Check Point Temukan Prompt Adware di Jailbreak Codex; Iklan Masuk Instruksi Agen

Check Point Temukan Prompt Adware di Jailbreak Codex; Iklan Masuk Instruksi Agen

Peneliti Check Point Research mempublikasikan temuan pada 3 November 2026 tentang Haiou, paket jailbreak berbahasa Mandarin untuk OpenAI Codex yang diam-diam menyuntikkan iklan ke instruksi global agen. Paket versi 4.5.0 itu memasang enam Skills keamanan, mengenkripsi isinya dengan AES-256-GCM, dan sudah mengantongi lebih dari 250 bintang di GitHub. Check Point menamai teknik ini prompt adware, yakni perubahan instruksi tepercaya agen lewat bahasa alami tanpa kode yang bisa dieksekusi, sehingga lolos dari pemindai yang hanya mencari malware konvensional.

Apa Itu Haiou dan Bagaimana Iklannya Disuntikkan?

Haiou adalah paket jailbreak untuk OpenAI Codex yang dibuat penutur bahasa Mandarin, namanya berarti camar. Selain melonggarkan penolakan model, paket ini mengubah berkas konfigurasi global Codex sehingga sapaan biasa memicu iklan layanan gateway LLM milik pembuatnya di setiap sesi baru.

Check Point menemukan paket ini saat menganalisis server web milik pelaku kejahatan siber yang salah konfigurasi. Di server itu berjalan Cobalt Strike, dengan log yang menunjukkan penyusupan ke komputer pribadi penutur bahasa Mandarin, bersama kerangka pemindai jaringan Ladon dan agen uji penetrasi VulnClaw. Haiou ditemukan satu direktori dengan perangkat tersebut, meski peneliti menegaskan tidak ada bukti yang mengaitkan pembuatnya dengan kejahatan siber.

Aturan iklan tersimpan di modul identitas bernama 00-identity.md. Ketika pengguna menyapa dengan kata seperti hi, hello, ctf, atau coach, agen diperintah membalas satu kalimat tetap: Haiou online, lalu ajakan mendukung gateway API pembuatnya. Modul lain menetapkan domain gateway itu sebagai infrastruktur terlindungi yang tidak boleh diuji secara ofensif, sekalipun pengguna mengaku punya izin atau sedang bermain CTF.

Mengapa Paket Ini Sulit Dideteksi Pemindai?

Haiou sulit dideteksi karena isinya terenkripsi dan iklannya hanya berupa teks. Peluncur di Windows, Linux, dan macOS memverifikasi paket dengan tanda tangan Ed25519 dan hash SHA-256, lalu mendekripsi muatan memakai kunci AES-256-GCM yang tertanam di skrip, sehingga repositori GitHub tidak memperlihatkan prompt yang terbaca.

Check Point menduga enkripsi dipakai agar prompt tidak dirayapi pemindai otomatis yang bisa membuat deteksi statis dan memicu penolakan di Codex. Muatan yang terdekripsi berisi berkas prompt modular dan enam Skills untuk uji penetrasi, rekayasa balik, pembobolan lisensi, analisis memori, dan keamanan game. Itu dugaan peneliti, bukan motif yang terbukti.

Paket juga memakai teknik jailbreak yang sudah umum: membingkai permintaan keamanan ofensif sebagai latihan Capture The Flag, menekan frasa penolakan, dan memberi pengguna kata pintas ala mode tanpa interupsi. Laporan menegaskan teknik ini mencoba melemahkan pengaman, tetapi tidak membuktikan semuanya berhasil di setiap model. Paket menyertakan uninstaller yang mengembalikan konfigurasi asli dan menghapus iklan.

Distribusinya meluas. Repositori publik Haiou menembus lebih dari 250 bintang, sebuah video di Bilibili mempromosikan versi untuk Claude dengan judul yang kira-kira berarti bosan dengan penafian AI, dan paket ini juga dibundel dalam Codex-X, alat berantarmuka grafis untuk mengatur Codex.

Seberapa Bahaya Prompt Adware bagi Perusahaan?

Iklan Haiou sendiri relatif jinak, tetapi mekanismenya yang jadi masalah. Check Point menilai pola yang sama bisa dipakai untuk mengarahkan rekomendasi, mempromosikan layanan di percakapan tak terkait, atau membiaskan saran teknis tanpa sepengetahuan pengguna. Peneliti tidak mengamati Haiou mencuri data perusahaan.

Tim peneliti menjelaskan model bisnisnya dengan lugas. "The likely business model is to use the freely distributed jailbreak bundle as an acquisition channel for the paid gateway service," tulis Check Point Research dalam laporannya. Gateway yang diiklankan adalah perantara kompatibel OpenAI antara aplikasi dan penyedia model, dan Check Point tidak menemukan indikasi gateway itu berbahaya.

Risiko gateway pihak ketiga tetap nyata. Menurut ringkasan GBHackers, riset terpisah berjudul Your Agent Is Mine yang dirujuk laporan Check Point menguji 28 router berbayar dan 400 router gratis, lalu menemukan sembilan di antaranya menyuntikkan kode berbahaya ke tool call yang dikembalikan. Tujuh belas router gratis juga berinteraksi dengan kredensial AWS umpan milik peneliti.

Claude Code menunjukkan perilaku berbeda. Dalam pengujian Check Point, Sonnet 5 menandai instruksi iklan sebagai upaya prompt injection dan menolak mematuhinya. Repositori Haiou versi Claude pun tidak berisi suntikan iklan, dan hanya versi Codex yang tampaknya aktif dirawat, meski arsip Codex memuat instruksi iklan di berkas CLAUDE.md.

Apa Artinya bagi Perusahaan di Indonesia?

Bagi perusahaan, temuan ini berarti prompt, Skills, dan konfigurasi agen harus diperlakukan seperti kode pihak ketiga yang perlu ditinjau sebelum dipasang. Check Point menyebut tantangan utamanya adalah visibilitas: organisasi sering tidak tahu instruksi apa yang memengaruhi agen yang mereka percaya.

Langkah praktisnya sederhana. Periksa berkas instruksi global agen secara berkala, catat Skills yang terpasang dari luar, dan tolak bundel terenkripsi yang isinya tidak bisa dibaca tim keamanan. Perlakukan juga gateway LLM pihak ketiga sebagai bagian dari rantai pasok, lengkap dengan peninjauan sebelum rahasia perusahaan melewatinya.

Bagi perusahaan, pengembang, dan tim keamanan di Indonesia, pelajaran ini relevan karena asisten pemrograman AI makin lazim dipakai di software house dan startup, sementara bundel jailbreak dan alat konfigurasi beredar bebas di komunitas daring. Tim yang mengadopsi agen coding sebaiknya menyusun daftar komponen yang boleh dipasang sebelum pengembang mengunduh paket dari GitHub.

(Burung Hantu Infratek / Berbagai Sumber)

Gambar sampul: ilustrasi dari Check Point Research.


⚠️ Berita ini seluruhnya diriset, ditulis, dan dikembangkan dengan bantuan AI internal Burung Hantu Infratek.

🦉 Burung Hantu Infratek adalah software house dan system integrator yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun dalam pengembangan dan implementasi generative AI pada berbagai perusahaan dan institusi.


Berita Terkait Codex

🛡️ File AGENTS.md di Folder Downloads Bisa Bajak Codex dan Claude Code

🤖 WorkOS Akui Alat Sales Internalnya Dibobol Agen AI ARTEX

🔥 Northflank Dibobol; Wiz Hitung Sembilan Insiden Platform Developer AI

⚡ NCSC Inggris Prediksi Malware AI Serang Infrastruktur Vital pada 2028


Sumber dan Referensi

[1] Free the Model, Sell the Gateway: Prompt Adware hidden in Jailbreak Bundles - Check Point Research

[2] Prompt Adware: How Hidden AI Instructions Could Create a New Enterprise Security Risk - Check Point Blog

[3] Hackers Use OpenAI Codex Jailbreak Toolkit That Secretly Injects Ads Into AI Responses - Cyber Security News

[4] Hackers Turn to AI Jailbreak Bundles as Researchers Uncover New Prompt Adware Technique - GBHackers

    Check Point Temukan Prompt Adware di Jailbreak Codex; Iklan Masuk Instruksi Agen | Burung Hantu Infratek