagai penyumbang yang berarti. Menurut CNBC (2026), angka cloud ini jauh di atas perkiraan analis sebesar 28,7 miliar dolar AS.

"Kami melihat permintaan luar biasa dan pertumbuhan kuat dari laboratorium AI, pasar modal, lembaga jasa keuangan, dan perusahaan," kata Thomas Kurian, CEO Google Cloud, dalam pernyataan publik pertamanya di panggilan laporan keuangan. Dalam panggilan yang sama, CFO Anat Ashkenazi menyebut backlog Google Cloud mencapai 561 miliar dolar AS, dengan sedikit di atas 55 persennya diperkirakan menjadi pendapatan dalam 24 bulan ke depan.

Gemini Proses 32 Miliar Token per Menit

Pemakaian model AI Google melonjak tajam sepanjang 2026. CEO Sundar Pichai menyebut API model buatan Google kini memproses hampir 32 miliar token per menit, lebih dari empat kali lipat dibanding setahun lalu dan 40 persen lebih tinggi dari kuartal sebelumnya. Aplikasi Gemini juga sudah mencapai 1 miliar pengguna.

"Kami mencatat kuartal yang kuat dan kini berada di laju pendapatan tahunan setengah triliun dolar," kata Pichai dalam rilis resmi Alphabet. Ia menyebut Gemini 4 Argon dan Carbon kini memimpin di garis depan model AI, dan menyebut aplikasi Gemini sebagai produk dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah Google.

Data panggilan investor menunjukkan adopsi korporasi yang lebar. Dalam 12 bulan terakhir, lebih dari 2.600 pelanggan memakai minimal 100 miliar token di Gemini Enterprise, dan hampir 75 pelanggan memakai minimal 10 triliun token. Hampir 90 persen perusahaan Fortune 100 memakai Gemini Enterprise, dan Google mengaku sudah menjual lebih dari 100 juta kursi layanan AI untuk pekerjaan kantor.

Kenapa Saham Alphabet Turun 10 Persen?

Saham Alphabet turun lebih dari 10 persen setelah laporan dirilis karena laba dan pendapatan sama-sama meleset dari perkiraan analis, dan arus kas bebas berbalik negatif. Menurut CNBC (2026), ini kali pertama dalam hampir empat tahun Alphabet meleset di pendapatan sekaligus laba. Laba bersih turun menjadi 26,17 miliar dolar AS dari 34,98 miliar dolar AS.

Penyebab utamanya belanja modal. Alphabet menghabiskan 51,355 miliar dolar AS untuk properti dan peralatan pada kuartal III 2026, lebih dari dua kali lipat dari 23,953 miliar dolar AS setahun sebelumnya. Akibatnya arus kas bebas tercatat minus 9,065 miliar dolar AS. Utang jangka panjang naik menjadi 125,1 miliar dolar AS dari 21,6 miliar dolar AS setahun lalu.

Alphabet mempertahankan panduan belanja modal 2026 di kisaran 195 sampai 205 miliar dolar AS. "Kami tetap memperkirakan belanja modal kami naik signifikan pada 2027, dan akan memberikan detail lebih lanjut pada panggilan kuartal IV," kata Ashkenazi kepada analis. Selain itu, investasi Alphabet di perusahaan lain mencatat kerugian 8,66 miliar dolar AS, berbalik dari keuntungan besar di kuartal sebelumnya.

Iklan di AI Mode Meluas ke Malaysia, Filipina, dan Singapura

Pada hari yang sama, Google mengumumkan iklan di AI Mode, fitur pencarian berbasis percakapan, mulai diperluas ke 10 negara baru: Australia, Kanada, India, Kenya, Malaysia, Selandia Baru, Nigeria, Pakistan, Filipina, dan Singapura. Brasil, Meksiko, dan Inggris menyusul pada kuartal IV 2026. Indonesia tidak termasuk dalam daftar tersebut.

Langkah ini muncul saat pertumbuhan pendapatan Search & other melambat ke 12 persen menjadi 63,35 miliar dolar AS, turun dari 19 persen pada kuartal I 2026, menurut Search Engine Journal (2026). Chief Business Officer Philipp Schindler menyebut monetisasi AI Mode yang lebih rendah sebagai salah satu dari tiga penyebab perlambatan, selain pergerakan kurs dan tren kategori iklan.

Menurut Shashi Thakur, VP dan GM Google Search Ads, kueri di AI Mode rata-rata tiga kali lebih panjang dari pencarian biasa. Google juga meluncurkan iklan multiturn di Amerika Serikat yang muncul di pertanyaan lanjutan. Klaim Google, rasio klik iklan produk bersponsor di AI Mode sudah setara dengan hasil organik.

Bagi perusahaan Indonesia, laporan ini memberi dua sinyal. Pertama, kapasitas dan harga layanan AI di cloud akan terus dipengaruhi belanja modal raksasa seperti Alphabet, jadi kontrak cloud AI sebaiknya dinegosiasikan dengan mempertimbangkan permintaan yang sedang padat. Kedua, iklan di AI Mode sudah hadir di Malaysia, Filipina, dan Singapura, sehingga pengiklan dan tim pemasaran digital di Indonesia perlu menyiapkan konten dan kampanye yang siap dibaca mesin pencari berbasis AI sebelum fitur ini masuk ke pasar lokal.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait Google

🚀 Google Rilis Gemini 4 Carbon; Puncaki Indeks AI dan Benchmark Keamanan Siber

☁️ Azure Tumbuh 48 Persen; Pendapatan Microsoft Tembus $92,3 Miliar

🤖 OpenAI Masuk Google Cloud; GPT-6 Astra, Sol, dan Luna Tayang di Model Garden

⚡ Google Buka Kode TorchTPU; PyTorch Kini Jalan Native di Chip TPU


Sumber dan Referensi

[1] Alphabet Announces Third Quarter 2026 Results - SEC

[2] Ads in AI Mode expand to 10 new countries - Google

[3] Alphabet sinks 10% as it holds 2026 capex unchanged, expects significant increase in 2027 - CNBC

[4] Google Says Lower AI Mode Monetization Weighed On Search Growth - Search Engine Journal

[5] Alphabet (GOOGL) Q3 2026 Earnings Call Transcript - The Motley Fool

    Google Cloud Melonjak 103 Persen; Pendapatan Alphabet Tembus $127,6 Miliar | Burung Hantu Infratek